MENGENAL PROTOKOL INTERNET (TCP/IP)
Oleh: Fahlevi Maharajo Nasution
Universitas Indraprasta PGRI, di Jakarta
Email: llevies_clannasution@ymail.com
ABSTRAK
Mengenal
Protokol Internet (TCP/IP), agar jaringan intrenet ini berlaku semestinya harus
ada aturan standard yang mengaturnya karena itu diperlukan suatu protokol
internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu data yang
terkumpul dalam bentuk tulisan. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis
gunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi yang didapat dengan browsimg
melalui internet. Internet Protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense
Advanced Research Projects Agency (DARPA) pada tahun 1970. Selain DARPA
yang mengembangkan Internet Protocol, yang juga mengembangkan TCP/IP
adalah Department of defense (DOD). Transmission Control
Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP) adalah dua
protokol jaringan yang berbeda secara teknis. TCP dan IP yang biasa
digunakan bersama-sama, bagaimanapun, bahwa TCP / IP telah menjadi terminologi standar untuk merujuk pada
salah satu atau kedua protokol. IP dikembangkan untuk
membuat sebuah network of networks (Internet). Individual machine
dihubungkan ke LAN (ethernet atau Token ring). TCP/IP membagi LAN dengan user
yang lain (Novell file server, windows dll). Satu devais menyediakan TCP/IP
menghubungkan antara LAN dengan dunia luar. Rancangan asli dari TCP/IP adalah
sebagai sebuah network of networks yang cocok dengan penggunaan
teknologi sekarang ini. TCP/IP membuat
nomor unik untuk setiap workstation di seluruh dunia. Nomor IP adalah
nilai 4 byte (IPv4) dengan konvensi merubah setiap byte ke dalam nomor desimal (0 sampai 255 untuk IP yang digunakan
sekarang) dan memisahkan setiap bytes dengan periode. Internet pada mulanya
didesain dengan dua kriteria utama. Dua kriteria ini mempengaruhi dan membentuk
hardware dan software yang digunakan sekarang.
A.
Pengantar
Perkembangan teknologi komputer
meningkat dengan cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer
masih merupakan teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademis, dan pada
tahun 1988 jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan,
sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide internet telah menjadi
realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini. Selain
itu, perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-benar berubah, di
awal perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari kabel koaxial, kini banyak telah diantaranya
dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel.
Jurnal
yang berjudul “Mengenal
Protokol Internet (TCP/IP) ” ini, ditulis untuk memenuhi tugas pada mata
kuliah komunikasi data. Judul ini sengaja dipilih
karena menarik perhatian untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua
pihak yang peduli terhadap perkembangan dunia informatika terutama komunikasi
data merupakan bagian dari teknologi informasi.
B.
Perumusan Masalah
1. Kapan
Internet Protokol berkembang di dunia Teknologi Informasi?
2. Apakah
yang dimaksud dengan Internet Protokol?
3. Apa
saja yang harus diperhatikan didalam TCP/IP?
C. Pembahasan
Sejarah
TCP/IP
Internet
Protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense Advanced Research
Projects Agency ( DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untuk
mengembangkan protokol yang dapat
melakukan interkoneksi berbagai jaringan komputer yang terpisah, yang
masing-masing jaringan tersebut menggunakan teknologi yang berbeda. Protokol
utama yang dihasilkan proyek ini adalah Internet Protocol (IP). Riset
yang sama dikembangkan pula yaitu beberapa protokol level tinggi yang didesain
dapat bekerja dengan IP. Yang paling
penting dari proyek tersebut adalah Transmission Control Protocol (TCP),
dan semua grup protocol diganti dengan TCP/IP suite. Pertamakali TCP/IP
diterapkan di ARPANET, dan mulai berkembang
setelah Universitas California di Berkeley mulai menggunakan TCP/IP dengan sistem operasi UNIX.
Selain Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) ini yang
mengembangkan Internet Protocol, yang juga mengembangkan TCP/IP adalah Department
of defense (DOD).
Definisi TCP/IP
Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP) adalah dua
protokol jaringan yang berbeda secara teknis. TCP dan IP yang biasa
digunakan bersama-sama, bagaimanapun, bahwa TCP / IP telah menjadi terminologi standar untuk merujuk pada
salah satu atau kedua protokol. IP sesuai dengan
lapisan Network (Layer 3) dalam model OSI , sedangkan TCP
sesuai dengan lapisan Transport (Layer 4) di OSI. Dengan kata lain,
istilah TCP / IP mengacu pada jaringan komunikasi dimana transportasi TCP
digunakan untuk mengirimkan data melalui jaringan IP.
Rata-rata orang di Internet bekerja dalam lingkungan TCP /
IP didominasi. Web browser, misalnya, menggunakan TCP / IP untuk
berkomunikasi dengan server Web.
Istilah-istilah didalam Internet Protocol
Ada beberapa istilah yang sering ditemukan
didalam pembicaraan mengenai TCP/IP, yaitu diantaranya :
Host
atau end-system, Seorang
pelanggan pada layanan jaringan komunikasi. Host biasanya berupa
individual workstation atau personal computers (PC) dimana tugas
dari Host ini biasanya adalah menjalankan applikasi dan program software
server yang berfungsi sebagai user dan pelaksana pelayanan jaringan komunikasi.
Internet,
yaitu merupakan suatu kumpulan dari jaringan (network of networks) yang
menyeluruh dan menggunakan protokol TCP/IP
untuk berhubungan seperti virtual networks.
Node,
adalah istilah yang diterapkan
untuk router dan host.protocol, yaitu merupakan sebuah prosedur
standar atau aturan untuk pendefinisian dan pengaturan transmisi data antara
komputer-komputer.
Router,
adalah suatu devais yang digunakan sebagai penghubung antara dua network
atau lebih. Router berbeda dengan
host karena router bisanya bukan berupa tujuan atau data traffic.
Routing dari datagram IP biasanya telah dilakukan dengan software. Jadi
fungsi routing dapat dilakukan oleh host yang mempunyai dua networks
connection atau lebih.
Overview
TCP/IP
Sebagaimana yang telah dikemukakan di
atas, TCP/IP juga dikembangkan oleh Department of Defense (DOD). DOD
telah melakukan proyek penelitian untuk menghubungkan beberapa jaringan
yang didesain oleh berbagai vendor
untuk menjadi sebuah networks of networks (Internet). Pada awalnya hal
ini berhasil karena hanya menyediakan pelayanan dasar seperti file transfer,
electronic mail, remote logon. Beberapa komputer dalam sebuah departemen
dapat menggunakan TCP/IP (bersamaan dengan protokol lain) dalam suatu LAN tunggal. Komponen IP menyediakan routing dari departmen ke network enterprise,
kemudian ke jaringan regional dan
akhirnya ke global internet. Hal ini dapat menjadikan jaringan komunikasi
dapat rusak, sehingga untuk mengatasinya
maka kemudian DOD mendesain TCP/IP yang dapat memperbaiki dengan otomatis
apabila ada node atau saluran telepon yang gagal. Hasil rancangan ini memungkinkan untuk
membangun jaringan yang sangat besar
dengan pengaturan pusat yang sedikit. Karena adanya perbaikan otomatis
maka masalah dalam jaringan tidak diperiksa dan tak diperbaiki untuk waktu yang
lama.
Seperti
halnya protokol komunikasi yang lain,
maka TCP/IP pun mempunyai beberapa
layer, layer-layer itu adalah :
Þ
IP (internet
protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke
node. IP mendahului setiap paket
data berdasarkan 4 byte (untuk
versi IPv4) alamat tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range angka untuk organisasi yang
berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan nomornya untuk departemen. IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data
dari departemen ke organisasi kemudian ke region dan kemudian ke seluruh dunia.
Þ
TCP (transmission
transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data yang benar
dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah jaringan. TCP
dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan transmisi ulang sampai data diterima
dengan benar dan lengkap.
Þ
Sockets
yaitu merupakan nama yang diberikan kepada subrutin paket yang menyediakan
akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.
Bebrapa
hal penting didalam TCP/IP
1.
Jaringan Peminta Terendah (Network of
Lowest Bidders)
IP dikembangkan untuk membuat sebuah
network of networks (Internet). Individual machine dihubungkan ke
LAN (ethernet atau Token ring). TCP/IP membagi LAN dengan user yang lain
(Novell file server, windows dll). Satu devais menyediakan TCP/IP menghubungkan
antara LAN dengan dunia luar.
Untuk
meyakinkan bahwa semua tipe sistem dari berbagai vendor dapat
berkomunikasi, maka penggunaan TCP/IP distandarkan pada LAN. Dengan bertambahnya kecepatan
mikroprossesor, fiber optics, dan saluran telepon digital maka telah
menciptakan beberapa pilihan teknologi baru diantaranya yaitu ISDN, frame
relay, FDDI, Asynchronous Transfer Mode (ATM).
Rancangan
asli dari TCP/IP adalah sebagai sebuah network
of networks yang cocok dengan
penggunaan teknologi sekarang ini. Data
TCP/IP dapat dikirimkan melalui sebuah LAN, atau dapat dibawa dengan sebuah jaringan internal corporate
SNA, atau data dapat terhubung pada TV
kabel . Lebih jauh lagi, mesin-mesin yang
berhubungan pada salah satu jaringan tersebut dapat berkomunikasi dengan jaringan yang
lain melalui gateways yang disediakan vendor jaringan .
2.
Masalah Pengalamatan
Dalam sebuah jaringan SNA , setiap
mesin mempunyai Logical Units dengan alamat jaringan masing-masing. DECNET, Appletalk, dan Novell
IPX mempunyai rancangan untuk membuat
nomor untuk setiap jaringan lokal dan untuk setiap workstation yang
terhubung ke jaringan.
Pada bagian utama pengalamatan lokal network, TCP/IP membuat
nomor unik untuk setiap workstation di seluruh dunia. Nomor IP adalah
nilai 4 byte (IPv4) dengan konvensi merubah setiap byte ke dalam nomor desimal (0 sampai 255 untuk IP yang digunakan
sekarang) dan memisahkan setiap bytes
dengan periode. Sebagai contoh misalnya 130.132.59.234.
Sebuah organisasi dimulai dengan
mengirimkan electronicmail ke Hostmaster@INTERNIC.NET
meminta untuk pembuatan nomor jaringan. Hal ini dimungkinkan bagi hampir setiap
orang untuk memperoleh nomor untuk
jaringan "small class C" dengan 3 bytes pertama meyatakan jaringan
dan byte terakhir menyatakan individual komputer. Organisasi yang lebih besar
dapat memperoleh jaringan "Class B" dengan 2 bytes pertama menyatakan
jaringan dan 2 bytes terakhir menyatakan menyatakan masing-masing workstation
sampai mencapai 64.000 individual workstation. Contoh Jaringan Class B Yale adalah 130.132,
jadi semua komputer dengan IP address 130.132.*.* adalah dihubungkan
melalui Yale.
Kemudian organisasi berhubungan
dengan intenet melalui satu dari beberapa jaringan
regional atau jaringan khusus. vendor jaringan diberi nomor pelanggan
networks dan ditambahkan ke dalam
konfigurasi routing dalam masing-masing mesin.
Tidak ada rumus
matematika yang mengubah nomor 192.35.91 atau 130.132 menjadi "Yale
University" atau "New Haven". Mesin-mesin yang mengatur jaringan
regional yang besar atau routers Internet pusat dapat
menentukan lokasi jaringan-jaringan tersebut dengan mencari setiap nomor
jaringan tersebut dalam tabel. Diperkirakan ada ribuan jaringan class B dan
jutaan jaringan class C. Pelanggan yang terhubung dengan Internet, bahkan
perusahaan besar seperti IBM tidak perlu untuk memelihara informasi pada
jaringan-jatingan yang lain. Mereka mengirim semua eksternal data ke regional
carrier yang mereka langgan, dan regional carrier mengamati dan
memelihara tabel dan melakukan routing
yang tepat.
3. Subnets
Meskipun
pelanggan individual tidak membutuhkan nomor tabel jaringan atau menyediakan
eksplisit routing, tapi untuk kebanyakan jaringan class B dapat diatur
secara internal sehingga lebih kecil dan versi organisasi jaringan yang lebih
sederhana. Biasanya membagi dua byte internal
assignment menjadi satu byte nomor departmen dan satu byte Workstation
ID.
Enterprise
network dibangun dengan menggunakan TCP/IP router
box secara komersial. setiap router mempunyai tabel dengan 255
masukan untuk mengubah satu byte nomor departmen menjadi
pilihan tujuan ethernet yang terhubung
ke salah satu router. Misalnya, pesan ke 130.132.59.234 melalui jaringan
regional National dan New England berdasarkan bagian nomor 130.132. Tiba di
Yale, 59 department ID memilih ethernet connector . 234 memilih workstation tertentu pada LAN. Jaringan Yale harus diupdate
sebagai ethernet baru dan departemen ditambahkan, tapi tidak dipengaruhi oleh
perubahan dari luar atau perpindahan mesin dalam departemen.
4.
Jalur-jalur tak tentu
Setiap kali sebuah pesan tiba pada
sebuah IP router, maka router
akan membuat keputusan ke mana berikutnya pesan tersebut akan
dikirimkan. Ada konsep satu waktu tertentu
dengan preselected path
untuk semua traffic. Misalkan sebuah perusahaan dengan fasilitas di New
York, Los Angles, Chicago dan Atlanta.
Dapat dibuat jaringan dari empat jalur telepon membentuk sebuah loop (NY ke Chicago ke LA ke
Atlanta ke NY). Sebuah pesan tiba di router NY dapat pergi ke LA melalui
Chicago atau melalui Atlanta. jawaban
dapat kembali ke jalan lain.
Bagaimana sebuah router dapat
membuat keputusan antara router dengan router? tidak ada jawaban
yang benar. Traffic dapat dipetakan dengan algoritma "clockwise"
(pergi ke NY ke Atlanta, LA ke chicago). Router dapat menentukan,
mengirimkan pesan ke Atlanta kemudian selanjutnya ke ke Chicago. Routing
yang lebih baik adalah dengan mengukur pola traffic dan mengirimkan data
melalui link yang paling tidak sibuk.
Jika satu saluran telepon dalam satu
jaringan rusak, pesan dapat tetap mencapai tujuannya melalui jalur yang lain.
Setelah kehilangan jalur dari NY ke Chicago, data dapat dikirim dari NY ke
Atlanta ke LA ke Chicago. Dengan begitu maka jalur akan
berlanjut meskipun dengan kerugian performance menurun. Perbaikan
seperti ini merupakan bagian tambahan pada desain IP.
5.
Masalah yang Tidak Diperiksa (Undiagnosed Problem)
Jika ada error terjadi, maka
dilaporkan ke network authorities.
Error tersebut harus dibenarkan atau diperbaiki. IP, didesain untuk dapat tahan
dan kuat. Kehilangan node atau jalur adalah hal biasa, tetapi jaringan harus tetap jalan.
Jadi IP secara otomatis menkonfigurasi
ulang dirinya sendiri bila terjadi sesuatu yang salah. Jika banyak redundancy yang dibangun ke dalam sistem maka komuniksi
tetap berlangsung dan terjaga. TCP dirancang untuk memulihkan node atau
saluran yang gagal dimana propagasi routing table berubah untuk semua node
router. Karena proses updating memerlukan waktu yang lama , TCP agak
lambat untuk menginisiasi pemulihan.
6.
Mengenai Nomor IP
Setiap perusahaan besar atau perguruan
tinggi yang terhubung ke internet harus mempunyai level intermediet network.
beberapa router mungkin
dikonfigurasi untuk berhubungan dengan bebarapa department LAN. Semua traffic
di luar organisasi dihubungkan dengan koneksi tunggal ke jaringan provider
regional.
Jadi,
pemakai akhir dapat menginstall TCP/IP
pada PC tanpa harus tahu jaringan regional . Tiga bagian informasi dibutuhkan :
Þ
IP address dibuat
pada PC.
Þ
Bagian dari IP
address (subnet mask) yang membedakan mesin lain dalam LAN yang sama (pesan dapat dikirim secara
langsung ) dengan mesin-mesin di departemen lain atao dimanapun di seluruh
dunia ( yang dikirimkan ke router mesin).
Þ
IP address dari router
mesin yang menghubungkan LAN tersebut dengan dunia luar.
7. Susunan TCP/IP protocol
Internet pada mulanya didesain dengan dua
kriteria utama. Dua kriteria ini mempengaruhi dan membentuk hardware dan
software yang digunakan sekarang. Kriteria
tersebut : Jaringan harus melakukan
komunikasi antara para peneliti di belahan dunia yang berbeda,
memungkinkan meraka dapat berbagi dan berkomunikasi mengenai penelitian mereka
satu sama lain. Sayangnya, riset memerlukan berbagai komputer dari beragam platform
dan arsitektur jaringan yang berbeda untuk keperluan keilmuan. Maka untuk itu
diperlukan protocol suite untuk dapat berhubungan dengan berbagai platforms
hardware yang berbeda dan bahkan sistem jaringan yang berbeda. Lebih jauh
lagi, network harus merupakan jaringan komunikasi yang kuat yang mempunyai
kemampuan dapat bertahan dari serangan nuklir. Rancangan ini memebawa ke arah
desentralisasi jaringan yang terdiri dari jaringan yang terpisah, lebih kecil,
jaringan yang diisolasi yang mempunyai kemampuan otomatis bila diperlukan.
Layer menyediakan level abstrsaksi
untuk software dan menaikkan kemampuan menggunakan kembali dan kebebasan platform.
Layer-layer tersebut dimaksudkan untuk benar-benar terpisah dari satu sama lain
dan juga independen. Layer tersebut tidak mengandalkan informasi detail dari
layer yang lain. Arsitektur rancangan ini membuat lebih mudah untuk melakukan
pemeliharaan karena layer dapat didesain ulang atau dikembangkan tanpa merusak
integritas protokol stack.
TCP/IP protocol suite terdiri dari 4
layers: Applikasi, Transport, Internetwork, dan network
interface. Layer tersebut dapat dilihat sebagai hirarki seperti di bawah
ini :
Layer Applikasi adalah sebuah
aplikasi yang mengirimkan data ke transport layer. Misalnya FTP, email programs
dan web browsers.
Layer
Transport bertanggung jawab untuk komunikasi antara aplikasi. Layer ini
mengatur aluran informasi dan mungkin menyediakan pemeriksaan error. Data
dibagi kedalam beberapa paket yang dikirim ke internet layer dengan sebuah header.
Header mengandung alamat tujuan, alamat sumber dan checksum.
Checksum diperiksa oleh mesin
penerima untuk melihat apakah paket
tersebut ada yang hilang pada rute.
Layer Internetwork
bertanggung jawab untuk komunikasi antara mesin. Layer ini meg-engcapsul
paket dari transport layer ke dalam IP datagrams dan menggunakan algoritma routing
untuk menentukan kemana datagaram harus dikirim. Masuknya datagram diproses dan
diperiksa kesahannya sebelum melewatinya pada Transport layer.
Layer
networks interface adalah level yang paling bawah dari susunan TCP/IP.
Layer ini adalah device driver yang memungkinkan datagaram IP dikirim ke atau
dari pisikal network. Jaringan dapat berupa sebuah kabel, Ethernet, frame
relay, Token ring, ISDN, ATM jaringan, radio, satelit atau alat lain yang dapat
mentransfer data dari sistem ke sistem. Layer network interface adalah
abstraksi yang memudahkan komunikasi antara multitude arsitektur network.
D.
Daftar Pustaka
·
http://www.google.com
·
onno.vlsm.org/v11/ref.../mengenal-protokol-internet-tcpip-1998.rtf
