Fungsi dan defenisi Protokol dan model OSI
Nama : H.Y.PRASETYO
NPM : 201143501844
Email : harpinyohanes@yahoo.com
Dosen : Nahot Frastian, S.Kom
ABSTRAK : Perkembangan Internet semakin hari semakin menakjubkan,
tiap hari kita dihadapkan oleh berbagai macam informasi, baik secara tertulis
maupun visual. Salah satunya ialah Internet
yang dapat melakukan berbagai macam aktivitas bagi kita seperti browsing,
chatting, surfing, blogging dan lain sebagainya. Terkhususnya untuk
Internet yang semakin familiar dengan para user dari berbagai macam kalangan
diseluruh dunia. Pertumbuhan Internet yang begitu cepat mengakibatkankan hampir
habisnya alamat terutama alamat IPv4 (Internet protocol versi 4) serta
membutuhkan keamanan yang lebih terjamin pada IP level ini, untuk itu
dibangunlah sebuah protocol dan standar yang dikenal sebagai IPv6 (Internet Protocol
versi 6) untuk meminimalkan dampak atau kelemahan dari protokol versi
sebelumnya, untuk itu para pemakai baru harus dapat membiasakan dan membedakan
baik dari segi kehandalan, fitur, kelemahan,dari dua macam Internet protokol
utama ini yang akan diterapkan pada penggunaan kedepan yang semakin global
BAB I PENDAHULUAN
A. Alasan Pemilihan Judul
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik
perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak
yang peduli terhadapperkembangan dunia informatika terutama komunikasi data
merupakan bagian dari teknologi informasi.
B. Latar Belakang
Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk
komunikasi antar computer, tetapi model ini bukan merupakan metode komunikasi.
Sebenarnya komunikasidapat terjadi menggunakan protocol komunikasi. Di dalam
konteks jaringan data, sebuah protocol adalah suatu aturan formal dan
kesepakatan yang menentukan bagaimana computer
bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protocol
mengimplementasikansalah satu atau lebih dari lapisan – lapisan OSI. Sebuah
variasi yang lebar dari adanya protocol komunikasi, tetapi semua memelihara
pada salah satu aliran group: protocol LAN, protocol WAN, protocol jaringan dan
protocol routing.Protocol LAN beroprasi pada lapisan fisik dan data link dari
model OSI sertamendefinisikan komunikasi dari macam – macam media LAN. Protocol
WAN beroprasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendifinisikan
dari macam – macamWAN. Protocol routing adalah protocol lapisan jaringan yang
bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. Akhirnya
protocol jaringan terdiri dari berbagai protocol dari lapisan teratas yang ada
dalam sederetan protocol.
C. Batasan Masalah
Dari latar belakang yang muncul maka perlu diberikan suatu
batasan masalah,masalah yang kami angkat yakni tentang protocol dalam sebuah
jaringan.
D. Tujuan Masalah
Adapun penulisan makalah ini dapat memenuhi sasaran yang
jelas dan terarah makaterlebih dahulu harus memiliki tujuan yang tepat.Adapun
tujuan tersebut antara lain :
-Sebagai pedoman uji presentasi akhir
semester.
-Sebagai sarana pembelajaran mata
kuliah komunikasi
Data.
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Protokol
Sebelum membahas lebih jauh tentang pengertian dari
masing-masing layer dalam protokol, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu
apa itu protokol dalam sebuah Jaringan Komputer?
Protokol adalah sebuah aturan atau standar
yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan
data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol
dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari
keduanya.Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi
perangkat keras.
Prinsip
dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu
efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network.Protokol
distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI.
Tugas
yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya
adalah :
- Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
- Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
- Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
- Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
- Bagaimana format pesan yang digunakan.
- Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
- Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
- Mengakhiri suatu koneksi.
Perkembangan
yang pesat dari teknologi semikonduktor terutama dalam bidang miniaturisasi menyebabkan ukuran fisik
komputer semakin kecil akan tetapi kemampuan komputer menjadi semakin besar.
Tidak dapat disangkal lagi bahwasekarang terdapat berbagai macam merk dan
sistem komputer yang masing-masing memiliki ciri khas sendiri. Teknologi
informasi berkembang dengan pesat selaras dengan kemampuan komputer tersebut
dan menuntut kemampuan agar sistem komputer satu dengan yang lain dapat
berkomunikasi. Komunikasi harus dapat dilakukan tanpa tergantung pada merek,
sistem operasi ataupun aplikasi yang dijalankannya.Kemampuan berkomunikasi ini
menyebabkan terbentuknya jaringan komputer.suatugan akan menghasilkan s Dalam
pengembangan jaringan tersebut ada berbagai organisasi yang terlibat di
dalamnya. Organisasi tersebut dapat diklasifikasikan atas organisasi pembakuan,
operator sistem telekomunikasi, dan pabrikan komputer. Usaha ini tidak berdiri
sendiri tetapi sudah dilaksanakan dengan melakukan kerja sama antar perusahaan,
organisasi baik secara nasional maupun secara internasional, agar supaya
hasilnya dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan dan saling
menguntungkan. Kegiatan ini sangat menonjol dalam bidang networking. Beberapa
organisasi yang berperan dalam pembakuan komunikasi data antara lain adalah:
- EIA
(Electronic Industries Association)
Organisasi
yang merupakan perkumpulan pabrik-pabrik elektronika di USA.
- ITU
(International Telecommunications Union)
organisasi
yang berada didalam naungan PBB
- ISO
(International Standards Organization)
Organisasi
internasional yang menghimpun organisasi yang menentukan standardisasi di
negaranya masing-masing.
-
ANSI (American National Standars Institute)
Organisasi
yang menentukan standardisasi di USA.
-
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
Organisasi
yang beranggotakan para sarjana listrik secara internasional dan semakin
berperan dalam hal standardisasi.
Adanya
pengolahan data tersebar dan jaringan komputer mengandung arti bahwa aplikasi
dan sistem harus dapat berkomunikasi. Aplikasi berarti program seperti misalnya
fasilitas data base, electronic mail dan lain-lain sedangkan sistem ialah
komputer, terminal dan perangkat keras lainnya. Agar sistem dan aplikasi dapat
berkomunikasi dalam suatu jaringan mereka harus menggunakan ketentuan yang
sama. Dalam komunikasi data ada tata cara atau prosedur yang harus diikuti oleh
dua buah atau lebih sistem komputer yang ingin saling berkomunikasi. Prosedur
ini dikenal sebagai protokol.Protokol komunikasi data didefinisikan sebagai
prosedur dan peraturan yang mengatur operasi peralatan komunikasi data. Secara
garis besar protokol melaksanakan 2 fungsi:
a.
Membangun sambungan antara pengirim dan penerima.
b.
Menyalurkan informasi dengan keandalan yang tinggi.
Sebenarnya
sudah terdapat berbagai macam protokol yang digunakan oleh perusahaan pembuat
peralatan komunikasi atau sistem komputer.Protokol ini pada awalnya
didefinisikan sendiri oleh pabrik tersebut dan dikenal sebagai proprietary
protocol. Protokol semacam ini tidak dapat saling berhubungan karena berbeda
satu sama lain, Untuk mengatasi masalah tersebut ISO bekerja sama dengan
organisasi lain seperti ITU, EIA, dan lain-lain untuk membuat protokol baku
yang dapat diterima oleh semua pihak. Dalam usahanya mengembangkan protokol
komunikasi data yang baru digunakanlah suatu model atau arsitektur jaringan.
Dalam komunikasi antar komputer dikenal beberapa arsitektur jaringan antara
lain model OSI, SNA, TCP/IP, dan lain-lain. Arsitektur jaringan merupakan
sebuah bagan umum yang mengatur bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak
itu dapat membentuk jaringan komputer.Dalam arsitektur jaringan didefinisikan
pembagian fungsi komunikasi, protokol, pembakuan dan format pesan yang harus
dipatuhi perangkat keras maupun lunak sehingga dapat berbagi data, sumber daya
dan program.Arsitektur harus dapat menyediakan berbagai konfigurasi yang dengan
mudah dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.Arsitektur juga memungkinkan
berbagai sistem dipadukan. Arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh ISO ini
dikenal sebagai model OSI (Open Systems Interconnections) 7 Layer. Model 7
layer ini menggunakan layers untuk menentukan berbagai macam fungsi dan operasi
sistim komunikasi data. Model ini sebenarnya tidak menentukan secara sangat
terinci segala aspek dari suatu protokol, tetapi hanya memberikan secara garis
besar batasan suatu protokol untuk memudahkan dan memungkinkan tiap perusahaan
membuat protokolnya sendiri secara terpisah tetapi pada akhirnya masih dapat
saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk hal-hal yang lebih rinci dapat
dipilih standard yang telah dibuat oleh salah satu organisasi tadi dan yang
dapat diterima oleh sebagian besar perusahaan.Model OSI membagi protokol untuk
komunikasi data atas 7 lapisan atau layers. Tiap layer independent tetapi
fungsi dari masing-masing layer tergantung dari keberhasilan operasi layer
sebelumnya. Open system ini bertujuan dapat agar terjalin kerja sama antara
peralatan dari pabrik dan rancangan (design) yang berbeda dalam hal:
a.
Koordinasi berbagai macam kegiatan seperti komunikasi antar proses.
b.
Penyimpanan data
c. Manajemen
dari sumber serta proses
d.
Keandalan dan kamanan (security) dari sistem
e.
Software support
1.
Definisi protocol
Protokol adalah suatu aturan yang mendefinisikan beberapa
fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data,
informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhioleh sisi pengirim (transmitter)
dan sisi penerima (receiver) agar komunikasi dapat berlangsungdengan
benar.Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih
komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.Hal – hal yang harus
dipehatikan dalam protokol adalah sebagai berikut:
·
Syntax,
merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk
mengkodekansinyal.
·
Semantix,
digunakan untuk mengetahui maksud dari infomasi yang dikirim dan
mengoreksikesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
·
Timing,
digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
2.
Fungsi protkol
Secara umum
fungsi protokol adalah sebagai penghubung dalam komunikasi data sehingga proses
penukaran data bisa berjalan dengan baik dan benar.
Fungsi Protokol Secara Khusus
a. Fragmentasi
dan Re-assembly
Pembagian informasi yang dikirim menjadi
beberapa paket data dari sisi pengirim. Jika telah sampai di penerima, paket
data tersebut akan digabungkan menjadi paket berita yang lengkap.
b. Enkapsulasi
Enkapsulasi (Encaptulation) adalah
proses pengiriman data yang dilengkapi dengan alamat, kode-kode koreksi, dan
lain-lain.
c. Kontrol
Konektivitas
Membangun hubungan komunikasi berupa
pengiriman data dan mengakhiri hubungan dari pengirim ke penerima.
d. Flow Control
Fungsi dari Flow Control adalah
sebagai pengatur jalannya data dari pengirim ke penerima.
e. Error
Control
Tugasnya adalah mengontrol
terjadinya kesalahan sewaktu data dikirimkan.
f. Pelayanan
Transmisi
Fungsinya adalah memberikan
pelayanan komunikasi data yang berhubungan dengan prioritas dan keamanan data.
3. PROTOKOL JARINGAN KOMPUTER
Protokol adalah aturan-aturan yang mengatur komunikasi
diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk
didalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode untuk mengakses
sebuah jaringan, topologi fisik, tipe kabel, dan kecepatan transfer data.
ETHERNET
Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection). Metode yang menjelaskan bahwa setiap komputer akan memperhatikan dahulu kondisi dari jalur data (kabel) dalam jaringan sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas, maka komputer akan mentransmisikan datanya, dan sebaliknya jika dalam jaringan ada aktifitas, maka komputer akan menunggu dan akan mencoba untuk kembali mentransmisikan datanya jika keadaan jaringan telah bersih. Kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi data pada saat yang bersamaan, ketika hal ini terjadi, maka masing-masing komputer akan mundur sesaat dan akan menunggu kesempatan secara acak untuk mentransmisikan kembali datanya. Metode ini dikenal dengan nama koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari jaringan. Ethernet digunakan pada topologi Bus, Star, dan Tree. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair, coaxial, dan fiber optic dengan kecepatan transfer data mencapai 10 Mbps.
Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection). Metode yang menjelaskan bahwa setiap komputer akan memperhatikan dahulu kondisi dari jalur data (kabel) dalam jaringan sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas, maka komputer akan mentransmisikan datanya, dan sebaliknya jika dalam jaringan ada aktifitas, maka komputer akan menunggu dan akan mencoba untuk kembali mentransmisikan datanya jika keadaan jaringan telah bersih. Kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi data pada saat yang bersamaan, ketika hal ini terjadi, maka masing-masing komputer akan mundur sesaat dan akan menunggu kesempatan secara acak untuk mentransmisikan kembali datanya. Metode ini dikenal dengan nama koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari jaringan. Ethernet digunakan pada topologi Bus, Star, dan Tree. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair, coaxial, dan fiber optic dengan kecepatan transfer data mencapai 10 Mbps.
LOCALTALK
LocalTalk adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh Apple.Metode yang digunakan adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collisio Avoidance).
LocalTalk adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh Apple.Metode yang digunakan adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collisio Avoidance).
LocalTalk digunakan pada topologi
Bus, Star, dan Tree. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair dengan
kecepatan transfer data hanya mencapai 230 Kbps.
TOKEN RING
Token Ring adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh
IBM.Metode akses yang digunakan adalah token. Sebuah sinyal token akan bergerak
berputar dalam sebuah lingkaran yang berbentuk cincin, dan bergerak dari sebuah
komputer menuju komputer lainnya. Jika dalam persinggahan di salah satu
komputer ternyata ada data yang akan ditransmisikan, maka token tersebut akan
mengangkutnya ke tempat dimana data tersebut ditujukan, dan token akan bergerak
berputar terus untuk saling mengkoneksikan komputer-komputer yang dilaluinya.
Token Ring digunakan pada topologi Star. Data ditransmisikan melalui kabel
twisted pair dan fiber optic dengan kecepatan transfer data mencapai 4 hingga
16 Mbps.
FDDI(Fiber Distributed Data Interface)
FDDI adalah sebuah protokol jaringan yang pada umumnya
digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer, bahkan pada
jarak yang jauh. Metode akses yang digunakan adalah token.FDDI menggunakan dua
buah topologi Ring secara fisik. Proses transmisi biasanya menggunakan satu
buah ring, namun jika ada masalah di salah satu ring, maka secara otomatis akan
menggunakan ring yang kedua. Data ditransmisikan melalui kabel fiber optic
dengan kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps.
ATM (Asynchronous Transfer Mode)
ATM adalah sebuah protokol jaringan yang pada umumnya
digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih LAN. ATM juga banyak dipakai oleh
para ISP (Internet Service Provider) untuk meningkatkan kecepatan konektivitas
akses Internet kliennya. ATM akan mentransmisikan data kedalam satu paket,
dimana protokol lain hanya mentransfer pada besar-kecilnya paket. ATM digunakan
pada topologi Star. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair dan fiber
optic dengan kecepatan transfer data mencapai 155 Mbps bahkan lebih.
Internet Protocol
Internet Protocol (IP) berfungsi
menyampaikan paket data ke alamat yang tepat.Oleh karena itu Internet Protokol
memegang peranan yang sangat penting dari jaringan TCP/IP.Karena semua aplikasi
jaringan TCP/IP pasti bertumpu kepada Internet Protocol agar dapat berjalan
dengan baik.
IP merupakan protokol pada network
layer yang bersifat :
§ Connectionless, yakni setiap paket data yang
dikirim pada suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP
(datagram) akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilalui
oleh datagram tersebut. Hal ini memungkinkan keseluruhan datagram tiba di
tempat tujuan dalam urutan yang berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.
§ Unreliable atau ketidakandalan yakni Protokol
IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya
akan melakukan best effort delivery yakni
melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket yang dikirim tersebut sampai ke
tujuan.
Suatu datagram bisa saja tidak
sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal berikut:
§ Adanya bit error pada saat pentransmisian datagram pada suatu medium
§ Router yang dilewati mendiscard datagram karena terjadinya
kongesti dan kekurangan ruang memori buffer
§ Putusnya rute ke tujuan untuk
sementara waktu akibat adanya router
yang down
Terjadinya kekacauan routing, sehingga datagram mengalami looping
IP juga didesain untuk dapat
melewati berbagai media komunikasi yang memiliki karakteristik dan kecepatan
yang berbeda-beda. Pada jaringan Ethernet,
panjang satu datagram akan lebih besar dari panjang datagram pada jaringan
publik yang menggunakan media jaringan telepon, atau pada jaringan wireless. Perbedaan ini semata-mata
untuk mencapai throughput yang baik
pada setiap media.Pada umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada
media tersebut, semakin besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat
dari perbedaan ini, datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah
dari media kecepatan tinggi ke kecepatan rendah (misalnya dari LAN Ethernet 10 Mbps ke leased line
menggunakan Point-to-Point Protocol
dengan kecepatan 64 kbps). Pada router/host
penerima, datagram yang ter-fragmen ini
harus disatukan kembali sebelum diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host tujuan. Hal ini menambah waktu
pemrosesan pada router dan
menyebabkan delay.
Seluruh sifat yang diuraikan
pada di atas adalah akibat adanya sisi
efisiensi protokol yang dikorbankan sebagai konsekuensi dari keunggulan
protokol IP. Keunggulan ini berupa kemampuan menggabungkan berbagai media
komunikasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, fleksibel dengan
perkembangan jaringan, dapat merubah routing
secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan, dsb.Misalnya, untuk dapat
merubah routing secara dinamis,
dipilih mekanisme routing yang
ditentukan oleh kondisi jaringan dan elemen-elemen jaringan (router). Selain itu, proses routing juga harus dilakukan untuk
setiap datagram, tidak hanya pada permulaan hubungan. Marilah kita perhatikan
struktur header dari protokol IP
beserta fungsinya masing-masing.
Setiap protokol memiliki bit-bit
ekstra diluar informasi/data yang dibawanya.Selain informasi, bit-bit ini juga
berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi efisiensi, semakin besar jumlah bit
ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi komunikasi yang berjalan. Sebaliknya
semakin kecil jumlah bit ekstra ini, semakin tinggi efisiensi komunikasi yang
berjalan. Disinilah dilakukan trade-off
antara keandalan datagram dan efisiensi.Sebagai contoh, agar datagram IP dapat
menemukan tujuannya, diperlukan informasi tambahan yang harus dicantumkan pada header ini.Struktur header datagram protokol IP dapat dilihat pada gambar berikut.
B. Model Osi Layer
1.Pengertian Model Osi Layer
Pengertian model OSI (Open System
Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer,
yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.
OSI
dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for
Standardization) pada tahun 1977.
Model
ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model).
Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer.
Masalah
utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena
mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi
ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu
arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI)
model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari
vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7
layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute
of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
|
7th
|
- Layer
: Application
|
Services
|
|
6th
|
- Layer
: Presentation
|
Services
|
|
5th
|
- Layer
: Session
|
Communications
|
|
4th
|
- Layer
: Transport
|
Communications
|
|
3rd
|
- Layer
: Network
|
Communications
|
|
2nd
|
- Layer
: Data-link
|
Physical
connections
|
|
1st
|
- Layer
: Physical
|
Physical
connections
|
Tabel
MODEL OSI
Layer-layer
tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak
membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih
cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat
menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain,
dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan
layer Application
Model
referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking
adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan
International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977.
OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini
disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).
üModel Referensi OSI
- Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain.
- Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer
ü Karakteristik Lapisan OSI
- model referensi OSI dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah
- Lapisan atas dari model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada software.
- Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data.
Lapisan
atas
Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi saling berinteraksi proses dengan software aplikasi yang berisi sebuah komponen komunikasi.
Lapisan bawah
Di bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai dari layer terbawah
Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan
Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi saling berinteraksi proses dengan software aplikasi yang berisi sebuah komponen komunikasi.
Lapisan bawah
Di bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai dari layer terbawah
Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan
PhysicalData
LinkNetworkLapisan Bawah
Data
Transport
Transport
Session
Presentation
Lapisan
Atas
Application
Application
2. Definisi
masing-masing Layer pada model OSI
Application
adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya
bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai
antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan.
Mengatur
bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan
kesalahan.Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
Presentation berfungsi
untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam
format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol
yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector
software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga
Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop
Protokol (RDP).
Session Berfungsi
untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau
dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Transport Berfungsi
untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke
paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah
diterima.
Selain
itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan
sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang
hilang di tengah jalan.
Network Berfungsi
untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket,
dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan
menggunakan router dan switch layer3.
Data Link Befungsi
untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang
disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi
kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya
Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana
perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2
beroperasi.
Spesifikasi
IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan
Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI,
berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan,
sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token
Ring), topologi jaringan dan pengabelan.
Selain
itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat
berinteraksi dengan media kabel atau radio.
3. FUNGSI LAYER
1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling
sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data
biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan,
sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer
Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada
layer ini.
2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas”
dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih
nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih
high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari
yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer
physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network.
Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah
protocol pada layer Data-link.
3. Layer Network
Tugas utama dari layer network
adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari
segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP,
Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti
IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol
menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware
Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware.
Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network
- Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
- Mendeteksi Error
- Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
- Mengendalikan aliran
4. Layer Transport
Layer transport data, menggunakan
protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini
digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer
transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang
reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan
multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
5. Layer Session
Layer Session, sesuai dengan
namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan
berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer
diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang
diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface
dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer
presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface),
suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft
networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream
Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript
untuk akses pada jaringan AppleTalk.
6. Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI
melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax
sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan
konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang
perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh
layer ini.
7. Layer Application
Layer ini adalah yang paling
“cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama
seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application
adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan
resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah
layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP,
HTTP, POP3 berada pada layer Application.
KOMPONEN
JARINGAN DAN PROTOKOL LAYER
- Layer 1 – Physical
|
Network
components:
|
Protocols:
|
2
Layer 2 – Datalink
|
Network
components:
|
Protocols:
Media
Access Control:
Communicates
with the adapter card
Controls
the type of media being used:
Logical
Link Control
802.2
Logical Link Control
|
3. Layer 3 (Network)
|
Network
components:
|
Protocols:
|
4. Layer 4 – Transport
|
Network
components:
|
Protocols:
|
5. Layer 5 – Session
|
Network
components:
|
Protocols:
|
- Layer 6 – Presentation
|
Network
components:
|
Protocols:
|
- Layer 7 – Application
|
Network
components:
|
Protocols:
|
MODEL 7 LAYER
OSI
mendefinisikan sistem sebagai himpunan dari satu atau lebih komputer beserta
software, terminal, operator, proses, alat penyalur informasi lainnya yang
dapat melaksanakan pengolahan dan penyaluran informasi. Konsep layer merupakan
bentuk dasar yang dipakai dalam model OSI. Tiap sistem dalam model OSI dianggap
terdiri atas beberapa subsistem yang terdefinisi dan diklasifikasi menurut
fungsinya. Dikenal 7 layer:
Layer
7 Application Layer
Layer
6 Presentation Layer
Layer
5 Session Layer
Layer
4 Transport Layer
Layer
3 Network Layer
Layer
2 Data Link Layer
Layer
1 Physical Layer
Layer
tertentu di pengirim hanya perlu berhubungan dengan layer yang sama di penerima
(jadi misalnya transport layer penerima hanya berhubungan dengan transport
layer pengirim) disamping berhubungan dengan layer di atas dan di bawah di
tempat di mana layer tersebut berada (jadi transport layer berhubungan dengan
session layer di atasnya dan network layer di bawahnya, tetapi semuanya di
penerima misalnya). Keuntungan dari bentuk Layer :
·
Bilamana jumlah layer yang dipakai
sedikit integrasi dari layer-layer yang ada mudah dan jelas dan interaksi antar
layer dapat diperkecil. Perubahan jenis sambungan fisik tidak mempengaruhi
jaringan dan layer di atasnya.
·
Pengendalian komunikasi dalam bentuk
layer menambah overhead karena tiap layer berkomunikasi dengan lawannya melalui
header, tetapi layer lebih mudah
administrasi
dan standardisasinya. Walaupun protokolnya kompleks tetapi fungsi tiap layer
dapat dimodularisasikan sehingga mudah ditanggulangi.
·
Kendali dengan layer memungkinkan
komunikasi antar peralatan buatan berbagai pabrik. Standardisasi paling banyak
berlaku pada layer yang rendah dan makin berkurang pada layer atas. Layer
application hampir tidak ada standardisasi.
·
Tujuan model OSI ialah membuat kerangka
agar sistem atau jaringan yang mengikutinya dapat saling tukar informasi
(pesan, paket dan address), sehingga tidak bergantung pada merk dan model
komputer atau peralatan lainnya.
·
Tiga layer pertama merupakan interface
antara terminal dan jaringan yang dipakai bersama, dan empat terakhir
menggambarkan hubungan end-to end antara perangkat lunak.
·
Antar layer berlainan terdapat interace,
sedangkan antar layer yang sama terdapat protokol.
Physical Layer
Operasi
yang berkaitan dengan medium fisik misalnya modem, kabel, saluran transmisi,
dan sebagainya.Menentukan fungsi dan karakteristik mekanik maupun sinyal
listrik yang diperlukan untuk membentuk, menjaga dan melepaskan serta mengatur
sambungan fisik antara nodes dalam jaringan. Layer ini berperan dalam hal
transmisi tiap bit data antar peralatan seperti memberikan standardisasi
penggunaan pin dari connector DTE dan DCE, ketentuan mengaktifkan, menjaga dan
memutuskan sambungan fisik, mendefinisikan fungsi dan prosedur dari interface
ke saluran fisik. Pada layer ini disepakati bentuk connector, arti dan fungsi
pin yang digunakan. Contoh: Standard RS-232-C, RS-442, RS-449, ITU-T V.24, dan
sebagainya.
Data Link Layer:
Layer
ini yang mengatur hubungan antara pengirim dan penerima sedemikian rupa sehingga
keduanya saling mengenal dan berkomunikasi.Layer ini juga menjamin agar data
atau informasi yang dikirimkan sampai di tempat tujuan dalam keadaan
baik.Sambungan data ialah sambungan fisik antara 2 station untuk mempertukarkan
data.Layer ini mendefinisikan prosedur formal bagi pengiriman dan penerimaan
bebas dari kesalahan yaitu protokol yang harus diikuti oleh komputer untuk
mengakses jaringan guna mengirimkan dan menerima pesan.Ketentuan untuk
menduduki media fisik dan mengendalikan penggunaannya disebut sebagai link
handler atau link control procedure.Layer ini menerima paket, membuat data
frame, dan mengolah konfirmasi dari penerima. Informasi dikirimkan ke jaringan
dalam bentuk frame yang sesuai dengan protokol yang dipergunakan. Bilamana
perlu pada frame terdapat address lokal yang umumnya mempunyai kaitan dengan
perangkat keras. Proses pertukaran pesan dalam bentuk frame ini akan dilakukan
dalam rangka penyelenggaraaan hubungan komunikasi antar perangkat komunikasi
data dengan mengikuti protokol yang telah ditentukan seperti misalnya Ethernet
HDLC, SDLC, dan lain-lain. Kegiatan ini hanya dapat berlangsung bilamana telah
terjadi sinkronisasi data yaitu dengan jalan mengenali frame yang diterima.
Frame mengandung flag dan header agar dapat dikenali dengan tepat. Contoh
format data frame:
Gambar
Frame Data
Supaya data link
dapat diandalkan protokol memungkinkan pengiriman data tanpa kesalahan dengan
jalan mengadakan error control yaitu mendeteksi dan memperbaikinya sehingga
user mendapatkan data yang bebas dari error. Protokol pada layer ini menentukan
cara mengkonfirmasi diterimanya frame. Perbaikan errur biasanya dilakukan
dengan meminta pengiriman frame yang hilang atau terganggu logiknya. Kalau data
masukan ke layer ini terlalu besar ia akan dipecahkan menjadi beberapa frame.
Network Layer:
Layer
ini menerima paket dari layer Transport dan mengendalikan aliran packet untuk
mebawanya ke penerima melalui data link layer. Network layer ini menentukan
jalan yang harus ditempuh oleh paket yang berisikan data atau informasi yang
dikirimkan berdasarkan ketentuan atau fasilitas yang dikehendaki oleh layer
Transport. Paket yang datang dari Transport layer dikirimkan melalui jalur yang
tepat. Routing dan switching yang perlu untuk mencapai tujuannya dilakukan
disini.Layer ini mengetahui konfigurasi dari network dan karakteristik dari
perangkat, sehingga kongesti pada jaringan dapat dihindari dengan melakukan
routing data ke node yang dapat melewatkannya ke tujuan akhirnya.Jaringan
komputer beroperasi dengan teknik packet switching yang menggunakan rangkaian
semu (virtual circuit) yang diciptakan untuk aliran packet antara 2 sistem
komputer.Konfigurasi rangkaian dapat berubah secara dinamik dengan kendali
komputer pada node yang bekerja sebagai packet switch.Ia mengendalikan aliran
paket dan dapat mengatasi kongesti dengan jalan menghindarinya dan melalukan
paket ke node yang dapat membawanya ke tujuan akhir. Paket akan diperiksa
alamatnya agar dapat tiba di tujuannya dengan jalan mengarahkannya ke tempat
yang benar. Node dalam jaringan akan mendefinisikan bagaimana packets
disalurkan (routed) dalam jaringan, mengatur aliran paket dan mendefinisikan
bagaimana pesan tentang status sambungan dikirim ke komputer pada jaringan.
Transport Layer:
Layer
Transport memberikan pelayanan transport kepada session dan layer atas lain
dengan jalan mengatur bagaimana data atau informasi itu akan dibawa ke tempat
tujuan termasuk juga menjamin kualitas dari layanan pengiriman data tersebut
dengan memilih fasilitas pengiriman melalui sistem transmisi yang sebaik
mungkin. Data yang sedang dipertukarkan antara 2 session akan dikirim secara
transparan. Multiplexing pesan dapat dilakukan untuk efisiensi sambungan karena
pesan tersebut dapat disalurkan melalui satu saluran secara bersama-sama.
Transport layer memberikan kendali end to end sehingga dapat keandalannya
tinggi.; pelayanan yang diberikan akan baku apapun karakteristik jaringannya.
Fungsi ini dicapai dengan berkomunikasi melalui message header dan control
message dengan transport layer dari sistem lawan. Transport layer akan melakukan:
·
Pemecahan pesan dalam paket dan
merakitnya kembali di tempat tujuan.
·
Kendali aliran pada paket
Session Layer:
Layer
yang bertanggung jawab dalam mengatur bagaimana pelaksanaan pertukaran
informasi antar 2 end user dilakukan, mengatur agar dua aplikasi yang hendak
tukar menukar informasi dapat terjadi termasuk juga masalah sinkronisasi antara
pengirim dengan penerima. Ketentuan-ketentuan untuk suatu session ditentukan
dalam layer ini seperti bagaimana hubungan antar end user dibangun dan
bagaimana keabsahan pihak yang bersangkutan diperiksa seperti melalui password
atau ketentuan lain. Integritas hubungan dijaga dan pertukaran informasi
dikendalikan dengan melakukan pemeriksaan password tadi, disamping menentukan
apakah digunakan sambungan full atau half duplex, bagaimana memulai atau
mengakhiri suatu session.Ia juga menjaga terhadap kemungkinan beberapa pemakai
ingin mengakses proses yang sama atau sebuah session dapat menginterupsi
session lain. Session layer mengendalikan dan memeriksa kelanjutan suatu dialog
seperti bagaimana mengembalikan sambungan yang terputus karena gangguan.
Session akan dipertahankan selama fase pengiriman data. Kendali dari session
biasanya diatur oleh pengelola jaringan, dan sekali user memilih menggunakan
jaringan itu maka protokol session pemilik jaringan tersebut harus dipatuhi.
Jelasnya layer ini bertugas menciptakan, menjaga dan memutuskan hubungan logik
untuk mengirimkan data antar proses aplikasi. Dalam session layer identifikasi
yang berlaku untuk jaringan ini akan diberikan pada end user. Session tiap end
user diberi nama atau address menurut aturan (konvensi) yang berlaku. End user
tahu akan adanya pasangannya pada session ini dan Session layer akan mengetahui
identitas dari pasanagan yang melakukan komunikasi namun ia tidak mengetahui
lokasi dalam jaringan. Layer ini juga bekerja sebagai layer mengorganisasikan
data ke dalam struktur logik untuk sinkronisasi ke bawah. Session layer ini
berfungsi sebagai interface konseptual ke transport layer untuk aplikasi
misalnya dengan memperkenankan dipergunakannya nama perangkat dan tanpa perlu
mengetahui address perangkat tersebut dalam jaringan. Layer ini merubah address user ke bentuk yang
diperlukan oleh transport layer. Secara singkat dapat dikatakan bahwa session
layer harus mengusahakan agar suatu session teratur dengan jalan:
·
memeriksa urutan berita kalau layer di
bawahnya tidak memberi jaminan dalam hal penyampaian dan urutan.
·
menghubungkan berita dan tanggapan
atasnya seperti misalnya pemakaian nomor urut.
·
mengendalikan cara percakapan
dilaksanakan yaitu aturan untuk dialog.
Presentation
layer:
Layer
ini mengatur supaya data yang dipertukarkan atau dikirimkan ke application
layer atau end user bentuknya dapat di mengerti olehnya. Pertukaran data antar
end user harus transparan yaitu user tidak perlu menyadari adanya jaringan yang
ikut berperan serta dalam proses. Tranparansi ini akan disediakan oleh
presentation layer sehingga baik perangkat maupun sistem yang menggunakan data
format yang berlainan dapat saling berkomunikasi. Tugas ini menyangkut hal yang
berkaitan dengan penyajian data dalam sebuah pesan (message) seperti konversi
sandi, kompresi dan ekspansi data, penggunaan tata letak (lay-out) baku untuk
terminal (display atau printer). Layer ini akan menafsirkan data atau karakter
yang mengalir antar proses selama suatu session. Bila dibutuhkan encryption ia
akan menyediakannya, demikian pula bila diinginkan data compression dan
sebagainya sehingga dapat dikatakan ia merupakan layer penerjemah yang mengatur
komposisi data. Data yang diterima dari node lain diubah ke dalam bentuk yang
berlaku pada node ini, sehingga dapat disajikan dengan benar. Pada layer ini
terjadi konversi data ke dalam bentuk umum yang dapat diterapkan untuk
mengirimkan data dan sebaliknya data yang diterima harus dikonversi dalam
bentuk yang dapat dipakai aplikasi bersangkutan. Salah satu konsep yang
bermanfaat bagi kayer ini adalah konsep Virtual Terminal. Virtual Terminal
mendefinisikan suatu Terminal baku dengan karakteristik spefisik. End user
dapat memilih terminal standard ini dan nantinya layer ini akan mengubahnya
menjadi bentuk yang sesuai dengan kebutuhan end user tersebut. Standard
terminal yang digunakan harus dipilih melalui protokol yang telah
disetujui.Dengan adanya presentation layer karakteristik tiap end user tidak
saling mempengaruhi.
Application
Layer:
Proses
aplikasi merupakan elemen dalam sistem yang melakukan pengolahan informasi
untuk pemakaian tertentu (misalnya transaksi melalui Internet, pengiriman file,
surat elektronik dan sebagainya). Model OSI tidak mengatur proses di dalam
komputer yaitu proses aplikasi akan tetapi proses pertukaran informasi antara 2
sistem yang mengikuti model OSI dan layer yang bertanggung jawab ialah
Application Layer. Layer teratas inilah yang mengatur segala sesuatu yang
berhubungan dengan pertukaran data atau informasi antara pemakai, software
aplikasi atau peralataan suatu sistem komputer. Sebetulnya layer inilah yang
langsung dirasakan manfaatnya oleh pemakai sistem komputer. Di dalam
pelaksanaannya jelas layer ini menggunakan bantuan layer di bawahnya untuk
memungkinkan pertukaran informasi tadi. Pemakai akhir (End user) tidaklah harus
manusia tetapi dapat juga program aplikasi lain. End user juga dikenal sebagai
sebagai proses. Proses ini berada pada layer yang paling atas yaitu application
layer. Application layer menentukan data apa yang harus diterima dari end user
tetapi tidak perlu diketahui secara terinci bagaimana hal ini dikerjakan. Layer
paling atas merupakan layer yang sering berinteraksi dengan manusia. Semua
informasi sebenarnya mulai dan masuk dari sini karena padanya terdapat semua
sumber data yang akan dikirim dan pada sisi lawan layer yang sama terdapat
penerima sebagai tujuan dari informasi. Dalam mengatur pertukaran informasi
antar end user (baik berupa proses aplikasi ataupun perangkat keras), informasi
yang harus diterima oleh end user tersebut telah ditentukan, akan tetapi cara
memperolehnya tidak perlu diketahui secara rinci. Untuk tiap aplikasi mempunyai
kebutuhannya yang khusus sehingga tidak ada pembakuan (standardisasi) tunggal.
Tiap aplikasi mempunyai protokol yang berbeda untuk seperti misanya FTP dan
FTAM untuk aplikasi yang berkaitan dengan file, SNMP atau CMIP untuk aplikasi
manajemen jaringan, dan sebagainya.
Layer 1 sampai
dengan 4 memberikan transfer service, karena keempat layer ini menyalurkan atau
memindahkan pesan (message) dari satu tempat ke tempat yang lain; sedangkan
layer 5 sampai dengan 7 disebut user layer karena layer-layer ini memberikan access
untuk mendapatkan dan mengirimkan data melalui jaringan. Walaupun model ini
dipatuhi namun tidak menjamin terjadinya komunikasi antar proses. Tiap-tiap
layer mendefinisikan sejumlah fungsi dan layanan yang ada dalam protokol.
Protokol pada layer atas tidak bergantung pada jaringan, sedangkan pada layer
di bawah bergantung pada jaringan (misalnya pada data link layer dikenal
berbagai protokol seperti HDLC, dan sebagainya).Protokol standard untuk layer 1
dan 2 sudah ada, sedangkan layer di atasnya masih terbatas walaupun telah
berkembang cukup pesat.
MODEL
SNA
Selain
model OSI terdapat beberapa arsitektur jaringan lain yang telah ada sebelumnya
dan telah banyak dipakai. Arsitektur jaringan ini umumnya merupakan arsitektur
yang berkaitan erat dengan produk pabrikan tertentu.Salah satu arsitektur
jaringan yang cukup berpengaruh dan telah banyak dipakai ialah SNA (Systems
Network Architecture) yang merupakan arsitektur jaringan sistem komputer IBM.
Gambar OSI dan
SNA
Dalam
usaha membuat jaringan transparan bagi pemakai jasa, SNA menyediakan segala
fungsi kendali dan fungsi pengelolaan.Fungsi ini dipecah-pecah menjadi beberapa
layer. Tiap layer mempunyai tugas layanannya sendiri-sendiri. SNA juga
mempunyai 7 layer yang utama yaitu:
-
Transaction Services
-
Presentation Services
-
Data Flow Control
-
Transmission Control
-
Path Control
-
Data Link Control
-
Physical Control
Physical
Control:
Mirip
dengan Physical Layer dari OSI yaitu memberikan ketentuan tentang sambungan
fisik. SNA memberikan ketentuan interface serial dan paralel. Paralel digunakan
untuk sambungan dengan kecepatan tinggi seperti antara main frame dengan Front
End Processor.
Data Link
Control:
Sebanding
dengan Data Link Layer pada OSI yaitu memungkinkan penyaluran data secara andal
melalui saluran fisik.Tugas utama mendeteksi dan memperbaiki kesalahan
transmisi yang terjadi.Untuk hubungan serial protokol yang ditentukan ialah
SDLC, sedangkan hubungan paralel dengan kecepatan tinggi ialah Data Channel
Protocol S/370.
Path Control:
Fungsi
utamanya ialah melakukan routing dan kendali aliran . Bertanggung jawab untuk
membentuk sebuah kanal logik (logical channel) antara sumber dan penerima yang
masing-masing diacu sebagai NAU (Network Adressable Unit) yaitu besaran tingkat
aplikasi yang dapat dipanggil dan mampu melakukan tukar menukar data dengan
besaran lain.
Transmission
Control
Mirip
dengan layer 4 dari model OSI. Layer ini bertanggung jawab dalam membuat,
menjaga dan menghentikan session SNA dengan mengikuti status dari session yang
berjalan.Layer ini juga mengendalikan aliran data yang membentuk sebuah message
yang dikirim agar diterima dengan urutan yang benar. Sebuah session setara
dengan sebuah transport connection dari OSI. Layer ini dapat membentuk sebuah
session sebagai tanggapan atas permintaan dari layer yang lebih tinggi, proses
aplikasi atau untuk keperluan kendalinya sendiri. Transmission control tidak
hanya mengalihkan sebuah pesan dalam menanggapi permintaan layer kendali
transfer tapi juga langsung dari end user. Semua pesan yang dialihkan melewati
jaringan membawa informasi kendali protokol yang dibangkitkan oleh connection
point manager dari transmission control layer. Informasi kendali protokol
digunakan untuk:
§ menentukan
alamat yang dituju (dalam layer atau LU,layer lain)
§ menerapkan
kendali aliran dan kendali lain pada LU yang dipertukarkan antar 2 LU.
Data Flow
control
Mirip
dengan layer 5 dari OSI.Terlihat di sini bahwa manajemen session pada SNA
terbagi dalam 2 layer yaitu Transmission Control yang berorientasi pada
transmisi dan Data Flow Control yang berorientasi pada pemakai akhir. Layer ini
bertanggung jawab dalam memberikan layanan yang berkaitan dengan session yang
diperlukan oleh proses, terminal dan user.
Presentation
Service:
Layer
ini tadinya dipandang sebagai bagian suatu layer yang disebut FM (Function
Management) layer.FM adalah himpunan fungsi dan layanan yang disediakan bagi
pemakai akhir. FM sekarang dipecah menjadi 2 layer yaitu Presentation Services
dan Transaction Services
Transaction Services:
Menyediakan
manajemen jaringan (network management services) dengan fungsi-fungsi seperti :
§ Layanan
Konfigurasi
memungkinkan
seorang operator memulai atau melakukan konfigurasi kembali jaringan
§ Layanan
Operator Jaringan
mendapatkan
informasi statistik jaringan, komunikasi antara pemakai dan proses ke operator
jaringan.
§ Layanan
Session
mendukung
pengaktifan sebuah session atas nama pemakai akhir dan aplikasi. Ini merupakan
interface antara user ke tranmission control
§ Layanan
Perawatan dan Pengelolaan
menyediakan
fasilitas pengujian jaringan dan membantu dalam melokalisasi gangguan
Kalau SNA
dibandingkan dengan OSI maka terlihat bahwa Function Management layer sama
dengan kombinasi sebagian Appplication layer dan seluruh Presentation layer,
Data Flow Control analog dengan Session layer dan Transmission Control analog
dengan Transport layer.
sNetwork
Access layer
Bertugas dalam aspek pengalihan
data ke dalam jaringan, yaitu bagaimana paket dapat masuk ke dalam jaringan
melalui sambungan fisik (saluran komunikasi) atau media yang tersedia.Paket
dari layer atas dikirimkan ke perangkat keras yang tersambung ke media
transmisi. Layer ini berkaitan erat dengan Layer Physical dan Layer Data link
dari model OSI. Pada layer ini telah tersedia berbagai protokol yaitu X.25,
Frame Relay, Ethernet, dan sebagainya. Pada tiap Router (Gateway) protokol
network access akan melakukan enkapsulasi ke dalam format paket atau frame dari
interface jaringan fisik tersebut. Layer ini berkaitan erat dengan teknologi
yang digunakan oleh media transmisi.
Internetworking
layer
Berperan
dalam pengalihan informasi melalui jaringan, sering disebut sebagai Internet
Layer. Mirip dengan layer network pada model OSI, layer ini menerima paket dari
transport layer yang enkapsulasi sebagai paket IP. Keunggulan utama dari IP
ialah adanya pengalamatan yang unik dan didukung oleh semua pihak secara
global. Pemberian alamat jaringan (network address) maupun address global yang
unik bagi tiap komputer yang tersambung pada Internet merupakan tugas layer
internet ini demikian pula routing dan pengendalian kongesti. IP menggunakan hierarchical address yang
banyaknya terbatas dan terdiri atas 4 oktet.Alamat terdiri atas 2 bagian yaitu
Network ID dan Host ID. Untuk memudahkan penentuan alamat, arsitektur ini
mendukung penggunaan nama untuk mengidentifikasi komputer pada jaringan yang
mempunyai alamat IP. Untuk memudahkan penentuan alamat, model TCP/IP ini
mendukung penggunaan nama untuk mengidentifikasi komputer pada jaringan yang
mempunyai alamat IP. Atas dasar informasi address tujuan, maka digunakan
routing algoritma untuk menentukan apakah paket dikirimkan ke gateway atau
tetap sebagai paket lokal. Paket IP disebut datagram dan setiap paket mempunyai
kemungkinan menyeberangi jaringan melalui jalur yang berbeda. Router merupakan
perangkat yang menyalurkan paket IP ke dalam jaringan untuk kebutuhan
internetworking.. Pengiriman paket dari berbagai user akan dimultipleks secara
statistical oleh router. Saluran komunikasi akanmenghubungkan router yang
tersambung pada jaringan atau dan Internet sehingga paket IP dapat mencapai
tujuannya. Layer ini memberikan layanan yang disebut sebagai best-effort.
Layanan best effort tidak memberikan
jaminan mengenai hasil dari penyaluran informasi seperti waktu tunda, paket
yang hilang, urutan, keandalan paket dan sebagaimnya. IP membuat agar operasi
dalam jaringan sederhana dan tidak membebani router yang bertanggung jawab
dalam menyalurkan paket secepat mungkin ke dalam jaringan. Hal-hal lain yang
berkaitan dengan keandalan akan diberikan kepada layer lebih tinggi. Selain IP
beberapa protokol lain yang termasuk pada layer ini adalah ICMP, IGMP, ARP, dan
RARP
Host
to Host Layer (Transport layer)
Menerima
data dari application layer dan mengatur aliran informasi antara 2 pihak yang
berhubungan.Layer ini juga membagi data yang diterima dari Application Layer
menjadi paket yang lebih kecil. Protokol yang termasuk pada layer ini ialah
Transmission Control Protocol (TCP) yang memberikan layanan handal secara
connection oriented dan yang kedua adalah User Datagram Protocol (UDP)
memberikan layanan connectionless transfer secara best effort. Untuk memberikan
jaminan kualitas jaringan (Quality of Service) digunakan TCP.TCP memberikan
kemungkinan penyampaian informasi dengan keandalan yang sangat tinggi. Secara
fungsional TCP setara dengan layer Transport Layer dari model OSI. TCP
digunakan bilamana aplikasi memerlukan penyampaian informasi secara handal dan
juga menurut urutan yang tepat. TCP akan memberikan pengalihan informasi yang
handal dengan menggunalan layanan connectionless dari IP. TCP akan berperan
secara end to end yaitu antara pengirim dan penerima dengan memberikan kendali
kesalahan (error control) dan kendali aliran (flow control).
Application
layer
Application
layer berfungsi mirip dengan tiga layer atas dari model OSI yaitu layer
Session, Presentation dan Application. Application layer memberikan layanan
yang dapat digunakan oleh aplikasi lain seperti misalnya Remote Login (TELNET),
e-mail (SMTP), manajemen jaringan (SNMP) dan sebagainya. Selain dari aplikasi
di atas terdapat aplikasi lain yang berkaitan erat dengan Internet seperti
HTTP, DHCP, DNS dan sebagainya.
Sejarah TCP/IP dimulainya dari
lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA
(Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969.Sementara itu
ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu
tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak.Oleh karena itu
DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP.Ia
diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan proses konversi,
DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam
BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP..Pada awalnya
internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol
(IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah
berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan.Internet
digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling
dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima
luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan
ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun
dari TCP/IP, yaitu :
Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol
terbuka sehingga tersedia secara luas.Semua
orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan
protokol ini.Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat,
terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi
jaringan.
Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi
jaringan tertentu
sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya
Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat
mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan,
walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide
Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet)
akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang
memungkinkan diterapkan pada internetwork.
Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer,
terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer
) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO
(International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk
arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection( OSI ). Standard ini terdiri dari 7
lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam
TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb :
Perbandingan
Arsitektur OSI dan TCP/IP
Walaupun jumlahnya berbeda, namun
semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur
TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb
:
Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan
terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan,
arus, dsb.Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada
jaringan yang bersangkutan.TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat
mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang
berbeda-beda.
NetworkAccessLayer mempunyai fungsi yang mirip
dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data
frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal.Lapisan ini
biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang
ditransmisikan.Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah
X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan
Paket Radio dsb.
InternetLayermendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua
pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas
puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk
menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun
berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam
mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet).
Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
§ Addressing, yakni melengkapi setiap datagram
dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal
dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada
pada level ini (software), maka
jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
§ Routing, yakni menentukan ke mana datagram
akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi
terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing
sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap
paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada
jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari
penerima ke tujuan.
TransportLayer mendefinisikan cara-cara untuk
melakukan pengiriman data antara end to
end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima
pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim.
Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
§ FlowControl. Pengiriman data yang telah dipecah
menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak
sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam
menerima data.
§ Error
Detection. Pengirimdan penerima juga
melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa
data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket
data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim
akan mengirim ulang paket data yang
mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berartii.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau
User Datagram Protocol( UDP ).
TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang
membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP
digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan
tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error
detection dan bersifat connection
oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol.Untuk beberapa hal
yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih
menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database
yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat
sensitif terhadap delay seperti video
conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar
atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika
terdapat delay yang cukup berarti.
ApplicationLayer merupakan lapisan terakhir dalam
arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang
dijalankan pada jaringan.Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini,
sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah
SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol
) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer
file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)
untuk aplikasi web, NNTP (Network News
Transfer Protocol) untuk distribusi
news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol
TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.
C. Physical
Layer
Physical layer merupakan layer
terendah dalam jaringan komputer pada OSI Model. Physical layer terdiri dari
teknologi-teknologi transmisi data yang ada pada hardware. Layer ini merupakan
fundamental dalam struktur data logikal pada sebuah jaringan. Karena ada banyak
sekali teknologi hardware dengan karakteristik yang berbeda di pasaran, layer
ini juga merupakan layer yang paling kompleks dalam OSI Model.
Secara nyata, physical layer adalah
layer yang mentransmisikan bit data secara nyata pada cabang jaringan yang
saling terkoneksikan lewat physical link. Aliran bit data dapat dikelompokkan
menjadi kode dalam format words atau simbol, dan kemudian dikonversi menjadi
physical signal yang ditransmisikan melalui media hardware. Physical layer
menyediakan interface elektrik, mekanik, maupun prosedural untuk media
transmisi. Sifat dan bentuk dari konektor elektrik, frekuensi yang dipancarkan,
dan skema modulasi dispesifikasikan di layer ini.
Dalam arsitektur jaringan OSI,
physical layer menerjemahkan permintaan komunikasi dari data link layer pada
operasi hardware untuk mentransmisikan dan menerima sinyal elektronik.
1.Fungsi-fungsi utama yang dilakukan
pada physical layer antara lain:
- Pengantaran data bit-by-bit atau symbol-by-symbol
- Menyediakan interface yang terstandarisasi untuk media transmisi physical
- Sinkronisasi bit dalam synchronous serial communication
- Start-stop signalling dan flow control dalam asynchronous serial communication
- Multiplexing, untuk koneksi dengan circuit switched
- Carrier sense dan collision detection yang disediakan oleh beberapa multiple access protocols level 2
- Equalization filtering, training sequences, pulse shaping dan pemrosesan physical signal lainnya
Protokol pada physical layer antara
lain:
- Modem jaringan telepon – V.92
- IRDA Physical Layer
- USB Physical Layer
- EIA RS-232, EIA-422, EIA-423, RS-449, RS-485
- Ethernet physical layer, termasuk 10BASE-T, 10BASE2, 10BASE5, 100BASE-TX, 100BASE-FX, 100BASE-T, 1000BASE-T, 1000BASE-SX
- 802.11 Wi-Fi Physical Layers
- DSL
- ISDN
- SONET/SDH
- Optical Transport Network (OTN)
- GSM Um radio interface physical layer
- Bluetooth Physical Layer
- Firewire
- TransferJet Physical Layer
- Etherloop
- ARINC 818 Avionics Digital Video Bus
- G.hn/G.9960 Physical Layer
- Controller Area Network (CAN) Physical Layer
Hardware pada physical layer antara
lain:
- Network adapter
- Repeater
- Network hub
- Modem
Fiber Media Converter
2. Pengertian
Physical Layer
Lapisan ini
berhubungan dengan masalah listrik, prosedural, mengaktifkan, menjaga, dan
menonaktifkan
hubungan fisik. Lapisan ini juga berhubungan dengan tingkatan karakter
voltase, waktu
perubahan voltase, jarak maksimal transmisi, konektor fisik, dan hal-hal lain
yang berhubungan
dengan fisik.
Perangkat yang
beroperasi di layer ini adalah hub, repeater, network adapter/network
interface card,
dan host bus adapter (digunakan di storage area network)
Gambar. 1:
Physical Layer
Gambar. 2:
Protocol Data Unit
Gambar. 2
menunjukkan proses perubahan data saat melalui lapisan-lapisan OSI, dimana
setiap lapisan
memiliki PDU-nya masing-masing. PDU atau Prorocol Data Unit adalah
struktur data
pada suatu lapisan OSI, sebagai contoh PDU untuk layer 1 adalah bits, PDU
untuk layer 3
adalah packet.
Fungsi
Layer physical (Layer 1)
- Memindahkan bit
antar devices
- Spesifikasinya
berupa voltase, wire, speed, pin pada kabel
- Mengirim bit dan menerima bit
- Berkomunikasi langsung dengan
jenis media transmisi
- Representasi bit ini tergantung
dari media dan protocol yang digunakan
Menggunakan frekuensi radio
State transition
= perubahan tegangan listrik dari rendah ke tinggi dan
sebaliknya
Menentukan
kebutuhan listrik, mekanis, prosedural dan fungsional, mempertahankan
Review OSI 7 Layer & TCP/IP
Fungsi Utama Physical Layer
• Fungsi utama dari Physical layer adalah untuk menciptakan elektrikal,
optikal dan microwave signal yang mewakili bit disetiap frame
Organisasi
• Beberapa organisasi standarisasi beberapa perangkat terkait physical layer :
• The International Organization for Standarization (ISO)
• The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)
• The American National Standards Institute (ANSI)
• The International Telecommunication Union (ITU)
• The Electronics Industry Alliance / Telecommunications Industry Association
(EIA/TIA)
3. Standar
Physical Layer
• Ada 4 (empat) teknologi yang dibahas pada
physical layer yaitu :
a) Physical and electrical properties of the media
b) Mechanical properties (materials, dimensions, pinouts) of the connectors
c) Bit representation by the signals (encoding)
d) Definition of control information signals
Encoding &
Signaling
4B/5B Symbol
Karakteristik
physical layer
Physical Layer Mempunyai 4 Karakteristik Dasar:
·
Mecanical
·
Electrical
·
Fungsional
·
Procedural
Konfigurasi
penyambung ph. Layer
DTE dan DCE melalui modem.
Teknik penyambung yang dilakukan
antar DTE dan Modem disini sejajar,tanpa ada crosing.
DTE dengan DTE
Kabel
Teknik penyambungnya perlu dilakukan
crossing antar pengirim dan penerima.
BAB
III PENUTUP
Makalah Komunikasi Data
Akhirnya penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telahmemberikan bantuan
terhadap proses penyusunan makalah ini. Tanpa adanya bantuan darisemua pihak
seperti pembimbing serta rekan – rekan kemungkinan makalah ini tidak
akanmenjadi sebuah hasil karya.
A.
Kesimpulan
Setelah
menyelesaikan penulisan makalah ini, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal,
antara lain :
-Pemahaman
terhadap teori dasar tentang jaringan computer, khususnya pada protocol
jaringan, sangat diperlukan guna kelancaran dalam praktek komunikasi data.
-Secara
umum protocol mempunyai fungsi untuk menghubungkan sisi pengirim dan penerima
dalam berkomunikasi serta bertukar informasi.
B.
Saran
Penulis
menyadari bahwa karya ini jauh dari sempurna, maka kritik dan saran yang
bersifat mendukung dan membangun sangat dibutuhkan demi kesempurnaan di
masayang akan datang dan semuanya akan kami sambut dengan tangan terbuka dan
penuh rasa hormat.
Kata Penutup
Komunikasi
Data merupakan bagian
dari Teknologi Informasi,
dimana komputer melakukan pengiriman data berupa informasi yang
disajikan oleh isyarat digital biner terhadap
komputer yang lain
atau juga pengiriman
data terhadap terminal.
Pengertian
Komunikasi data berhubungan
erat dengan pengiriman
data menggunakan sistem transmisi
elektronik satu terminal
komputer ke terminal komputer lain. Data yang dimaksud disini
adalah sinyal-sinyal elektromagnetik yang dibangkitkan oleh sumber data
yang dapat ditangkap dan dikirimkan ke
terminal- terminal penerima. Yang dimaksud terminal adalah peralatan untuk
terminal suatu data seperti disk drive,
printer, monitor, papan ketik,
scanner, plotter dan lain sebagainya.
Demikian yang bisa kami simpulkan, semoga makalah
ini bermanfaat guna proses pembelajaran
khususnya bidang studi Pengantar
Ilmu komputer. Apabila makalah ini
terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam penulisan/pembahasan kami mohon
maaf, karena kami masih dalam proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA