PROTOKOL
INTERNET
Nama : Cicik Yuliani
NPM : 201143501541
Email : c1c1kyul1an128@yahoo.co.id
Dosen : Nahot
Frastian ,S.Kom
Teknik Informatika
Universitas
Indra Prasta
Jakarta
Abstrak
jurnal ini dibuat untuk memahami dan mempelajari dari pembahasan materi yang di
berikan untuk memenuhi tugas pada mata
kuliah komunikasi data, perkembangan dunia informatika terutama
komunikasi data merupakan bagian dari teknologi informasi, dimana komputer
melakukan pengiriman data berupa informasi yang disajikan oleh isyarat digital
biner terhadap komputer yang lain atau juga pengiriman data terhadap terminal.
Pengertian komunikasi data berhubungan erat dengan pengiriman data menggunakan
sistem transmisi elektronik satu terminal komputer ke terminal komputer lain
Pendahuluan. Dewasa ini
perkembangan dunia Internet semakin maju dan berkembang, selai hanya browsing,
chatting, dan lain sebagainya, perkembangan sekarang sudah sampai ke VOIP
(Voice Over Internet Protocol) yang memungkinkan pengguna dapat mentransfer
tidak hanya data namum suara, streaming video, gambar dan lain sebagainya.
Serta teknologi lain yang telah maju pesat ketimbang dunia otomotif maupun ilmu
pengetahuan yang bersifar sains yang mampu terlewatkan, karena bebrapa detik
saja penemuan-penemuan serta perkembangan dunia teknologi informasi terus
meningkat. Internet Protocol (IP) merupakan salah satu lapisan Internet
referensi model DoD (setaraf dengan OSI model) yang berfungsi memberikan alamat
atau identitas logika sehingga kita dapat melakukan aktivitas Internet. Dengan
menggunakan notasi angka berjumlah 32 bit.IP address dikatakan alamat logika
karena dibuat oleh perangkat lunak dan secara dinamis dapat berubah jika
peralatan kita pindah ke jaringan lain
Protokol Internet (Inggris Internet Protocol disingkat IP) adalah protokol lapisan jaringan (network layer
dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer
dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket
data antar host-host di jaringan
komputer berbasis TCP/IP. Versi IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4) yang
didefinisikan pada RFC 791 dan dipublikasikan pada tahun 1981, tetapi akan digantikan oleh IP
versi 6 pada beberapa waktu yang akan
datang.
Protokol IP merupakan salah satu
protokol kunci di dalam kumpulan protokol TCP/IP.
Sebuah paket IP akan membawa data
aktual yang dikirimkan melalui jaringan dari satu titik ke titik lainnya.
Metode yang
Digunakannya adalah connectionless yang berarti ia tidak perlu
membuat dan memelihara sebuah sesi koneksi. Selain itu, protokol ini juga tidak
menjamin penyampaian data, tapi hal ini diserahkan kepada protokol pada lapisan
yang lebih tinggi (lapisan transport dalam OSI Reference
Model) atau lapisan antar host dalam DARPA Reference
Model), yakni protokol Transmission Control Protocol (TCP).Layanan
yang ditawarkan oleh Protokol IP.
·
IP menawarkan layanan
sebagai protokol antar jaringan (inter-network), karena itulah IP juga sering
disebut sebagai protokol yang bersifat routable.
Header
IP mengandung informasi yang dibutuhkan untuk menentukan rute paket, yang
mencakup alamat IP sumber (source IP address) dan alamat IP tujuan
(destination IP address). Anatomi alamat IP terbagi menjadi dua bagian, yakni
alamat jaringan (network address) dan alamat node (node address/host
address). Penyampaian paket antar jaringan (umumnya disebut sebagai proses routing),
dimungkinkan karena adanya alamat jaringan tujuan dalam alamat IP. Selain itu,
IP juga mengizinkan pembuatan sebuah jaringan yang cukup besar, yang disebut
sebagai IP internetwork, yang terdiri atas dua atau lebih jaringan yang
dihubungkan dengan menggunakan router berbasis IP.
- IP mendukung banyak protokol klien, karena memang IP merupakan "kurir" pembawa data yang dikirimkan oleh protokol-protokol lapisan yang lebih tinggi dibandingkan dengannya. Protokol IP dapat membawa beberapa protokol lapisan tinggi yang berbeda-beda, tapi setiap paket IP hanya dapat mengandung data dari satu buah protokol dari banyak protokol tersebut dalam satu waktu. Karena setiap paket dapat membawa satu buah paket dari beberapa paket data, maka harus ada cara yang digunakanuntuk mengidikasi kan protokol
lapisan
tinggi dari paket data yang dikirimkan sehingga dapat diteruskan kepada
protokol lapisan tinggi yang sesuai pada sisi penerima. Mengingat klien dan
server selalu menggunakan protokol yang sama untuk sebuah data yang saling
dipertukarkan, maka setiap paket tidak harus mengindikasikan sumber dan tujuan
yang terpisah. Contoh dari protokol-protokol lapisan yang lebih tinggi
dibandingkan IP adalah Internet Control Management Protocol (ICMP), Internet
Group Management Protocol (IGMP), User Datagram Protocol (UDP), dan
Transmission Control Protocol (TCP).
- IP mengirimkan data dalam bentuk datagram, karena memang IP hanya menyediakan layanan pengiriman data secara connectionless serta tidak andal (unreliable) kepada protokol-protokol yang berada lebih tinggi dibandingkan dengan protokol IP. Pengirimkan connectionless, berarti tidak perlu ada negosiasi koneksi (handshaking) sebelum mengirimkan data dan tidak ada koneksi yang harus dibuat atau dipelihara dalam lapisan ini. Unreliable, berarti IP akan mengirimkan paket tanpa proses pengurutan dan tanpa acknowledgment ketika pihak yang dituju telah dapat diraih. IP hanya akan melakukan pengiriman sekali kirim saja untuk menyampaikan paket-paket kepada hop selanjutnya atau tujuan akhir (teknik seperti ini disebut sebagai "best effort delivery"). Keandalan data bukan merupakan tugas dari protokol IP, tapi merupakan protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi, seperti halnya protokol TCP.
- Bersifat independen dari lapisan antarmuka jaringan (lapisan pertama dalam DARPA Reference Model), karena memang IP didesain agar mendukung banyak komputer dan antarmuka jaringan. IP bersifat independen terhadap atribut lapisan fisik, seperti halnya pengabelan, pensinyalan, dan bit rate. Selain itu, IP juga bersifat independen terhadap atribut lapisan data link seperti halnya mekanisme Media access control (MAC), pengalamatan MAC, serta ukuran frame terbesar. IP menggunakan skema pengalamatannya sendiri, yang disebut sebagai "IP address", yang merupakan bilangan 32-bit dan independen terhadap skema pengalamatan yang digunakan dalam lapisan antarmuka jaringan.
- Untuk mendukung ukuran frame terbesar yang dimiliki oleh teknologi lapisan antarmuka jaringan yang berbeda-beda, IP dapat melakukan pemecahan terhadap paket data ke dalam beberapa fragmen sebelum diletakkan di atas sebuah saluran jaringan. Paket data tersebut akan dipecah ke dalam fragmen-fragmen yang memiliki ukuran maximum transmission unit (MTU) yang lebih rendah dibandingkan dengan ukuran datagram IP. Proses ini dinamakan dengan fragmentasi ([[Fragmentasi paket jaringan|fragmentation). Router atau host yang mengirimkan data akan memecah data yang hendak ditransmisikan, dan proses fragmentasi dapat berlangsung beberapa kali. Selanjutnya host yang dituju akan menyatukan kembali fragmen-fragmen tersebut menjadi paket data utuh, seperti halnya sebelum dipecah.
- Dapat diperluas dengan menggunakan fitur IP Options dalam header IP. Fitur yang dapat ditambahkan contohnya adalah kemampuan untuk menentukan jalur yang harus diikuti oleh datagram IP melalui sebuah internetwork IP.
Datagram IP
Format datagram Protokol IP
Paket-paket data dalam protokol IP
dikirimkan dalam bentuk datagram. Sebuah datagram IP terdiri atas header IP dan
muatan IP (payload), sebagai berikut:
- Header IP: Ukuran header IP bervariasi, yakni berukuran 20 hingga 60 byte, dalam penambahan 4-byte. Header IP menyediakan dukungan untuk memetakan jaringan (routing), identifikasi muatan IP, ukuran header IP dan datagram IP, dukungan fragmentasi, dan juga IP Options.
- Muatan IP: Ukuran muatan IP juga bervariasi, yang berkisar dari 8 byte hingga 65515 byte.Sebelum dikirimkan di dalam saluran jaringan, datagram IP akan "dibungkus" dengan header protokol lapisan antarmuka jaringan dan trailer-nya, untuk membuat sebuah frame jaringan.
Header IP
Format Header Protokol IP
Type of Service (ToS)
Field Type of Service (ToS) adalah sebuah field dalam header
IPv4 yang memiliki panjang 8 bit dan digunakan untuk menandakan jenis Quality of Service (QoS) yang digunakan oleh datagram yang bersangkutan untuk
disampaikan ke router-router internetwork. ToS didefinisikan di dalam
dua buah standar, yakni RFC 791 dan RFC
2474.
ToS dalam RFC 791
[place holder]
ToS dalam RFC 2474
[place holder]
Time-to-Live (TTL)
Protocol
Berikut ini adalah nilai dari field
Protocol
Nilai
|
Protokol
|
0
|
Internet Protocol (IP)
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
IP in IP encapsulation
|
5
|
|
6
|
|
7
|
|
8
|
User Datagram Protocol (UDP)
|
9
|
Host Monitoring
Protocol (HMP)
|
10
|
|
11
|
|
12
|
Internet Protocol version 6
(IPv6)
|
13
|
|
14
|
|
15
|
|
16
|
|
17
|
Open Shortest Path
First (OSPF)
|
Aplikasi jaringan Windows yang berbasis Windows
Sockets API (WinSock) dapat merujuk protokol
berdasarkan namanya saja. Nama-nama protokol kemudian akan diterjemahkan ke
dalam nomor protokol dengan menggunakan berkas yang disimpan di dalam %systemroot%\System32\Drivers\Etc\Protocol.
Fragmentasi Paket IP
Ketika sebuah host sumber atau
router harus mentransmisikan sebuah datagram IP dalam sebuah saluran jaringan di
mana nilai Maximum transmission unit (MTU) yang dimilikinya lebih kecil
dibandingkan ukuran datagram IP, datagram IP yang akan ditransmisikan tersebut
harus dipecah ke dalam beberapa fragmen. Proses ini disebut sebagai
Fragmentation (fragmentasi). Ketika fragmentasi terjadi, muatan IP akan dibelah
menjadi beberapa segmen, dan setiap segmen akan dikirimkan dengan header IP-nya
masing-masing.
Header IP mengandung informasi yang dibutuhkan untuk menyatukan kembali muatan IP
yang telah dipecah tersebut menjadi muatan IP yang utuh pada saat datagram IP
tersebut telah sampai pada host tujuan. Karena IP merupakan teknologi datagram
packet-switching dan juga fragmen dapat sampai ke tujuan dalam kondisi
tidak terurut, fragmen-fragmen tersebut harus dikelompokkan (dengan menggunakan
field Identification dalam header IP), diurutkan (dengan
menggunakan field Fragment Offset dalam header IP), dan
diperjelas pembatasannya (dengan menggunakan flag More Fragment
dalam header IP).
Teknologi virtual circuit
packet-switching seperti halnya X.25 dan Asynchronous Transfer Mode (ATM) hanya membutuhkan pembatasan fragmen/segmen. Sebagai contoh, dengan ATM
Adaptation Layer 5, sebuah datagram IP
akan dibelah menjadi beberapa segmen berukuran 48 byte yang menjadi
muatan setiap sel ATM. ATM selanjutnya mengirimkan sel-sel ATM tersebut yang
mengandung datagram IP dan menggunakan bit ketiga dari field Payload
Type di dalam header ATM untuk mengindikasikan akhir aliran sel ATM
untuk sebuah datagram IP.
Field-field dalam header IP yang berguna untuk fragmentasi
Ada tiga buah field yang
berguna untuk menunjukkan apakah sebuah datagram IP harus difragmentasi atau
tidak, yakni sebagai berikut:
- Field identification:
Digunakan untuk mengelompokkan semua fragmen dari sebuah datagram IP dalam sebuah kelompok. Host pengirim akan mengeset nilai field ini, dan nilai ini tidak akan beruba selama proses fragmentasi berlangsung. Field ini selalu diset (memiliki nilai) meskipun datagram IP tidak boleh diset dengan menggunakan bit flag Dont Fragment (DF). - Field Flag, yang memiliki dua buah nilai:
- Don't fragment (DF):
Flag ini akan diset ke nilai "0" untuk mengizinkan fragmentasi dilakukan, atau nilai "1" untuk mencegah fragmentasi dilakukan terhadap datagram IP. Dengan kata lain, fragmentasi akan terjadi jika flag DF ini bernilai "0". Jika fragmentasi dibutuhkan untuk meneruskan datagram IP (akibat ukuran datagram IP yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran maximum transmission unit (MTU)) dan flag DF ini diset ke nilai "1", maka router akan mengirimkan pesan "ICMP Destination Unreachable-Fragmentation Needed And DF Set" kepada host pengirim, sebelum router tersebut akan mengabaikan datagram IP tersebut. - More Fragments (MF):
Flag ini akan diset ke nilai "0" jika tidak ada fragmen lainnya yang mengikuti fragmen yang bersangkutan (berarti tanda bahwa fragmen tersebut merupakan fragmen terakhir), atau diset ke nilai "1" jika ada tambahan fragmen yang mengikuti fragmen tersebut (berarti tanda bahwa fragmen tersebut bukanlah fragmen terakhir). - Field' Fragment
Offset:
Field ini akan diset untuk mengindikasikan posisi fragmen yang bersangkutan terhadap muatan IP yang belum difragmentasikan. Field ini akan digunakan untuk mengurutkan kembali semua fragmen pada saat proses penyatuan kembali menjadi sebuah datagram IP yang utuh di pihak penerima. Ukurannya adalah 13 bit, sehingga mendukung nilai hingga 8191 saja.
Mengingat ukuran muatan IP terbesar adalah 65515 byte (216-20), sedangkan ukuran field ini adalah 13 bit, maka field ini tidak dapat digunakan untuk mengindikasikan byte offset. Karenanya setiap nilai field fragment offset harus merepresentasikan nilai 3 bit. Dengan demikian, field Fragment Offset pun dapat didefinisikan dalam blok-blok berukuran 8 byte yang disebut sebagai Fragment block.
Selama fragmentasi dilakukan, muatan IP akan dipecah ke dalam fragmen-fragmen dengan menggunakan batasan 8 byte dan nilai maksimum fragment block (8 byte) diletakkan pada setiap fragmen. Field Fragment Offset pun diset untuk mengindikasikan permulaan fragment block untuk fragmen tersebut dibandingkan dengan muatan IP yang belum difragmentasi.
Setiap fragmen yang difragmentasi
oleh router, header IP akan disalin dan beberapa field ini akan diubah selama
fragmentasi oleh router:
- Header length: Bisa berubah atau tidak bergantung pada keberadaan IP Options, dan juga apakah IP Options tersebut disalin ke semua fragmen atau hanya fragmen pertama saja.
- Time-to-Live (TTL): selalu dikurangi 1.
- Total Length: Diubah untuk merefleksikan perubahan pada header IP yang baru dan tentunya muatan IP yang baru.
- Flag More Fragment akan diset ke angka 1 untuk fragmen pertama atau fragmen pertengahan, atau nilai 0 untuk fragmen terakhir.
- Fragment Offset: Diset untuk mengindikasikan posisi fragmen di dalam fragment block relatif terhadap muatan IP yang belum difragmentasi.
- Header Checksum: dihitung ulang berdasarkan field yang berubah di dalam header IP.
- Field "identification": tidak berubah untuk setiap fragmen.
Contoh proses fragmentasi
Contoh proses fragmentasi (gambar 1)
Sebagai sebuah contoh bagaimana
proses fragmentasi berlangsung, perhatikan skenairo berikut:
Sebuah node yang berada di dalam jaringan Token Ring mengirimkan sebuah datagram IP yang dapat difragmentasikan dengan nilai field Identification (dalam header IP) diset ke nilai 9999 ke sebuah node dalam jaringan Ethernet, seperti terlukis dalam gambar. Anggaplah jaringan Token Ring tersebut memiliki pengaturan sebagai berikut: kepemilikan token selama 9 milidetik, kecepatan 4 megabit per detik, dan tidak ada header routing Token Ring, serta MTU 4482 byte. Sementara itu, jaringan Ethernet memiliki MTU 1500 byte, yang menggunakan skema enkapsulasi frame Ethernet II.
Sebuah node yang berada di dalam jaringan Token Ring mengirimkan sebuah datagram IP yang dapat difragmentasikan dengan nilai field Identification (dalam header IP) diset ke nilai 9999 ke sebuah node dalam jaringan Ethernet, seperti terlukis dalam gambar. Anggaplah jaringan Token Ring tersebut memiliki pengaturan sebagai berikut: kepemilikan token selama 9 milidetik, kecepatan 4 megabit per detik, dan tidak ada header routing Token Ring, serta MTU 4482 byte. Sementara itu, jaringan Ethernet memiliki MTU 1500 byte, yang menggunakan skema enkapsulasi frame Ethernet II.
Sebelum fragmentasi terjadi,
field-field dalam header IP untuk datagram IP yang asli bernilai sebagai
berikut:
Field
|
Nilai
|
Total Length
|
4482
|
Identification
|
9999
|
flag DF
|
0
|
flag MF
|
0
|
Fragment Offset
|
0
|
Router yang menghubungkan dua jenis jaringan tersebut akan menerima datagram IP
dari komputer pengirim dalam jaringan Token Ring. Router pun mengecek tabel
routing yang ada di dalam dirinya dan menentukan antarmuka mana yang hendak
digunakan untuk meneruskan pesan tersebut dan kemudian router mengetahui bahwa
datagram IP yang dikirimkan lebih besar daripada nilai MTU, mengingat jaringan
yang dituju merupakan jaringan Ethernet. Selanjutnya, router melihat flag DF
dalam header IP: jika diset ke angka 1, router akan mengabaikan datagram yang
bersangkutan dan mengirimkan pesan balasan "ICMP Destination
Unreachable-Fragmentation Needed And DF Set" kepada pengirim datagram IP;
dan karena memiliki nilai "0", router pun melakukan fragmentasi
terhadap muatan datagram IP tersebut, yakni sebesar 4462 byte (dengan
anggapan bahwa datagram tersebut tidak memiliki IP Options) ke dalam empat buah
fragmen, yang setiap fragmennya memiliki ukuran 1500 byte (yang merupakan nilai
MTU dari jaringan Ethernet).
Proses fragmentasi paket IP
Muatan IP maksimum yang dapat
ditampung dalam MTU 1500 byte milik Ethernet adalah 1480 byte (20 byte
digunakan sebagai header IP, dan dengan anggapan bahwa datagram tersebut tidak
memiliki IP Options). Setiap muatan yang berukuran 1480 byte tesebut dipecah ke
dalam 185 fragment block (185x8=1480). Karenanya router akan mengirimkan empat
fragmen dengan ukuran muatan 1480 byte dan fragmen terakhir berukuran 22 byte
(4462=1480+1480+1480+22)
Karena fragmentasi terjadi, maka
nilai-nilai field datagram IP yang dikirimkan pun akan diubah oleh router
menjadi nilai-nilai berikut:
Field
|
Nilai
pada fragmen 1
|
Nilai
pada fragmen 2
|
Nilai
pada fragmen 3
|
Nilai
pada fragmen 4
|
Total Length
|
1500
|
1500
|
1500
|
42
|
Identification
|
9999
|
9999
|
9999
|
9999
|
flag DF
|
0
|
0
|
0
|
0
|
flag MF
|
1
|
1
|
1
|
0
|
Fragment Offset
|
0
|
185
|
370
|
555
|
Contoh penyatuan kembali (proses reassembly)
Contoh datagram IP
Berikut ini adalah contoh dari
datagram IP (packet capture dari Microsoft Network Monitor, dipantau dengan
perintah "Ping 192.168.1.2"):
+ Frame: Base frame properties
+ ETHERNET: ETYPE = 0x0800 : Protocol = IP: DOD Internet Protocol
IP: ID = 0x34CD; Proto = ICMP; Len: 60
IP: Version = 4 (0x4)
IP: Header Length = 20 (0x14)
IP: Precedence = Routine
IP: Type of Service = Normal Service
IP: Total Length = 60 (0x3C)
IP: Identification = 13517 (0x34cd)
IP: Flags Summary = 0 (0x0)
IP: .......0 = Last fragment in datagram
IP: ......0. = May fragment datagram if necessary
IP: Fragment Offset = 0 (0x0) bytes
IP: Time to Live = 128 (0x80)
IP: Protocol = ICMP - Internet Control Message
IP: Checksum = 0xB869
IP: Source Address = 192.168.1.1
IP: Destination Address = 192.168.1.2
IP: Data: Number of data bytes remaining = 40 (0x0028)
+ ICMP: Echo: From 192.168.1.1 To 192.168.1.2
Alamat IP
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan
angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat
identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi
4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi
menjadi dua, yakni:
- IP versi 4 (IPv4)
- IP versi 6 (IPv6)
IP Address design Untuk Beberapa Site Dalam
Corporate Anda
Salah satu task yang perlu
kita lakukan dalam design jaringan adalah design IP address yang bisa kita
aplikasikan kepada system jaringan kita baik untuk jaringan local LAN kita
sampai jaringan antar LAN melewati koneksi WAN.
Perlunya IP address untuk
komunikasi
Untuk bisa berkomunikasi
pada suatu jaringan private ataupun pada jaringan public Internet, setiap host
pada jaringan harus diidentifikasi oleh suatu IP address. kenyataan perlunya IP
address bisa dipahami dalam kenyataannya bahwa:
- Setiap segmen fisik jaringan memerlukan suatu address unik pada jaringan tersebut
- Setiap host pada suatu jaringan memerlukan suatu IP address yang unik dalam segmen jaringan tersebut
- IP address terdiri dari ID jaringan dan ID host
- Class address dan subnet mask menentukan seberapa banyak IP address yang bisa dibuat dalam segmen jaringan tersebut
IPv4 – IP address version 4
– terdiri dari 32-bit number, biasanya ditulis dalam notasi decimal seperti
192.168.200.100.
IP Address bisa dikelompokkan
dalam Class IP seperti dalam table dibawah ini, sementara dalam real world anda
memerlukan hanya class A; Class B; dan Class C saja.
Tabel A
Class Type
|
Start Address
|
End Address
|
Default mask
|
Notes
|
Class A
|
1.0.0.0
|
127.255.255.254
|
255.0.0.0
|
|
Class B
|
128.0.0.0
|
191.255.255.254
|
255.255.0.0
|
|
Class C
|
192.0.0.0
|
223.255.255.254
|
255.255.255.0
|
|
Class D
|
224.0.0.0
|
239.255.255.254
|
Multicasting
|
|
Class E
|
240.0.0.0
|
255.255.255.254
|
For testing
|
IP address ini bisa
dikelompokkan dalam dua golongan IP address:
1. Public IP address,
adalah IP address yang secara global merupakan IP address yang unik yang
terhubung dalam jaringan Internet. Untuk mendapatkan IP public ini anda harus
menghubungi ISP anda untuk membeli suatu kelompok kecil IP public yang bisa
anda gunakan untuk berkomunikasi keluar jaringan private anda.
2. Private IP Address,
dibatasi oleh range tertentu yang bisa dipakai oleh jaringan private akan
tetapi tidak dapat dilihat oleh public Internet. Internet Assigned Numbers
Authority (IANA) telah menyediakan beberapa kelompok IP address private yang
tidak pernah dipakai dalam global Internet. Tabel berikut ini adalah table
Private IP address yang bisa anda gunakan dalam jaringan private anda, yang
hanya bisa dipakai untuk komunikasi kedalam saja.
Tabel B
Class
Type
|
Start
Address
|
End
Address
|
Class
A
|
10.0.0.0
|
10.255.255.254
|
Class
B
|
172.16.0.0
|
172.31.255.254
|
Class
C
|
192.168.0.0
|
192.168.255.254
|
Untuk suatu host dalam
jaringan private bisa berkomunikasi ke Internet maka memerlukan suatu server
Proxy atau memerlukan suatu konfigurasi NAT – network address
translation.
IP address bisa diberikan
secara manual; secara dinamis oleh DHCP server; ataupun secara automatis dengan
menggunakan Automatic IP Addressing (APIPA). Mulai Windows XP keatas, jika
dalam suatu jaringan tidak diketemukan DHCP server, maka IP address akan
didapat dari APIPA scheme. APIPA berada pada range IP address antara
169.254.0.1 sampai 169.254.255.254.
IP Address Khusus
Ada beberapa IP address yang
mempunyai makna tertentu yang tidak boleh di pakai untuk IP pada host. Tabel
berikut ini memberikan daftar IP address khusus
Tabel C
IP Address
|
Pemakaian
|
0.0.0.0
|
Network address ini
digunakan oleh router untuk menandai default route. Dengan default route kita
tidak perlu mengisi routing table yang berlebihan. (beberapa jenis router
yang lama menggunakan address ini sebagai broadcast address)
|
Semua bit pada porsi
network pada suatu address adalah di set 0
|
Suatu address dengan semua
bit dari porsi network dari suatu address di set 0 merujuk pada suatu host
pada network “ini”, contoh:
0.65.77.233 – host
specific pada network class A
0.0.77.52 – host specific
pada network class B
0.0.0.69 – host specific
pada network class C
|
Semua bits pada porsi host
pada suatu address di set 0
|
Jika
suatu address dimana porsi hostnya di set 0 berarti merujuk pada network itu
sendiri, contoh:
Network Class A address :
115.0.0.0
Network Class B address :
154.12.0.0
Network Class C address :
223.66.243.0
|
Semua bits dari porsi host
dari suatu address di set 0
|
Jika semua bit pada porsi
host pada suatu address di set 1, maka ini merupakan pesan broadcast untuk
semua host pada network tersebut, contoh:
115.255.255.255 –
merupakan pesan broadcast ke semua host pada network Class A 115.0.0.0
154.90.255.255 – merupakan
pesan broadcast ke semua host pada network Class B 154.90.0.0
222.65.244.255 – merupakan
pesan broadcast ke semua host pada network class C 222.65.244.0
|
127.0.0.0
|
Address network ini adalah
di reserve untuk keperluan address loopback. (catatan: Address ini di exclude
pada range address pada Class A ataupin Class B). sementara address 127.0.0.1
merujuk pada local host.
|
255.255.255.255
|
Address ini digunakan
untuk mengindikasikan pesan broadcast dimaksudkan ke semua host pada networl
ini.
|
Subnet Mask
Saya tidak membahas disini
masalah subnet mask secara detail karena subnet mask bagi sebagian praktisi
agak membingungkan dan memerlukan bahasan yang agak mendalam. Berikut ini
merupakan catatan penting mengenai “Subnet mask”:
- Mengidentifikasikan bagian dari suatu “network” / jaringan dan porsi “host” dalam suatu IP address
- Subnet masks dipakai untuk membuat keputusan routing
- Classfull subnetting
- Variable length subnet masking (VLSM)
- Protocol routing
Design Kasus Guinea
Seperti dalam kasus scenario
sebelumnya, gambar berikut adalah diagram corporate yang terdiri dari tiga
sites yang terhubung melalui koneksi WAN. Ketiga sites tersebut adalah Guinea
Smelter (ada sekitar 200 hosts); Lumpur site (ada skitar 1000 hosts); dan
Hongkong Headquarter (ada sekitar 450 hosts).
Ada baiknya memahami cara
konversi IP address dari desimal ke biner dan sebaliknya disini.
IP Address Design -
Corporate
Untuk ketiga sites tersebut
Directur IT anda memberikan range IP private antara 192.168.100.1 sampai
192.168.107.254. Bagaimana anda akan mengaplikasikan range IP address tersebut
kepada ketiga site diatas? Kita lihat terlebih dahulu kebutuhan IP untuk ketiga
site tersbut.
1. Guinea site memerlukan
sekitar tak lebih dari 200 host untuk saat ini, tapi untuk antisipasi ke perkembangan
5 tahun kedepan diperkirakan ada penambahan host / user sampai tidak lebih dari
400 hosts.
2. Hongkong Headquarter
memerlukan IP sekitar 450 host tidak lebih untuk 5 tahun kedepan.
3. Lumpur site memerlukan IP
lumayan besar untuk saat ini dan prediksi 5 tahun kedepan diperlukan IP sampai
sekitar 1000 host tidak lebih.
Pertama kali kita lihat dulu
susunan range IP address pada range 192.168.100.0 – 192.168.107.254 ini,
mengingat jumlah host pada masing-2 site berada pada range di kelipatan 255
maka kita perlu perhatikan susunan IP pada octet ke tiga dari kiri yaitu 100 –
107. Kita tahu bahwa pada network Class C ini ada 254 host yang bisa dipakai,
sehingga kalau kita memerlukan sejumlah host pada range antara 200-an sampai
500-an maka kita memerlukan satu bit lagi dari 8 bit class C ini yaitu 9 bit
untuk menghasilkan 500-an host (2 pangkat 9 = 512). Dan jika kita memerlukan
host sekitar 1000 maka kita ambil 2 bit lagi kekiri dari 8 bit Class C ini
yaitu jadi 10 bit untuk mendapatkan host sekitaran 1000 host (2 pangkat 10 =
1024).
Tabel D
Network address
|
Perhatikan octet ketiga
dari kiri
|
Notasi biner
|
192.168.100.0
|
100
|
0110 0100
|
192.168.101.0
|
101
|
0110 0101
|
192.168.102.0
|
102
|
0110 0110
|
192.168.103.0
|
103
|
0110 0111
|
192.168.104.0
|
104
|
0110 1000
|
192.168.105.0
|
105
|
0110 1001
|
192.168.106.0
|
106
|
0110 1010
|
192.168.107.0
|
107
|
0110 1011
|
Jika setiap site hanya
membutuhkan host pada range dibawah 254 host maka kita tidak perlu repot-2
memikirkan pembagian IP, kita cukup memakai 24 bit pertama sebagai network
address dan 8 bit sebagai host (2 pangkat 8 = 256) yaitu:
192.168.100.0/24 untuk site
A (8 bit untuk host = 254 host)
192.168.101.0/24 untuk site
B (8 bit untuk host = 254 host)
192.168.102.0/24 untuk site
C (8 bit untuk host = 254 host)
dan seterusnya untuk site D;
E; F; G; dan site H yang masing-2 mendapatkan 254 host, sehingga subnet mask
yang dipakai masing-2 adalah 255.255.255.0.
Kebutuhan 400 host
Kembali pada kebutuhan IP
diatas, untuk kebutuhan sekiran 400 IP kita membutuhkan 9 bit untuk host (2
pangkat 9 = 512) dan sisanya adalah untuk IP network yaitu 32 bit dikurangi 9
bit berarti 23 bit untuk network. Perhatikan bahwa untuk satu network semua bit
harus sama, yang berubah adalah bit host.
Jadi untuk IP network (23
bit) pada IP network 192.168.100.0 kita tulikan
Tabel E
192
|
168
|
100 sampai 101
|
0 sampai 254
|
1100 0000
|
1010 1000
|
0110 0100
0110 0101
|
0000 0000 => 1111 1110
|
Perhatikan pada kolom ketiga
untuk 100 dan 101 bit yang berubah 1 digit terakhir saja, jadi angka 100 dan
101 ini bisa kita gunakan untuk range IP address dari 1 sampai 500-an. Begitu
juga (perhatikan table D diatas) untuk angka 102 dan 103; 104 dan 105; dan 106
dan 107 merupakan pasangan yang bisa menghasilkan 512 host.
Jadi untuk site Guinea (saat
ini hanya 200 host, 400 host 5 tahun kedepan) kita bisa tentukan untuk memakai
IP pada range 192.168.100.0 sampai 192.168.101.254 atau lebih lajim ditulis
dengan notasi:
192.168.100.0/23 dengan
subnet mask 255.255.254.0
Perhatikan 23 adalah jumlah
bit yang dipakai oleh network, sementara 9 bit untuk host.
Sementara untuk Hongkong
Headquarter kita tentukan untuk memakai IP range antara 192.168.102.0 sampai
192.168.103.254 atau kita tulis dengan otasi:
192.168.102.0/23 dengan
subnet mask 255.255.254.0
Kebutuhan 1000 hosts
Untuk kebutuhan IP sekitar
1000 host maka kita memerlukan 10 bit untuk host dan 22 bit untuk network.
Perhatikan pada table D diatas, untuk 10 bit host maka perlu pinjam 2 bit di
octet ketiga – jadi 22 bit yang tidak berubah adalah pasangan 4 angka pertama
(100; 101; 102; 103) dan pasangan 4 angka kedua (104;105;106;107).
Karena 4 pasang pertama
sudah kita pakai untuk Ginea dan Hongkong, maka kita bisa pakai untuk site
Lumpur site pasangan angka kedua yaitu IP range:
192.168.104.0 sampai
192.168.107.254
Atau lajim kita tuliskan
sebagai berikut (karena memakai 22 bit sebagai IP host):
192.168.104.0/22 dengan
subnet mask 255.255.252.0
Jadi lengkaplah sudah design
IP address untuk ketiga site di atas. Untuk bisa menghubungkan ketiga site
diatas lewat koneksi WAN, maka kita memerlukan IP public.
Memahami Konversi IP Address
Memahami Konversi IP Address
Dari Binary Ke Decimal Dan Juga Konversi Dari Decimal Ke Binary Adalah Konsep
Penting Dalam Design Jaringan Anda
Membuat design infrastrucktur jaringan komputer
dalam suatu organisasi tidak lepas dari pemahaman masalah IP address, bagaimana
melakukan konversi IP address dari biner ke decimal dan sebaliknya.
Class IP Address
Address Network dan Address
host
Setiap Class IP address
meliputi pembagian antara network ID dan host ID. Kita juga harus tahu mana
bagian dari network IP dan mana bagian dari host.
- Class A – 1 byte untuk network, 3 byte untuk (16,777,214) hosts
- Class B – 2 byte untuk network, 2 byte untuk (65,534) hosts
- Class C – 3 byte untuk network, 1 byte untuk (254) hosts
- Class D – digunakan untuk multicast
- Class E – dicadangkan untuk experiment
Registrasi IP address
Seperti diketahui bahwa
TCP/IP adalah protocol yang digunakan dalam komunikasi pada internet. Internet
menghubungkan hosts dan jaringan diseluruh dunia kedalam suatu koneksi
internetwork yang besar. Setiap device pada jaringan memerlukan suatu IP
address yang unik, sehingga tidak saling konflik. Group berikut adalah yang
bertanggungjawab dalam registrasi IP address public.
- American Registry for Internet Numbers (ARIN) untuk wilayah Amerika utara dan selatan, Caribian, dan Afrika – Sahara
- Reseaux IP Europeens (RIPE)- untuk wilayah Eropa
- Asia Pacific Network IUnformation Center (APNIC) untuk wilayah Asia Pacific
APNIC memberikan beberapa
blok IP address kepada ISP, dan anda bisa mendapatkan IP address public dari
ISP anda. Semua jaringan yang ingin dikoneksikan ke dalam jaringan internet
harus mendapatkan IP address public setidaknya dari ISP dimana kita berlangganan
Internet. Perlu diingat bahwa jika kita mendapatkan IP address dari ISP, maka
jika kita berganti ISP – berganti pula IP yang kita daftarkan.
Dan Jika anda ingin
membangun suatu jaringan private akan tetapi tidak ingin dihubungkan ke
internet maka anda bebas menggunakan IP address mana saja dan tidak perlu
didaftarkan ke Internet. Akan tetapi untuk jaringan private kita gunakan IP
private sebagai berikut :
Class Type
|
Start Address
|
End Address
|
Class A
|
10.0.0.0
|
10.255.255.254
|
Class B
|
172.16.0.0
|
172.31.255.254
|
Class C
|
192.168.0.0
|
192.168.255.254
|
Konversi Binary ke Decimal
IP address dapat
direpresentasikan kedalam 2 macam cara:
- Decimal (misal 131.107.2.200)
- Binary (misal 1000 0011. 01101011. 00000010. 11001000)
Manusia menggunakan IP
address dengan menggunakan format notasi bertitik seperti 131.107.2.200,
sementara computer secara internal menggunakan system binary untuk
berkomunikasi antar hosts.
Jangan meremehkan kemampuan
anda untuk melakukan konversi dari decimal ke binary atau sebaliknya. Kemampuan
ini sangat berguna sekali untuk membuat custom network address pada jaringan
anda.
Table berikut adalah patokan
untuk mengkonversikan decimal ke binary. Baris pertama adalah posisi bit yang
dari kanan menuju ke kiri dimulai dari nilai 0 sampai 7. Posisi bit pertama
dengan nilai 0 dan sampai posisi bit terakhir (posisi ke 8 ) dengan nilai 7.
Sementara nilai bit hanya 1 atau 0 sebagai bilangan binary.
Misalkan pada posisi bit ke
4 dengan nilai bit 1 memppunyai harga decimal (2 pangkat 3) = 8, dengan rumusan:
2 pangkat (n – 1) dimana n
adalah posisi bit
Pada posisi bit ke 8 dengan
nilai bit 1 mempunyai harga decimal (2 pangkat 7) = 128 dst.
Table Konversi Biner ke
Desimal
Sebagai pedoman yang perlu
kita hafalkan adalah angka 128 di sebelah kiri bawah table, posisi bit ke 8
dengan bit value 1 adalah 128 (2 pangkat 7). Untuk posisi bit ke 7 bagi saja
dengan dua hasil tadi jadi (128 / 2) = 64, posisi bit ke 6 (64 / 2) = 32 dan
seterusnya.
Dengan table ini akan sangat
memudahkan kita untuk meng-konversikan nilai decimal ke binary. Misalkan saja
untuk IP address dalam bentuk binary berikut:
11000000. 10101000.
11001000.11111110
Kita bisa mulai dari octet
pertama 11000000, dengan melihat table diatas maka kita bisa menghitung nilai
decimalnya sebagai berikut.
Posisi bit
|
8
|
7
|
6
|
5
|
4
|
3
|
2
|
1
|
Nilai bit
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Decimal
|
128
|
64
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Nilai decimal di baris
terakhir jumlahkan, maka binary 11000000 nilai decimalnya adalah (128+64) = 192
Untuk octet ke dua 10101000,
dengan melihat table diatas kita bisa hitung nilai decimalnya sebagai berikut.
Posisi bit
|
8
|
7
|
6
|
5
|
4
|
3
|
2
|
1
|
Nilai bit
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
Decimal
|
128
|
0
|
32
|
0
|
8
|
0
|
0
|
0
|
Nilai decimal di baris
terakhir jumlahkan, maka binary 10101000 nilai decimalnya adalah (128+32+8) =
168
Untuk octet ke tiga 11001000,
dengan melihat table diatas kita bisa hitung nilai decimalnya sebagai berikut.
Posisi bit
|
8
|
7
|
6
|
5
|
4
|
3
|
2
|
1
|
Nilai bit
|
1
|
1
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
Decimal
|
128
|
64
|
0
|
0
|
8
|
0
|
0
|
0
|
Nilai decimal di baris
terakhir jumlahkan, maka binary 11001000 nilai decimalnya adalah (128+64+8) =
200
Untuk octet ke empat
11111110, dengan melihat table diatas kita bisa hitung nilai decimalnya sebagai
berikut.
Posisi bit
|
8
|
7
|
6
|
5
|
4
|
3
|
2
|
1
|
Nilai bit
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
Decimal
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
0
|
Nilai decimal di baris
terakhir jumlahkan, maka binary 11111110 nilai decimalnya adalah
(128+64+32+16+8+4+2) = 254
Akhirnya kita dapatkan nilai
binary 11000000. 10101000. 11001000.11111110 sama dengan 192.168.200.254 dalam
bentuk decimal.
Konversi Decimal ke Binary
Kebalikan dari diatas,
konversi dari binary ke decimal bisa dijelaskan dengan menggunakan table
berikut ini, dengan masih mengacu pada table konversi diatas. Dimisalkan adalah
konversi IP address 218.132.10.55 kedalam format bisanry bisa dijelaskan
sebagai berikut.
Konversi IP address desimal
ke biner
Untuk angka decimal pada
octet pertama 218, kurangi 218 dengan 128. Jika bisa dikurangi, maka pada
posisi bit ke 8 nilai binary nya dalah 1, dan sisa pengurangan = (218-128) =
90.
Begeser pada posisi bit ke
7, kurangi sisa tadi (90) dengan 64, karena bisa dikurangi nilai bit posisi ke
7 adalah 1, dan sisa pengurangan adalah (90-64) = 26.
Bergeser kekanan lagi ke
posisi bit ke 6, kurangi angka sisa tadi (26) dengan angka 32, karena tidak
bisa dikurangi (minus) maka posisi bit ke 6 adalah angka binary 0.
Geser lagi ke kanan ke
posisi bit ke 5, kurangi angka sisa 26 dengan angka 16. Karena bisa dikurangi
maka posisi bit ke 5 adalah 1.
Geser kekanan lagi ke posisi
bit ke 4, kurangi angka sisanya tadi (10) dengan angka 8, karena bisa dikurangi
maka posisi ke 4 adalah nilai bit 1.
Geser lagi kekanan ke posisi
bit ke 3, kurangi angka sisa (2) dengan angka 4, karena tidak bisa maka posisi
bit ke tiga ini adalah 0.
Geser lagi ke kanan ke
posisi bit ke 2, kurangi angka sisa tadi (2) dengan angka 2, karena bisa
dikurangi maka posisi bit ke dua ini adalah 1. Dan untuk posisi bit terakhir ke
1 adalah angka sisa pengurangan posisi bit ke 2, yaitu 0, tidak ada sisa. Jadi
angka decimal 218 = 11011010
Anda bisa menyelesakan
dengan cara yang sama untuk angka decimal 132, 10, dan 55 seperti pada contoh
table diatas. Sehingga akhirnya diketemukan angka decimal IP address
218.132.10.55 adalah
11011010. 10000100. 00001010. 00110111
Jika anda sudah mengerti
konsep diatas, yach sudah gunakan saja kalkulator scientific atau yang ada di
komputer anda dalam format scientific.
A. Kesimpulan
Dari
uraian yang telah dibahas diatas, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan,
yaitu :
Pemahaman Internet Protokol dalam
Komunikasi Data dewasa ini merupakan sebuah keperluan mutlak bagi sebuah
organisasi / intuisi maupun perusahaan.
Dengan
Pemahaman Internet Protokol dalam Komunikasi Data tersebut diharapkan mampu
mendongkrak secara maksimal pengetahuan dalam melakukan analisa perbaikan dan
pembuatan Jaringan Komunikasi Data.
B. Saran
Semoga makalah ini dapat menjadi sebuah
wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat disosialisasikan kepada masyarakat
secara luas.
2. Semoga makalah ini menjadi titik terang bagi pembaca dalam mengetahui
penerapan teknologi informasi pada pribadi dan perusahaan dan kendala yang
dihadapi tersebut.
3. Semoga makalah ini juga menjadi sebuah inspirasi dan referensi bagi para
pembaca sekalian dalam menyusun makalah yang akan datang.
Daftar Pustaka
1. Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4,
2012