JURNAL
KOMUNIKASI DATA
INTERNET PROTOKOL
Disusun
Apriyandi
Halim
201143501519
Kelas
: 2XO
Dosen
: Nahot Frastian S.kom
ABSTRAK : Perkembangan Internet
semakin hari semakin menakjubkan, tiap hari kita dihadapkan oleh berbagai macam
informasi, baik secara tertulis maupun visual. Salah satunya ialah
Internet yang dapat melakukan berbagai
macam aktivitas bagi kita seperti browsing, chatting, surfing, blogging
dan lain sebagainya. Terkhususnya untuk Internet yang semakin familiar
dengan para user dari berbagai macam kalangan diseluruh dunia. Pertumbuhan
Internet yang begitu cepat mengakibatkankan hampir habisnya alamat terutama
alamat IPv4 (Internet protocol versi 4) serta membutuhkan keamanan yang lebih
terjamin pada IP level ini, untuk itu dibangunlah sebuah protocol dan standar
yang dikenal sebagai IPv6 (Internet Protocol versi 6) untuk meminimalkan dampak
atau kelemahan dari protokol versi sebelumnya, untuk itu para pemakai baru
harus dapat membiasakan dan membedakan baik dari segi kehandalan, fitur, kelemahan,dari
dua macam Internet protokol utama ini yang akan diterapkan pada penggunaan
kedepan yang semakin global.
PENDAHULUAN
Dewasa
ini perkembangan dunia Internet semakin maju dan berkembang, selaihanya
browsing, chatting, dan lain sebagainya, perkembangan sekarang sudah sampai ke
VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang memungkinkan pengguna dapat
mentransfer tidak hanya data namum suara, streaming video, gambar dan lain
sebagainya. Serta teknologi lain yang telah maju pesat ketimbang dunia otomotif
maupun ilmu pengetahuan yang bersifar sains yang mampu terlewatkan, karena
bebrapa detik saja penemuan-penemuan serta perkembangan dunia teknologi
informasi terus meningkat. Internet Protocol (IP) merupakan salah satu lapisan
Internet referensi model DoD (setaraf dengan OSI model) yang berfungsi
memberikan alamat atau identitas logika sehingga kita dapat melakukan aktivitas
Internet. Dengan menggunakan notasi angka berjumlah 32 bit.IP address dikatakan
alamat logika karena dibuat oleh perangkat lunak dan secara dinamis dapat
berubah jika peralatan kita pindah ke jaringan lain. Jadi ada perbedaan dengan
Mac Address yang diberikan secara permanen oleh vendor pembuatnya pada saat
peralatan atau hardware tersebut dibuat.
IP
memiliki tiga fungsi utama :
1. Servis
yang tidak bergaransi (connetionless oriented).
2.
Pemeahan (Fragmentation) dan penyatuan paket.
3. Fungsi
routing (meneruskan paket).
Saat ini
yang banyak dipakai adalah IPv4 (IP version 4) yang tidak banyak mengalamai
perubahan sejak RFC 791 dipublikasikan pada tahun 1991. IPv4 telah terbukti
tangguh, mudah diimplementasikan dan berperan dalam membesarkan Internetwork
yang kecil menjadi Internet yang global seperti sekarang ini. Sayangnya, dalam
desain awalnya ada beberapa hal yang tidak diantisipasi dan kini justru menjadi
kelemahannya, yaitu :
1.
Pertumbuhan Internet yang cepat karena permintaan ontent maupun aplikasi
berbasis
web lainnya, sehingga mengakibatkan hampir habisnya alamat IPv4.
2. Router
yang menangani Backbone Internet kini harus menangani routing tables
yang
sangat besar akibat pertumbuhan Internet yang sangat cepat.
3.
Kebutuhan untuk konfigurasi yang lebih mudah.
4.
Support yang lebih baik untuk pengiriman paket data yang secara real-time.
Untuk mengatasi masalah-masalah ini,
Internet Engineering Task Fore (IETF) membangun sebuah protokol dan
standar yang disebut sebagai IP-The Next Generation (IPng). Ipng inilah
yang dikenal sebagai IPv6 (IP version 6). IPv6 sengaja dirancang untuk
meminimalkan dampak Perbandingan IPv4 dan IPv6 terhadap protocol layer dibawah
dan diatasnya dengan menghindari penambahan fitur baru secara acak. Dalam hal
inilah penulis ingin menjelaskan perbandingan fitur, kehandalan, desain dari
versi yang dipkai saat ini (IPv4) dengan IP yang akan dikembangkan dalam dunia
teknologi Internet kedepannya (IPv6).
I.2 Perumusan Masalah
Perkembangan dunia Internet yang semakin pesat menuntut kebutuhan
dan penyediaan Layanan protokol yang baru. IP next generation memiliki
perbedaan yang mendasar dari IP versi 4, sehingga pengguna harus mengerti betul
dengan desain arsitektur dan fungsional dari IP yang terbaru. IPv6
memiliki pengalamatan yang jauh lebih besar dari IPv4 sehingga pengalamatan yang
digunakan ialah berbeda dari pengalamatan pada IPv4. Penggunaan IPv6 pada
komputer untuk dikoneksikan dalam suatu jaringan berbeda dengan penggunaan pada
IPv4.
I.3 Tujuan Penulisan
Mengenalkan kepada pengguna awam yang belum mengetahui teknologi
Internet
Protokol
versi 6.
·
Dapat mengetahui penggunaan Internet Protokol versi 6
·
Mengenalkan fitur-fitur yang terdapat pada IPv6.
·
Mengenalkan metode yang dapat dipakai untuk IPv6.
I.4 Manfaat
Adanya teknologi dari Internet protok versi 6 ini, para pengguna
jasa Internet tidak terlalu khawatir akan habisnya alamat network, serta para
pengguna dapat mengeahui perbedaan dasar antara IPv4 dengan IPv6 baik dalam
fitur, teknologi, kelebihan dan lain sebagainya, sehingga pengguna dapat
meneliti dan membahas lebih lanjut tentang teknologi IPv6 ini. Manfaat lain
dalam penulisan ini ialah pengguna memiliki pengetahuan lebih tentang teknologi
yang akan dipasarkan sekitar tahun 2010-2011 tentang penggunaan secara global
Internet protokol versi 6 ini.
LANDASAN TEORI
II.1 Pengertian Internet
Istilah internet berasal dari bahasa Latin inter, yang berarti “antara”.
Secara kata per kata internet berarti jaringan antara atau penghubung. Memang
itulah fungsinya, internet menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling
bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat
berkomunikasi (William,2002). Sistem apa yang digunakan pada masing-masing
jaringan tidak menjadi masalah, apakah sistem DOS atau UNIX.. Sementara
jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX),
internet mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan
“bahasa” yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Pada dasarnya
inilah yang menyebabkan besarnya dimensi internet. Dengan demikian, definisi
internet ialah “jaringannya jaringan”, dengan menciptakan kemungkinan
komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis
komputernya. Banyak hal di internet hanya dapat dimengerti dengan mengetahui
latar belakang penggunannya
§ ARPANet
Pada
tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency), sebuah bagian dalam
kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek, yang di satu sisi
menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain
memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri, seperti juga industri
senjata. Maka terbentuklah ARPANet.Bila pada awalnya komputer sejenis yang
melakukan pertukaran data, bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi
lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang
tergabung dalam jaringan.
§ Internetting Project
Untuk itu
dibuat Internetting Project, yang mengembangkan lebih lanjut
hasil yang telah dicapai dalam ARPANet, agar media komunikasi baru ini juga
dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. Kemudian
vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai
kebutuhan sehingga terciptalah internet.
II.2 Pengertian Protocol Network
Perbandingan IPv4 dan IPv6
Kata protokol berasal dari bahasa Yunani, yang mengandung dua
kata, yakni protos yang berarti pertama dan colla berarti diletakkan
atau melekatkan. Dari pengertian tersebut,protokol dapat diartikan :
(a) sebagai naskah
rancangan pertama atau asli dari sesuatu persetujuan yang ditandatangani
oleh yang mem-buatnya, dalam mempersiapkan sesuatu perjanjian;
(b) sebagai simbul dari perilaku,
etika, sebagaimana aplikasikan dalam acara-acara diplomatik, meliputi
pengaturan tempat duduk dalam acara pesta malam hari tergantung kepada tata
cara protokol dan aturan-aturan yang lazim dilakukan (Encyclopadiea
Britanica,1962). Protokol adalah sekumpulan aturan-aturan upacara yang
diketemukan di semua tulisantulisan atau hubung-an-hubungan pribadi pejabat
antar kepala negara yang berbeda atau menteri-menterinya. Ini dicantumkan
dibawah tipe atau judul dari negara yang bersangkutan, kepala negara dan
menteri negara yang menunjukkan bentuk-bentuk dan kebiasaan acara yang
dikemukakan pada tindakan-tindakan yang bersifat inter-nasional. Pengertian
lain, bahwa protocole estle code de la politesse internnationale, yang
berarti protokol adalah suatu pedoman
tata cara
internasional.
Dari
beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa protokol adalah :
a) Pada awal mula perkataan protokol digunakan untuk lembaran
pertama dari suatu gulungan papyrus atau kertas tebal yang ditempelkan
atau dilekatkan. Kemudian per-kataan protokol digunakan untuk seluruh gulungan
itu dimana dicatat semua dokumen negara yang bersifat nasional dan
internasional. Dokumen tersebut memuat persetujuan antar Negara kota (city
states) dan kemanusiaan antar bangsa-bangsa. Dengan perkataan “protokollum”
yang semula digunakan untuk istilah gulungan dokumen, kemudi-an berkembang
digunakan bagi isi dari persetujuan itu sendiri. Pada akhirnya perkataan protokollum
tidak hanya digunakan untuk persetujuan yang utama atau pokok, tetapi untuk
dokumen-dokumen yang merupakan tambahan dari persetujuan-persetujuan utama.
b)
Perkataan protokol juga digunakan pada suatu nutulen (proces verbal) atau
catatan resmi (official minutes) yang mencatat jalannya perundingan, dan
pada akhir sidang ditanda tangani oleh semua peserta.
c) Tiap
persetujuan atau “agreement” yang akan menjadi per-janjian atau “treaty”
juga disebut protokol, misalnya protokol Paris sampai saat sekarang
pengertian protokol tersebut masih berlaku. Perbandingan IPv4 dan IPv6
d) Perkataan
protokol juga digunakan untuk dokumen yang mencantumkan hak-hak, kewajiban,
kelonggaran dan kekebalan para diplomat dan akhirnya protokol digunakan bagi hak-hak, kewajiban, kelonggaran dan
kekebalan para diplomat itu sendiri.
e) Kata protokol
dalam perkembangannya menunjuk kepada kata sifat, artinya yang bersifat
resmi tertentu, tertentu disini menurut protokol adalah sudah diatur dalam
prosedur serta tata cara kedinasan atau kenegaraannya. Kadang-kadang kata protokol
oleh sebagian masyarakat diartikan sebagai suatu fungsi tertentu, misalnya jalan
protokol, artinya jalan yang biasanya sering dilalui oleh pejabat negara
atau lazimnya jalan-jalan raya atau jalan utama. Seperti telah disebutkan
sebelumnya, internet terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh
dunia. Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang
berbeda dengan jaringan yang lainnya. Maka diperlukan sebuah protokol yang
mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut. Solusinya adalah
sebuah protocol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan
digunakan oleh semua computer untuk saling bertukar data. Agar data tidak hanya
dapat dikirim dan diterima, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap
komputer, diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem
yang berkaitan. Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan)
yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang
terjadi dikenali serta dipecahkan. Secara sederhana prose pengiriman data
terdiri atas dua langkah. Pertama, data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah
file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket),
kemudian dikirimkan satu per satu. Di Internet, protokol ini disebut IP (Internet
Protocol). Kedua, harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang
benar dan semuanya benar diterima. Untuk itu diperlukan protokol lainnya, yaitu
Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data
pada paket data IP, yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat,
jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut.
Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi, karena
itu biasanya disebut TCP/IP. Dengan adanya TCP/IP ini, INTERNET memiliki 3
keuntungan :
ü
Memberi kesempatan internet menggunakan jalur komunikasi yang sama
untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. Karena paket-paket data tidak
perlu dikirimkan bersama-sama, jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket
data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
Sebagai Perbandingan IPv4 dan IPv6 contoh, bayangkan sebuah jalan raya di mana
mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke
tempat-tempat yang berbeda-beda.
ü
Memberi internet fleksibilitas. Sementara paket-paket data
bergerak, mereka bergerak
dari satu
host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. Jika sebuah jalur komunikasi
tidak
berfungsi, sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur
alternatif.
Maka, paket-paket
data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda.
ü
Meningkatkan kecepatan transmisi data. Sebagai contoh, jika
terjadi kesalahan, TCP
meminta
host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung
kesalahan,
bukan semua paket data. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data.
Protocol
Network ialah kumpulan standar yang mengatur tata cara suatu informasi atau
data
ditransmisikan melalui jaringan. Protocol jaringan ada beberapa macam, yang
utama
diantaranya
adalah TCP/IP, IPX/SPX,UDP, dan Apple Talk. Dalam menentukan jenis protocol
jaringan,
kita harus memperhatikan system operasi dan computer yang kita gunakan agar
jaringan
dapat bekerja dan berfugsi dengan baik.
Elemen-elemen
protocol :
-
Syntax ialah meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data
dan levellevel
sinyal.
- Semantics, meliputi
informasi control untuk koordinasi dan pengendalian kesalahan.
- Timing, Kesesuaian
ukuran dan kecepatan, protol berfungsi dalam kategori
enkapsulasi,
segmentasi, koneksi control, ordered delivery, flow control, error
control,
addressing, multiplexing, transmision service.
II.3 Transport Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP)
Agar
jaringan intrenet ini berlaku semestinya harus ada aturan standard yang
mengaturnya karena itu diperlukan suatu protokol internet.
II.3.1Sejarah TCP/IP
Internet
Protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense Advanced Research
Projects Agency ( DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untuk mengembangkan
protokol yang dapat melakukan interkoneksi berbagai jaringan komputer yang
terpisah, yang masing-masing jaringan tersebut menggunakan teknologi yang
berbeda. Protokol utama yang dihasilkan proyek ini adalah Internet Protocol (IP).
Riset yang sama dikembangkan pula yaitu beberapa protokol level tinggi yang
didesain dapat bekerja dengan IP. Yang paling penting dari proyek tersebut
adalah Transmission
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
Control
Protocol (TCP), dan semua grup protocol diganti dengan TCP/IP suite.
Pertamakali TCP/IP diterapkan di ARPANET, dan mulai berkembang setelah
Universitas California di Berkeley mulai menggunakan TCP/IP dengan sistem
operasi UNIX. Selain Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA)
ini yang mengembangkan Internet Protocol, yang juga mengembangkan TCP/IP
adalah Department of defense (DOD).
II.3.2Istilah-istilah didalam Internet Protocol
Ada
beberapa istilah yang sering ditemukan didalam pembicaraan mengenai TCP/IP,
yaitu diantaranya :
Host atau end-system,
Seorang pelanggan pada layanan jaringan komunikasi. Host biasanya berupa
individual workstation atau personal computers (PC) dimana tugas
dari Host ini biasanya adalah menjalankan applikasi dan program software
server yang berfungsi sebagai user dan pelaksana pelayanan jaringan
komunikasi.
Internet, yaitu merupakan suatu kumpulan dari
jaringan (network of networks) yang menyeluruh dan menggunakan
protokol TCP/IP untuk berhubungan seperti virtual networks. Node, adalah
istilah yang diterapkan untuk router dan host.protocol,
yaitu merupakan sebuah prosedur standar atau aturan untuk pendefinisian
dan pengaturan transmisi data antara komputer-komputer.
Router, adalah suatu devais
yang digunakan sebagai penghubung antara dua network atau lebih. Router
berbeda dengan host karena router bisanya bukan berupa tujuan
atau data traffic. Routing dari datagram IP biasanya telah
dilakukan dengan software. Jadi fungsi routing dapat dilakukan
oleh host yang mempunyai dua networks connection atau lebih.
II.3.3 Overview TCP/IP
Sebagaimana
yang telah dikemukakan di atas, TCP/IP juga dikembangkan oleh Department of
Defense (DOD). DOD telah melakukan proyek penelitian untuk menghubungkan
beberapa jaringan yang didesain oleh berbagai vendor untuk menjadi
sebuah networks of networks (Internet). Pada awalnya hal ini berhasil
karena hanya menyediakan pelayanan dasar seperti file transfer, electronic
mail, remote logon.
Beberapa
komputer dalam sebuah departemen dapat menggunakan TCP/IP
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
(bersamaan
dengan protokol lain) dalam suatu LAN tunggal. Komponen IP menyediakan routing
dari departmen ke network enterprise, kemudian ke jaringan Regional
dan akhirnya ke global internet. Hal ini dapat menjadikan jaringan komunikasi
dapat rusak, sehingga untuk mengatasinya maka kemudian DOD mendesain TCP/IP
yang dapat memperbaiki dengan otomatis apabila ada node atau saluran
telepon yang gagal. Hasil rancangan ini memungkinkan untuk membangun jaringan
yang sangat besar dengan pengaturan pusat yang sedikit. Karena adanya perbaikan
otomatis maka masalah dalam jaringan tidak diperiksa dan tak diperbaiki untuk
waktu yang lama. Seperti halnya protokol komunikasi yang lain, maka TCP/IP pun
mempunyai beberapa layer, layer-layer itu adalah :
⇒IP (internet
protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke
node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk versi
IPv4) alamat tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range
angka untuk organisasi yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan
nomornya untukdepartemen. IP bekerja pada mesin gateaway yang
memindahkan data dari departemen ke organisasi kemudian ke region dan kemudian
ke seluruh dunia.
⇒TCP (transmission
transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data yang benar
dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah jaringan. TCP
dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan transmisi
ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.
⇒Sockets
yaitu merupakan nama yang diberikan kepada subrutin paket yang menyediakan
akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.
II.3.4 Bebrapa hal penting didalam TCP/IP
1.
Jaringan Peminta Terendah (Network of Lowest Bidders)
IP
dikembangkan untuk membuat sebuah network of networks (Internet). Individual
machine dihubungkan ke LAN (ethernet atau Token ring). TCP/IP membagi LAN
dengan user yang lain (Novell file server, windows dll). Satu devais
menyediakan TCP/IP menghubungkan antara LAN dengan dunia luar.
Untuk
meyakinkan bahwa semua tipe sistem dari berbagai vendor dapat
berkomunikasi, maka penggunaan TCP/IP distandarkan pada LAN. Dengan
bertambahnya kecepatan mikroprossesor, fiber optics, dan saluran telepon digital
maka Perbandingan IPv4 dan IPv6 Telah menciptakan beberapa pilihan teknologi
baru diantaranya yaitu ISDN, frame relay, FDDI, Asynchronous Transfer
Mode (ATM). Rancangan asli dari TCP/IP adalah sebagai sebuah network of
networks yang cocok dengan penggunaan teknologi sekarang ini. Data TCP/IP
dapat dikirimkan melalui sebuah LAN, atau dapat dibawa dengan sebuah jaringan internal
corporate SNA, atau data dapat terhubung pada TV kabel . Lebih jauh lagi,
mesin-mesin yang berhubungan pada salah satu jaringan tersebut dapat
berkomunikasi dengan jaringan yang lain melalui gateways yang disediakan
vendor jaringan .
2.
Masalah Pengalamatan
Dalam
sebuah jaringan SNA , setiap mesin mempunyai Logical Units dengan alamat
jaringan masing-masing. DECNET, Appletalk, dan Novell IPX mempunyai rancangan
untuk membuat nomor untuk setiap jaringan lokal dan untuk setiap workstation
yang terhubung ke jaringan. Pada bagian utama pengalamatan lokal network,
TCP/IP membuat nomor unik untuk setiap workstation di seluruh dunia. Nomor
IP adalah nilai 4 byte (IPv4) dengan konvensi merubah setiap byte ke dalam
nomor desimal (0 sampai 255 untuk IP yang digunakan sekarang) dan memisahkan
setiap bytes dengan periode. Sebagai contoh misalnya 130.132.59.234. Sebuah
organisasi dimulai dengan mengirimkan electronic mail ke
Hostmaster@INTERNIC.NET meminta untuk pembuatan nomor jaringan. Hal ini
dimungkinkan bagi hampir setiap orang untuk memperoleh nomor untuk jaringan
"small class C" dengan 3 bytes pertama meyatakan jaringan dan byte
terakhir menyatakan individual komputer. Organisasi yang lebih besar dapat
memperoleh jaringan "Class B" dengan 2 bytes pertama menyatakan
jaringan dan 2 bytes terakhir menyatakan menyatakan masing-masing workstation
sampai mencapai 64.000 individual workstation. Contoh Jaringan Class
B Yale adalah 130.132, jadi semua komputer dengan IP address 130.132.*.*
adalah dihubungkan melalui Yale. Kemudian organisasi berhubungan dengan intenet
melalui satu dari beberapa jaringan regional atau jaringan khusus. vendor jaringan
diberi nomor pelanggan networks dan ditambahkan ke dalam konfigurasi routing
dalam masing-masing mesin. Tidak ada rumus matematika yang mengubah nomor
192.35.91 atau 130.132 menjadi "Yale University" atau "New
Haven". Mesin-mesin yang mengatur jaringan Perbandingan IPv4 dan IPv6
regional yang besar atau routers Internet pusat dapat menentukan lokasi
jaringanjaringan Tersebut dengan mencari
setiap nomor jaringan tersebut dalam tabel. Diperkirakan ada ribuan jaringan
class B dan jutaan jaringan class C. Pelanggan yang terhubung dengan Internet,
bahkan perusahaan besar seperti IBM tidak perlu untukmemelihara informasi pada
jaringan-jatingan yang lain. Mereka mengirim semua eksternal data ke regional
carrier yang mereka langgan, dan regional carrier mengamati dan
memelihara tabel dan melakukan routing yang tepat.
3.
Subnets
Meskipun
pelanggan individual tidak membutuhkan nomor tabel jaringan atau menyediakan
eksplisit routing, tapi untuk kebanyakan jaringan class B dapat diatur
secara internal sehingga lebih kecil dan versi organisasi jaringan yang lebih
sederhana. Biasanya membagi dua byte internal assignment menjadi satu
byte nomor department dan satu byte Workstation ID. Enterprise
network dibangun dengan menggunakan TCP/IP router box secara
komersial. setiap router mempunyai tabel dengan 255 masukan untuk
mengubah satu byte nomor departmen menjadi pilihan tujuan ethernet yang
terhubung ke salah satu router. Misalnya, pesan ke 130.132.59.234
melalui jaringan regional National dan New England berdasarkan bagian nomor
130.132. Tiba di Yale, 59 department ID memilih ethernet connector . 234
memilih workstation tertentu pada LAN. Jaringan Yale harus diupdate
sebagai ethernet baru dan departemen ditambahkan, tapi tidak dipengaruhi oleh
perubahan dari luar atau perpindahan mesin dalam departemen.
4.
Jalur-jalur tak tentu
Setiap
kali sebuah pesan tiba pada sebuah IP router, maka router akan
membuat keputusan ke mana berikutnya pesan tersebut akan dikirimkan. Ada konsep
satu waktu tertentu dengan preselected path untuk semua traffic.
Misalkan sebuah perusahaan dengan fasilitas di New York, Los Angles, Chicago
dan Atlanta. Dapat dibuat jaringan dari empat jalur telepon membentuk sebuah
loop (NY ke Chicago ke LA ke Atlanta ke NY). Sebuah pesan tiba di router NY
dapat pergi ke LA melalui Chicago atau melalui Atlanta. jawaban dapat kembali
ke jalan lain. Bagaimana sebuah router dapat membuat keputusan antara router
dengan router? tidak ada jawaban yang benar. Traffic dapat dipetakan
dengan algoritma "clockwise" (pergi ke NY ke Atlanta, LA ke chicago).
Router dapat menentukan, Perbandingan IPv4 dan IPv6 mengirimkan pesan ke
Atlanta kemudian selanjutnya ke ke Chicago. Routing yang lebih baik
adalah dengan mengukur pola traffic dan mengirimkan data melalui link
yang paling tidak sibuk.
Jika satu
saluran telepon dalam satu jaringan rusak, pesan dapat tetap mencapai tujuannya
melalui jalur yang lain. Setelah kehilangan jalur dari NY ke Chicago, data
dapat dikirim dari NY ke Atlanta ke LA ke Chicago. Dengan begitu maka jalur
akan berlanjut meskipun dengan kerugian performance menurun. Perbaikan
seperti ini merupakan bagian tambahan pada desain IP.
5.
Masalah yang Tidak Diperiksa (Undiagnosed Problem)
Jika ada
error terjadi, maka dilaporkan ke network authorities. Error tersebut
harus dibenarkan atau diperbaiki. IP, didesain untuk dapat tahan dan kuat.
Kehilangan node atau jalur adalah hal biasa, tetapi jaringan harus tetap
jalan. Jadi IP secaraotomatis menkonfigurasi ulang dirinya sendiri bila terjadi
sesuatu yang salah. Jika banyak redundancy yang dibangun ke dalam sistem
maka komuniksi tetap berlangsung dan terjaga. TCP dirancang untuk memulihkan node
atau saluran yang gagal dimana propagasi routing table berubah untuk
semua node router. Karena proses updating memerlukan waktu yang
lama , TCP agak lambat untuk menginisiasi pemulihan.
6.
Mengenai Nomor IP
Setiap
perusahaan besar atau perguruan tinggi yang terhubung ke internet harus
mempunyai level intermediet network. beberapa router mungkin
dikonfigurasi untuk berhubungan dengan bebarapa department LAN. Semua traffic
di luar organisasi dihubungkan dengan koneksi tunggal ke jaringan provider
regional. Jadi, pemakai akhir dapat menginstall TCP/IP pada PC tanpa harus
tahu jaringan regional . Tiga bagian informasi dibutuhkan :
⇒IP address
dibuat pada PC
⇒Bagian
dari IP address (subnet mask) yang membedakan mesin lain dalam LAN yang
sama (pesan dapat dikirim secara langsung ) dengan mesinmesin di departemen
lain atao dimanapun di seluruh dunia ( yang dikirimkan ke router mesin)
⇒IP address
dari router mesin yang menghubungkan LAN tersebut dengan dunia luar.
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
7.
Susunan TCP/IP protocol
Internet
pada mulanya didesain dengan dua kriteria utama. Dua kriteria ini mempengaruhi
dan membentuk hardware dan software yang digunakan sekarang. Kriteria tersebut
: Jaringan harus melakukan komunikasi antara para peneliti di belahan dunia
yang berbeda, memungkinkan meraka dapat berbagi dan berkomunikasi mengenai
penelitian mereka satu sama lain. Sayangnya, riset memerlukan berbagai komputer
dari beragam platform dan arsitektur jaringan yang berbeda untuk
keperluan keilmuan. Maka untuk itu diperlukan protocol suite untuk dapat
berhubungan dengan Terbagai platforms hardware yang berbeda dan bahkan
sistem jaringan yang berbeda. Lebih jauh lagi, network harus merupakan jaringan
komunikasi yang kuat yang mempunyai kemampuan dapat bertahan dari serangan
nuklir. Rancangan ini memebawa ke arah desentralisasi jaringan yang terdiri
dari jaringan yang terpisah, lebih kecil, jaringan yang diisolasi yang
mempunyai kemampuan otomatis bila diperlukan. Layer menyediakan level
abstrsaksi untuk software dan menaikkan kemampuan menggunakan kembali dan
kebebasan platform. Layer-layer tersebut dimaksudkan untuk benar-benar
terpisah dari satu sama lain dan juga independen. Layer tersebut tidak
mengandalkan informasi detail dari layer yang lain. Arsitektur rancangan ini
membuat lebih mudah untuk melakukan pemeliharaan karena layer dapat didesain
ulang atau dikembangkan tanpa merusak integritas protokol stack. TCP/IP
protocol suite terdiri dari 4 layers: Applikasi, Transport, Internetwork,
dan network interface. Layer tersebut dapat dilihat sebagai hirarki
seperti di bawah ini : Layer Applikasi adalah sebuah aplikasi yang
mengirimkan data ke transport layer. Misalnya FTP, email programs dan web
browsers. Layer Transport bertanggung jawab untuk komunikasi antara
aplikasi. Layer ini mengatur aluran informasi dan mungkin menyediakan
pemeriksaan error. Data dibagi kedalam beberapa paket yang dikirim ke internet
layer dengan sebuah header. Header mengandung alamat tujuan, alamat
sumber dan checksum. Checksum diperiksa oleh mesin penerima untuk
melihat apakah paket tersebut ada yang hilang pada rute. Layer Internetwork bertanggung
jawab untuk komunikasi antara mesin. Layer ini meg-engcapsul paket dari
transport layer ke dalam IP datagrams dan menggunakan algoritma routing untuk
menentukan kemana datagaram harus dikirim. Masuknya
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
datagram
diproses dan diperiksa kesahannya sebelum melewatinya pada Transport layer.
Layer networks interface adalah level yang paling bawah dari susunan
TCP/IP. Layer ini adalah device driver yang memungkinkan datagaram IP
dikirim ke atau dari pisikal network. Jaringan dapaat berupa sebuah
kabel, Ethernet, frame relay, Token ring, ISDN, ATM jaringan, radio,
satelit atau alat lain yang dapat mentransfer data dari sistem ke
sistem. Layer network interface adalah abstraksi yang memudahkan komunikasi
antara multitude arsitektur network.
II.3.5 Keunggulan TCP/IP
- Adanya open
protocol standard, yaitu tersedia secara bebas dan dapat dikembangkan
secara independent terhadap jenis hardware computer atau system operasi yang
kita gunakan.
-
Terdapat Hogh Level Protocol Standard, yang dapat digunakan untuk
melayani user secara luas sehingga para pengguna computer dapat menggunakan
fasilitas yang ada pada jaringan.
- Metode
pengalamatan yang umum, sehingga perangkat hardware yang menggunakan TCP/IP
dapat menghubungknan alamat perangkat-perangkat computer lain yang berada pada
seluruh jaringan computer yang saling terhubung.
II.4 Internet Protokol Versi 4 (IPv4)
IPv4
adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protocol
jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. IP versi ini memiliki
keterbatasan yakni hanya mampu mengalamati sebanyak 4 miliar host komputer di
seluruh dunia.
Contoh
alamat IPv4 adalah 192.168.0.3
Pada IPv4
ada 3 jenis Kelas, tergantung dari besarnya bagian host, yaitu kelas A (bagian
host sepanjang 24 bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas
B (bagian host sepanjang 16 bit = 65534 host) dan kelas C (bagian host
sepanjang 8 bit = 254 host ). Administrator jaringan mengajukan permohonan
jenis kelas berdasarkan skala jaringan yang dikelolanya. Konsep kelas ini
memiliki keuntungan yaitu : pengelolaan rute informasi tidak memerlukan seluruh
32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar
informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan
diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address
bagian host pada masingmasing hostnya.
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
Pemberian
alamat dalam internet mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini
dinyatakan dengan 32 bit (bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap
kelompok terdiri dari 8 bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh
sebuah tanda titik.
Untuk
memudahkan pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal,
misalnya
100.3.1.100 yang jika dinyatakan dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100.
Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum
alamat
yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat. Format
alamat ini
terdiri
dari 2 bagian, netid dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan
sedangkan
hostid
menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya
angka 0 atau
1
(0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255
digunakan untuk
broadcast).
Dalam penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E)..
Alasan
klasifikasi ini antara lain :
·
Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
·
Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada
alamat yang
terlewat).
·
Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan
membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.
·
Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk
host/router.
Pada tabel dibawah dijelaskan mengenai ketersediaan IPv4
berdasarkan data dari APNIC sampai akhir tahun 1999 yang lalu dan total IP yang
sudah dialokasikan ke tiap – tiap negara di Asia Pasifik.
II.5 Internet Protokol Versi 6 (IPv6)
Transisi IPv4 ke IPv6 merupakan fenomena yang tidak dapat dielakan
oleh semua kalangan. Walaupun IPv4 tetap dapat digunakan, IPv6 memiliki versi
design berbeda dan memiliki kegunaan lebih dibanding IPv4. Disertai dengan
tumbuhnya inovasi-inovasi perangkat berteknologi, maka Negara-negara di dunia
dituntut mampu bersaing atau setidaknya secara bertahap mulai untuk
mengimplementasikan IPv6. Menurut jurnal Internet Protocol, diperkirakan tak
sampai tahun 2011, jatah alamat IP yang masih belum digunakan saat ini akan
habis. Maka muncullah suatu metode peangalamatan baru yang dikenal dengan
sebutan IPv6. Di
Indonesia,
salah satu penyedia jasa Internet, Indosat Mega Media (Indosat M2), sejak 2004
telah
siap
menyewakan jaringan IPv6 ini. IPv6 merupakan metode pengalamatan IP yang
perlahan-lahan mulai menggantikan IPv4. IPv6 digunakan sebagai pengalamatan
karena keterbatasan jumlah IP yang dimiliki oleh IPv4, mengingat semakin
bertambahnya perangkat berbasis IP saat ini. IPv6 atau Internet Protocol
version 6 adalah protokol Internet terbaru yang merupakan pengembangan lebih
lanjut dari protokol yang dipakai saat ini, IPv4 (Internet Protocol version 4).
Pengalamatan IPv6 menggunakan 128-bit alamat yang jauh lebih banyak
dibandingkan dengan pengalamatan 32-bit milik IPv4. Dengan kapasitas alamat IP
yang sangat besar pada IPv6, setiap perangkat yang dapat terhubung ke Internet
(komputer desktop, laptop, personal digital assistant, atau telepon seluler
GPRS/3G) bisa memiliki alamat IP yang tetap. Sehingga, cepat atau lambat
setiapperangkat elektronik yang ada dapat terhubung dengan Internet melalui
alamat IP yang unik. Protokol IPv6 ini memiliki beberapa fitur baru yang
merupakan perbaikan dari IPv4,diantaranya
:
•Memiliki format header baru
Header
pada IPv6 memiliki format baru yang didesain untuk menjaga agar overhead header
minimum, dengan menghilangkan field-field yang tidak diperlukan serta beberapa
field opsional
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
yang
ditempatkan setelah header IPv6. Header IPv6 sendiri besarnya adalah dua kali
dari besar
header
dari IPv4.
•Range alamat yang sangat besar
IPv6
memiliki 128-bit atau 16-byte untuk masing-masing alamat IP source dan
destination. Sehingga secara logika IPv6 dapat menampung sekitar 3.4 x 1038
kemungkinan kombinasi
alamat.
•Pengalamatan secara
efisien dan hierarkis serta infrastruktur routing
Alamat
global dari IPv6 yang digunakan pada porsi IPv6 di Internet, didesain untuk
menciptakan infrastruktur routing yang efisien, hierarkis, dan mudah dipahami
oleh pengembang.
• Konfigurasi pengalamatan secara stateless dan statefull
IPv6
mendukung konfigurasi pengalamatan secara statefull, seperti konfigurasi alamat
menggunakan server DHCP, atau secara stateless yang tanpa menggunakan server
DHCP. Pada konfigurasi kedua, host secara otomatis mengkonfigurasi dirinya
sendiri dengan alamat IPv6 untuk link yang disebut dengan alamat link-lokal dan
alamat yang diturunkan dari prefik yang ditransmisikan oleh router local.
•Built-in
security
Dukungan
terhadap IPsec memberikan dukungan terhadap keamanan jaringan dan menawarkan
interoperabilitas
antara implementasi IPv6 yang berbeda.
• Dukungan yang lebih baik dalam hal QoS
Pada
header IPv6 terdapat trafik yang di identifikasi menggunakan field Flow Label,
sehingga dukungan QoS dapat tetap diimplementasikan meskipun payload paket
terenkripsi melalui IPsec.
• Protokol baru untuk interaksi node
Pada IPv6
terdapat Protokol Neighbor Discovery yang menggantikan Address Resolution
Protokol.
• Ekstensibilitas
IPv6 dapat dengan mudah ditambahkan fitur baru dengan menambahkan
header
ekstensi setelah header IPv6. Ukuran dari header ekstensi IPv6 ini hanya
terbatasi oleh
ukuran
dari paket IPv6 itu sendiri.
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
III.1 Sistem Operasi
Sistem
operasi yang dipakai oleh penulis untuk melakukan kegiatan ialah Sistem Operasi
Windows XP Profesional Service Pack 2 yang menyediakan layanan IPv4
sebagai standar penggunaan seara umum oleh para pengguna jasa jaringan atau
Internet. Serta Sistem Operasi Windows Vista Ultimate karena Sistem
Operasi yang diluncurkan pada tahun 2006 ini telah menyediakan fitur IPv6
sehingga melalui media sistem operasi ini penulis dapat membandingkan kedua
jenis Internet protokol melalui sistem operasi yang berbeda. Atau dengan
menggunakan sistem operasi windows vista saja tela cukup karena sistem operasi
ini juga menyediakan 2 versi IP (jika menggunakan satu komputer saja).
III.2 Sumber Pengetahuan
Sumber
pengetahuan yang didapat kebanyakan melalaui media internet, dan mesin pencari Google
sebagai sumber awal karena penulis berpikir bahwa pengetahuan yang maju dan
berkembang baik dalam hal teknis secara rinci pengetahuan mudah didapat. Sumber
yang lain juga melalui bantuan Help pada windows untuk mengetahui letak
teknis dalam konfigurasi IP. Dan tidak lupa juga didapat pada buku-buku tentang
jaringan komputer, TP/IP, dan buku-buku penunjang lainnya.
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Konsep
Pengalamatan IPv4
Penulisan
IPV4 terbagi 4 blok yaitu x.x.x.x dimana setiap blok merupakan
penjumlahan bilangan biner (0 dan 1) yg terdiri dr 8 bit, jadi jika ditulis
dalam bit aturannya sebagai Berikut:
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
untuk
penjumlahannya dibaca dari kanan ke kiri dengan kelipatan 2 dimulai dari 1.
128 64 32
16 8 4 2 1
x x x x x
x x x
Jadi
bilangan terendah adalah 0 dan tertinggi adalah 255 (128+64+32+16+8+4+2+1).
Contoh
penulisan
ke biner dari bilangan 160 = 10100000, karena yang memiliki bit 1 hanya
nomor 8
dan 6
maka penjumlahannya 128+32.
Gambar
4.1. Properti internet protokol versi 4
IPV4
dibagi jadi 5 class:
- class A
: 0.0.0.0 s/d 127.255.255.255 (net 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 pengecualian)
- class B
: 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255
- class C
: 192.0.0.0 s/d 224.255.255.255
Pengalamatan
dengan masingmasing 8 bit baik pada IP Address, Subnet mask, maupun Gateway
nya.
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
Berikut
diberi contoh kasus konfigurasi jaringan sbg berikut:
-
Jaringan I
100.10.0.1
100.10.0.2
100.10.0.3
100.10.0.4
100.10.0.5
-
Jaringan II
130.10.0.1
130.10.0.2
130.10.0.3
130.10.0.4
130.10.0.5
-
Jaringan III
202.10.0.1
202.10.0.2
202.10.0.3
202.10.0.4
202.10.0.5
Dari
informasi address di atas disimpulkan sebagai berikut:
1.
Komputer hanya bisa saling koneksi dengan komputer lain dalam satu jaringan
2.
Komputer yang beda jaringan misal komputer dgn IP 100.10.0.1 VS 202.10.0.4
tidak bisa
berkoneksi
secara langsung
3. Agar
komputer dalam jaringan berbeda dapat saling koneksi dibutuhkan suatu proses routing.
4.
Menentukan NetID, HostID, Broadcast, dan Netmask:
NetID
Untuk
menentukan NetID kita harus tahu class dari suatu alamat jaringan itu.
Dari kasus di atas
didapat
seperti berikut:
-
100.10.0.(1 s/d 5) termasuk class A karena 100 berada di antara 0 - 127
-
130.10.0.(1 s/d 5) termasuk class B
-
202.10.0.(1 s/d 5) termasuk class C
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
setelah
tahu classnya, dapat menegtahui ketentuan TCP/IP
1. untuk
class A NetIDnya melihat blog pertama, kemudian blog lainnya diisi 0
100.10.0.(1
s/d 5) –> blog pertamanya adalah 100, so NetIDnya 100.0.0.0
2. untuk
class B NetIDnya melihat blog pertama & kedua, kemudian blog lainnya diisi
0
130.10.0.(1
s/d 5) –> blog pertama dan kedua adalah 130.10, so NetIDnya 130.10.0.0
3. untuk
class C NetIDnya melihat blog I, II, dan III, kemudian blog lainnya diisi 0
202.10.0.(1
s/d 5) –> 202.10.0, so NetIDnya 202.10.0.0
HostID
Hubungan
HostID dan NetID mirip dengan penomoran rumah pada suatu RT (Host=nomor,
Net=RT).
HostID sisa blog yang tidak dipakai sbg NetID, dari contoh di atas didapat
HostIDnya:
-
100.10.0.(1 s/d 5), HostIDnya 10.0.(1 s/d 5)
-
130.10.0.(1 s/d 5), HostIDnya 0.(1 s/d 5)
-
202.10.0.(1 s/d 5), HostIDnya (1 s/d 5)
Broadcast
Bisa juga
diasumsikan sebagai alamat address atau HostID tertinggi dari suatu
network jaringan. Cara termudah mengisikan HostID dengan nilai 255, contoh:
-
100.10.0.(1 s/d 5), diketahui NetID 100.0.0.0 dan jatah Host 3 blog terakhir.
Jadi broadcastnya
100.255.255.255
-
130.10.0.(1 s/d 5), diketahui NetID 130.10.0.0 dan jatah Host 2 blog terakhir.
Jadi
broadcastnya
130.10.255.255
-
202.10.0.(1 s/d 5), diketahui NetID 202.10.0.0 dan jatah Host 1 blog terakhir.
Jadi
broadcastnya
202.10.0.255
NetMask
berasal
dr kata Net (melihat blok Net) dan Mask (Penutup),
maksudnya mengisikan nilai NetID
dengan
nilai 255. Contoh:
-
NetIDnya 100.0.0.0, gantikan 100 dengan 255 –> Netmask = 255.0.0.0
-
NetIDnya 130.10.0.0, gantikan 130.10 dengan 255.255 –> Netmask = 255.255.0.0
-
NetIDnya 202.10.0.0, gantikan 202.10.0 dengan 255.255.255 –> Netmask =
255.255.0.0
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
IV.2 Konsep Pengalamatan IPv6
Perbedaan
yang paling jelas dan sangat mendasar antara IPv4 dan IPv6 adalah jumlah pengalamatannya
yang jauh lebih besar. IPv4 terdiri dari 32 bit, sedangkan IPv6 terdiri dari
128
bit. 32
bit dapat digunakan untuk mengalamatkan 232 (4.294.967.296) alamat, sedangkan
128 bit
dapat
digunakan untuk memberikan alamat sebesar 2128
(340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456)*gubrakkk
banyak amat* hue he he.
Alamat
pada IPv4 direpresentasikan dalam format decimal bertitik. Dari 32 bit yang
ada, dilakukan pemotongan menjadi 4 blok sama besar, masing-masing terdiri dari
8 bit dan dipisahkan oleh titik (.).
Contoh
IPv4 :
Binernya
:
11000000101010000000000100000001
Setelah
dibagi 4 blok yang sama besar menjadi :
11000000.
10101000. 00000001. 00000001
Desimalnya
:
192.168.1.1
Gambar
4.2. blok pada IPv4
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
Alamat
pada IPv6 direpresentasikan dalam format heksa decimal bertitik. Dari 128
bit yang
ada,
dilakukan pemotongan menjadi 8 blok sama besar, masing-masing terdiri dari 16
bit dan
dipisahkan
oleh titik dua (:).
Gambar
4.3. Properti pada Internet Protokol versi 6
Binernya
:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011
0000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010
Setelah
dibagi 8 menjadi :
0010000111011010
: 0000000011010011 : 0000000000000000 : 0010111100111011
0000001010101010
: 0000000011111111 : 1111111000101000 : 1001110001011010
Heksa
Desimalnya :
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Alamat
pada IPv6 dapat disederhanakan dengan menghilangkanangka 0 yang berada
didepan.
Walaupun demikian, setiap blok harus memiliki minimal 1 digit. Setelah
disederhanakan,
maka alamat IPv6 tersebut diatas akan menjadi :
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
Gambar
4.5. blok pada address IPv6 yang berjumlah 128 bit
Disamping
itu, alamat IPv6 dapat disederhanakan dengan melakukan ZERO
COMPRESSION, yaitu suatu metode
menghilangkan 0 jika terdapat deretan 0 yang panjang
per 16
bit (catatan penting: harus berderet dabn harus per 16 bit). Deretan 0
yang panjang
ini
kemudian diganti dengan symbol “::”.
Contoh
:
1.
FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 menjadi FE80:: 2AA:FF:FE9A:4CA2
2.
FF02:0:0:0:0:0:0:2 menjadi FF02::2
3.
FF02:30:0:0:0:0:0:5 menjadi FF02:30::5
IPv6
dapat dikonfigurasi secara stateless autoconfiguration, artinya host
akan mengikuti
IP yang
diberikan oleh router dijaringan tersebut. Berbeda dengan DHCP yang bersifat statefull
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
autoconfiguration. Notasi untuk IPv6,
menggunakan 4 huruf hexadesimal (0F) dan memiliki 8
group,
dipisahkan dengan “:” (titik dua). IPv4 menggunakan bilangan desimal dari 0255
dan
terdiri
dari 4 group. Apabila pada IPv6 terdapat bilangan 0000, maka dapat disingkat
menjadi
(::).
Contoh :
2001:0db8:0000:0000:0000:0000:1428:57ab
2001:0db8:0000:0000:0000::1428:57ab
2001:0db8:0:0:0:0:1428:57ab
2001:0db8:0:0::1428:57ab
2001:0db8::1428:57ab
2001:db8::1428:57ab
Pada IPv6
terdapat alamat khusus, yaitu:
– ::/128,
artinya semua alamat adalah 0 dengan netmask 128
–
::1/128, alamat loopback
– ::/96,
alamat yang digunakan untuk IPv4
–
2001:db8::/32, alamat global dan yang digunakan untuk IPv6
– fe80::/64,
alamat linklocal
–
ff00::/8, alamat multicast untuk IPv6
Subnetting
Alamat IPv6
Ketika
kita ingin mengsubnet IPv6, kita harus berpikiran dalam nilai bit-bit bukan
dalam nilai
hexadecimal.
Misal :
2001:1::0001::/32
=2001:0001::/32
Hex 2001
= Binary 0010 0000 0000 0001 = /16
Hex 0001
= Binary 0000 0000 0000 0001 = /32
Bagaimana
dengan /47 dalam 2001:1::/32, dapat dilihat dibawah ini :
Hex 2001
= Binary 0010 0000 0000 0001 = /16
Hex 0001
= Binary 0000 0000 0000 0001 = /32
Hex 0000
= Binary 0000 0000 0000 00X0 = /47
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
Jadi, bit
“X” tetap dirubah :
Binary
.0000 0000 0000 0000= Hex 0000
Yang
pertama dari /47 ialah 2001:0001:0000::/47
Binary
0000 0000 0000 0010 = Hex 0002
Yang
kedua dari /47 ialah 2001:0001:0002::/47
Binary
0000 0000 0000 0100 = Hex 0004
Yang
ketiga dari /47 ialah 2001:0001:0004::/47
Binary
0000 0000 0000 0110 = Hex 0006
Yang
keempat dari /47 ialah 2001:0001:0006::/47
Binary
0000 0000 0000 1000 = Hex 0008
Yang
kelima dari /47 ialah 2001:0001:0008::/47
Berikut
tabel pembagian ruang address IPv6
Tabel 4.1
Pembagian alokasi pada IPv6.
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
Untuk
memahami tentang struktur bertingkat address pada IPv6 ini, dengan melihat
contoh pada address untuk provider. Pertama-tama address sepanjang 128 bit
dibagi menjadi beberapa field yang dapat berubah panjang. Jika 3 bit pertama
dari address adalah "010", maka ini adalah ruang bagi provider.
Sedangkan n bit berikutnya adalah registry ID yaitu field yang menunjukkan
tempat/lembaga yang memberikan IP address. Misalnya IP address yang diberikan
oleh InterNIC maka field tersebut menjadi "11000". Selanjutnya m bit
berikutnya adalah provider ID, sedangkan o bit berikutnya adalah Subscriber ID
untuk membedakan organisasi yang terdaftar pada provider tersebut. Kemudian p
bit berikutnya adalah Subnet ID, yang menandai kumpulan host yang tersambung
secara topologi dalam jaringan dari organisasi tersebut. Dan yang
q=125-(n+m+o+p) bit terakhir adalah Interface ID, yaitu IP address yang
menandai host yang terdapat dalam grupgrup yang telah ditandai oleh Subnet ID.
Subnet ID dan Interface ID ini bebas diberikan oleh organisasi tersebut.
Address
IPv6 dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
Unicast
Address (one-to-one) digunakan untuk komunikasi satu lawan satu, dengan
menunjuk satu host.
Multicast
(one-to-many) yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak dengan menunjuk
host dari group. Multicast Address ini pada IPv4 didefinisikan sebagai kelas D,
sedangkan pada IPv6 ruang yang 8 bit pertamanya di mulai dengan "FF"
disediakan untuk multicast Address. Ruang ini kemudian dibagi-bagi lagi untuk
menentukan range berlakunya. Kemudian Blockcast address pada IPv4 yang address
bagian hostnya didefinisikan sebagai"1", pada IPv6 sudah termasuk di
dalam multicast Address ini. Blockcast address untuk komunikasi dalam segmen
yang sama yang dipisahkan oleh gateway, sama halnya dengan multicast address
dipilah berdasarkan range tujuan.
Anycast
Address, yang menunjuk host dari group, tetapi packet yang dikirim hanya pada
satu host saja.Pada address jenis ini, sebuah address diberikan pada beberapa
host, untuk mendifinisikan kumpulan node. Jika ada packet yang dikirim ke
address ini, maka router akan mengirim packet tersebut ke host terdekat yang
memiliki Anycast address sama. Dengan kata lain pemilik packet menyerahkan pada
router tujuan yang paling "cocok" bagi pengiriman packet tersebut.
Pemakaian Anycast Address ini misalnya terhadap beberapa server yang memberikan
layanan seperti DNS (Domain Name Server). Dengan memberikan Anycast Address
yang sama pada server-server tersebut, jika ada packet yang dikirim oleh client
ke address ini, maka router akan memilih server yang terdekat dan mengirimkan
packet tersebut ke server tersebut. Sehingga, beban terhadap server dapat
terdistribusi secara merata.Bagi Anycast Address ini tidak
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
disediakan
ruang khusus. Jika terhadap beberapa host diberikan sebuah address yang sama,
maka address tersebut dianggap sebagai Anycast Address.
Reserved,
digunakan untuk keperluan dimasa yang akan datang.
IV.3 Transisi IPv4 – IPv6
Untuk
mengatasi kendala perbedaan antara IPv4 dan IPv6 serta menjamin
terselenggaranya komunikasi antara pengguna IPv4 dan pengguna IPv6, maka dibuat
suatu metode Hosts – dual stack serta Networks – Tunneling pada hardware
jaringan, misalnya router dan server. Jadi setiap router menerima suatu packet,
maka router akan memilah packet tersebut untuk menentukan protokol yang
digunakan, kemudian router tersebut akan meneruskan ke layer diatasnya.
Untuk
mendapatkan allokasi IPv6 dari Asia Pacific Network Information Center (APNIC),
anda harus mengirimkan permohonan IPv6 menggunakan form
http://www.apnic.net/apnic
bin/IPv6- subtla-request.pl, untuk wilayah Indonesia anda bias mengirimkan form permohonan
IPv6 yang juga bisa diambil dari homepage APNIC:
http://www.apnic.net/apnic-bin/IPv6-subtla-request.pl, kemudian
mengirimkan form tersebut ke
ip-request@apjii.or.id, tapi sebelumnya
anda mendaftarkan sebagai anggota APJII untuk
mendapatkan
pelayanan ini. Untuk mendapatkan allokasi IPv6 dari Asia Pacific Network
Information Center (APNIC), anda harus mengirimkan permohonan IPv6 menggunakan
form
http://www.apnic.net/apnic
bin/IPv6- subtla-request.pl, untuk wilayah Indonesia anda bias mengirimkan form permohonan
IPv6 yang juga bisa diambil dari homepage APNIC:
http://www.apnic.net/apnic-bin/IPv6-subtla-request.pl, kemudian
mengirimkan form tersebut ke
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
ip-request@apjii.or.id, tapi sebelumnya
anda mendaftarkan sebagai anggota APJII untuk mendapatkan pelayanan ini.
Berdasarkan
data dari 6BONE (http://www.6bone.net) saat ini telah terdapat 200 situs yang terdapat di 39 negara
yang telah bertarsipasi dalam pengembangan tentang IPv6 ini, dan terdapat
berbagai lembaga yang turut berpartisipasi mengadakan riset mengenai IPv6 ini,
diantaranya adalah: CAIRN, Canarie, CERNET, Chunghawa Telecom, DANTE,
Esnet, Internet2, IPFNET, NTT, Renater,
Singren, Sprint, SURFnet, vBNS, WIDE.
Perbandingan
IPv4 dan IPv6
KESIMPULAN
DAN SARAN
IPv4 yang merupakan pondasi dari
Internet telah hampir mendekati batas akhir dari kemampuannya, dan IPv6 yang
merupakan protokol baru telah dirancang untuk dapat menggantikan fungsi IPv4.
Motivasi utama untuk mengganti IPv4 adalah karena keterbatasan dari panjang
addressnya yang hanya 32 bit saja serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan
komunikasi yang aman, routing yang fleksibel maupun pengaturan lalu lintas
data. IPv6 yang memiliki kapasitas address raksasa (128 bit), mendukung
penyusunan address secara terstruktur,
yang
memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru
yang tidak terdapat pada IPv4.
IPv6 memiliki tipe address anycast
yang dapat digunakan untuk pemilihan route secara efisien. Selain itu IPv6 juga
dilengkapi oleh mekanisme penggunaan address secara local yang memungkinkan
terwujudnya instalasi secara Plug&Play, serta menyediakan platform bagi
cara baru pemakaian Internet, seperti dukungan terhadap aliran data secara
real-time, pemilihan provider, mobilitas host, end-to-end security, ataupun
konfigurasi otomatis.
Fasilitas yang disediakan pada IPv6
lebih komplek ketimbang IPv4 baik secara fungsi maupun medianya. Untuk itu,
dalam penulisan ini masih banyak lagi hal yang harus dikaji dalam penggunaan
IPv6 dan mempunyai beberapa penerapan untuk penggunaan di jaringan.
Keterbatasan dalam penelitian secara teknis masih dirasa sangat kurang karena
penulis melihat penggunaan Ipv6 belum banyak diterapkan baik itu di lingkungan
universitas maupun badan institusi lainnya. Semoga untuk tahun kedepanya pada
saat penggunaan IPv6 telah marak atau populer diharapkan tulisan ini dapat
menjadi acuan dalam pengetahuan penggunaan IPv6.
|
|
