SELAMAT DATANG DI BlOG KELAS XO TEKNIK INFORMATIKA........"SALAM SEMANGAT SEMUA" ......

Minggu, 10 Juni 2012

Jurnal Nani Indrawati (201143501530)


Nani Indrawati
2 X.O
201143501530
Dosen : Nahot Frastian, S.Kom

ABSTRAK :

Pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Saat ini komputer sudah menjamur di mana-mana. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, universitas-univeristas, atau lembaga-lembaga lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio, dll.
Mayoritas pemakai komputer terdapat di perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor. Suatu perusahaan yang besar seringkali memiliki kantor-kantor cabang. Apabila suatu perusahaan yang mempunyai cabang di beberapa tempat adalah tidak efisien apabila setiap kali dilakukan pengolahan datanya harus dikirim ke pusat komputernya. Perlu diperhatikan bahwa berfungsinya suatu komputer untuk mengahasilkan informasi yang benar-benar handal, maka sedapat mungkin data yang dimasukkan benar-benar asli dari tangan pertama pencatat datanya, dan belum mengalami pengolahan dari tangan ke tangan. 
Apabila demikian bagaimana dengan data yang akan diperoleh berasal dari cabang-cabang yang tersebar di beberapa tempat yang jauh letaknya dari pusat komputer. Di sini pentingnya dibangun suatu sistem komputerisasi, terutama untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan data.

PENDAHULUAN

Judul  ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak dimana komputer melakukan pengiriman data berupa informasi yang disajikan oleh isyarat digital biner terhadap komputer yang lain atau juga pengiriman data terhadap terminal.
Dalam sirkulasi suatu sistem pengolahan data, pengolahan itu sendiri hanya suatu bagian. Secara garis besar suatu sistem sirkulasi pengolahan data terdiri dari pengumpulan data, pemrosesan, dan distribusi. Dari sirkulasi ini masalah yang banyak dijumpai dari perusahaan-perusahaan justru dalam hal pengumpulan data dan distribusidata dan informasi untuk beberapa lokasi.

A.    Pengertian  SNMP 

SNMP (Simple Network Management Protocol) adalah protokol komunikasi yang telah digunakan secara luas sejak tahun 1993 sebagai metode untuk mengendalikan jaringan TCP/IP, termasuk perangkat jaringan yang berdiri sendiri maupun perangkat yang menggunakan kombinasi jaringan. SNMP dikembangkan oleh IETF (Internet Engineering Task Force), dan diterapkan pada semua jaringan yang menggunakan TCP/IP, dan juga untuk jaringan lainnya.
SNMP yaitu menjelaskan  keterhubungan client/server. Program client (disebut network manager) yang membuat hubungan virtual ke program server (disebut SNMP agent), dan dieksekusi dari perangkat jaringan jarak jauh dan menyediakan informasi ke manager tentang status dari perangkat. Database, yang dikendalikan oleh SNMP agent, disebut dengan SNMP Manajemen Information Base (MIB), yaitu bentuk standard dari kelompok nilai statistik dan nilai kontrol. Sebagai tambahan SNMP mengijinkan bentuk dari nilai standard tersebut ditambahkan dengan nilai spesifik dari agent tertentu melalui penggunaan private MIB.
Petunjuk yang diberikan oleh manager jaringan sebagai client kepada SNMP agent terdiri dari identifier dari variabel SNMP (dapat dalam bentuk MIB object identifier atau MIB variabel) bersama dengan instruksi untuk mendapatkan (get) nilai bagi identifier, atau mengatur (set) identifier berdasarkan nilai yang baru.
Melalui penggunaan variabel private MIB, SNMP agent dapat disesuaikan untuk macam-macam perangkat yang spesifik, contohnya seperti : network bridges, gateways, dan routers. Ketentuan variabel MIB didukung oleh agent khusus digabungkan dalam file deskriptor, ditulis dalam format Abstract Syntax Notation (ASN.1), disediakan bagi program client manajemen jaringan, sehingga mereka dapat mengetahui variabel MIB dan kegunaannya.
Konfigurasi dan pemasangan SNMP yang tepat, memungkinkan sebuah system dapat:
  • Mengetahui detail setiap peralatan dalam jaringan.
  • Menentukan  lokasi dimana dan kapan integritas sebuah jaringan.
  • Memantau kinerja peralatan secara langsung.
  • Intelligent alarm management
Hal-hal seperti ini akan meningkatkan reliabilitas sebuah jaringan, menurunkan downtime, dan meningkatkan layanan jaringan.

B.     Cara SNMP melakukan pengaturan jaringan.

Setiap peralatan dalam jaringan didefinisikan dalam sebuah file data yang disebut Management Information Base, atau MIB. MIB mendifinisikan sebuah peralatan sebahai himpunan obyek yang dapat dikendalikan yang nilainya dapat dibaca dan diubah dari SNMP manger.. obyek yang terkendali bias terdiri dari alarm, penegndali, device uptime, atau peralatan lainnya. Setiap element peralatan harus terdaftar dalam MIB agar dapat dimonitor dari SNMP manger. Pengembangperalatan SNMP devices dapat membuat MIB sendiri yang unik yang terdiri dari informasi peralatan yang tidak didefinisikan dalam MIB generic.
Proxy agent sangat dibutuhkan dalam mengkumpulkan informasi tentang jaringan. SNMP proxy agent akan mendifinisikan berapa banyak peralatan non SNMP yang dapat tergabung dalam jaringan. Peralatan yang yang tidak dibuat untuk SNMP tidak mempunyai MIB sendiri.

Gambar B.1
Model Organisasi SNMP 2 Tingkat

Pengendalian jaringan berbasis alarm dengan SNMP dapat dilakukan dari dari web browser. Web browser yang digunakan dapat bermacam-macam. Bahkan hal itu dapat dilakukan dengan tanpa menginstal software tambahan. Konsepnya adalah sebagai berikut:

Gambar  B.2
Konsep SNMP

Sedangkan skema pengendalian peralatan yang dibangun dengan device yang berbeda, baik yang mendukung SNMP dan non SNMP dapat dilihat sebagai berikut.


Gambar B.3
Internet Standard Management Model

Internet Standard Management Model memungkinkan network manager untuk melakukan monitoring data peralatan dan mengupdate konfigurasi dan informasi status setiap device. Caranya adalah dengan  SOFTWARE Agent yang diinstal pada setiap device yang akan menerima pesan dari manger, dimana pesan itu akan dibaca atau ditulis/direkam dalam peralatan tersebut. Agent tersebut menerima pesan dan mengirim balik respon. Agent tidak boleh menunggu untuk melakukan aksi. Jika ada masalah serious dalam tukar informasi/pesan ini, agent harus bisa mengirim TRAp kepada manager.

Mengatur Server SNMP

Untuk memulai mengatur SNMP anda perlu menginstall beberapa program, yaitu :
  • net-snmp
  • net-snmp-utils
Anda bisa gunakan program yum, dengan cara : 
# yum install net-snmp net-snmp-utils
Server SNMP untuk security menggunakan password yang disebut dengan community . Walaupun SNMPv1 dan SNMPv2 tidak menggunakan sistem enkripsi pada transfer datanya tetapi kedua versi ini masih banyak digunakan oleh perangkat-perangkat komputer saat ini. Apabila anda ingin menggunakan dengan security yang lebih baik maka sangat disarankan anda menggunakan SNMPv3.
Untuk pengaturan community di SNMP maka, caranya adalah :
  1. Pindahkan file konfigurasi asli dari SNMP anda dengan nama yang lain. Untuk itu gunakan perintah : cp /etc/snmp/snmpd.conf /etc/snmp/snmpd.conf
  1. Setelah itu anda buat file konfigurasi baru. Dan didalamnya tentukan password community yang baru, misalnya saya beriakan "adadeh" : vi /etc/snmp/snmpd.conf Isikan dengan : rocommunity adadeh
  1. Restart service SNMP server anda: /etc/init.d/snmpd restart
  2. Kemudian cek apakah service SNMP anda sudah berjalan : netstat -tanp|grep snmp Hasilnya : 
    tcp  0   0   127.0.0.1:199   0.0.0.0:*   LISTEN  3672/snmpd

Mendapatkan Informasi Server dengan SNMP Agent

SNMP Agent digunakan untuk mengambil informasi yang disediakan oleh server. Dimana untuk mendapatkannya anda bisa menggunakan program snmpwalk.
Caranya :
# snmpwalk -v [versi] -c [community] [host] [OID] 
Keterangan :
  • -v [versi] => menunjukkan versi dari SNMP yang anda gunakan. Bisa versi 1, 2 dan 3.
  • -c [community] => password community dari SNMP server anda.
  • [host] => host dari SNMP server.
  • [OID] => adalah obyek dari system yang ingin anda tampilkan yang sudah ditentukan oleh MIB. Misalnya anda ingin menampilkan besar penggunaan CPU anda tuliskan hrSystemProcesses.
Sebagai contoh saya ingin mendapatkan informasi tentang proses yang sedang berjalan.
Caranya : 
# snmpwalk -v 2c -c adadeh 127.0.0.1 hrSWRunName
Hasilnya :
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.1 = STRING: "init"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.2 = STRING: "kthreadd"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.3 = STRING: "migration/0"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.4 = STRING: "ksoftirqd/0"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.5 = STRING: "watchdog/0"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.6 = STRING: "events/0"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.7 = STRING: "khelper"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.59 = STRING: "kblockd/0"
HOST-RESOURCES-MIB::hrSWRunName.61 = STRING: "kacpid"
Atau melihat persentase dari penggunaan CPU anda gunakan: 
# snmpwalk -v 2c -c adadeh 127.0.0.1 hrSystemProcesses
Hasilnya :
HOST-RESOURCES-MIB::hrSystemProcesses.0 = Gauge32: 94

C.    Kelebihan dan kekurangan SNMP         

SNMP punya banyak kelebihan, yang terbesar adalah karena sudah diterapkan secara luas. SNMP agents disediakan untuk perangkat jaringan yang terhubung dengan komputer, ke bridges, ke modems, ke printers. Kenyataan bahwa SNMP didukung dengan kepercayaan yang telah dipertimbangkan, berdasarkan alasan keberadaannya, SNMP mempunyai interoperabilty .
Sebagai tambahan, SNMP adalah protokol manajemen yang fleksibel dan luas penggunaannya. Dikarenakan penggunaan SNMP agents dapat diperluas untuk menangani data perangkat yang spesifik dan mekanisme yang jelas ada untuk peningkatan kemampuan (upgrade) program client manajemen jaringan menangani kemampuan agent yang khusus (melalui penggunaan file ASN.1), SNMP dapat menangani banyak tugas yang spesifik berdasarkan kelas dari perangkat seperti printers, routers dan bridges, dengan cara menyediakan mekanisme kontrol dan monitor jaringan yang sudah standard.
Beberapa kelemahan SNMP dapat diulas. Meskipun namanya, "Simple” Network Management Protocol yang berarti protokol manajemen jaringan yang "sederhana", SNMP adalah protokol yang sangat sulit untuk diterapkan, dengan aturan pengkodean yang sangat rumit. SNMP juga bukan protokol yang efisien, dimana bandwidth disia-siakan dengan informasi yang tidak dibutuhkan, seperti versi dari SNMP (ditransmisikan pada setiap pesan SNMP) dan panjang data serta deskriptor data bolak-balik melalui tiap message. Cara variabel SNMP dijelaskan (sebagai byte strings, dimana tiap byte berkorespondensi dengan node tertentu pada database MIB) membuat data yang tidak dibutuhkan menjadi besar dan merupakan bagian penting dari tiap message SNMP.
Selama kelemahan tersebut masih bisa ditolelir, tidak juga dapat menutupi kelebihan dari SNMP. Kesulitan pada tahap pemrograman, hanya dirasakan oleh programmer, sedangkan end user tidak perlu memikirkan tingkat kesulitan algoritma dalam menangani data. Kelemahan pada tingkat efisiensi SNMP, selama masih bekerja dengan baik dapat melakukan aktifitas administrasi jaringan dengan lancar, maka dapat dikatakan SNMP telah bekerja dengan baik sebagai protokol jaringan yang membuat segala kritik tentang SNMP menjadi tidak tepat.

D.    Masukan terbesar dari SNMP

SNMP tidak dapat digantikan begitu saja, karena SNMP mempunyai sedikit fokus yang umum yang membuatnya menjadi sangat berguna. Baik dokumentasi RFC maupun referensi lainnya, tidak dapat menjelaskan mengapa SNMP lebih baik dari tools manajemen jaringan yang tradisional, “ping”, “rsh”, dan “netstat”. Dengan pertimbangan disain SNMP agent yang sulit, sama sulitnya adalah administrasi dari banyak agent dan managernya, yang biasanya mempunyai konfigurasi tersendiri dan kemungkinan pemeliharaannya. Misalnya, mengapa SNMP sangat jauh lebih baik dari protokol telnet? Dapatkah program driver telnet yang sederhana yang secara periodik log ke perangkat jaringan untuk membuat data statistik dan penerapan kontrol, memberikan hasil yang sama? 
Masukan ini dijawab oleh vendor program SNMP manajemen sebagai pembuat sistem dimana SNMP adalah alternatif shell jarak jauh, disamping cara terbaru untuk menganalisa dan mengendalikan jaringan. Banyak vendor SNMP yang memandang manajemen jaringan adalah dalam bentuk GUI dengan kontrol point dan tombol daripada menggunakan sistem otomatis untuk konfigurasi perangkat, mengumpulkan data dan menerapkan prosedur yang tepat pada jaringan yang besar.

E.      Standard SNMP

 

SNMP dapat dipandang dari berbagai sisi, salah satu cara pandangnya adalah SNMP punya tiga standard.
  1. Format Message Standard. SNMP adalah protokol komunikasi yang standard yang menjelaskan format message UDP. Bagian standard ini sangat penting, akan tetapi tidak berpengaruh kepada user (namun menjadi perhatian penting bagi programer SNMP). 
  2. Kelompok Managed Objek yang standard. SNMP adalah sekelompok nilai yang standard (disebut sebagai objek pada SNMP) dapat dihasilkan dari perangkat. Secara spesifik, nilai untuk memonitor TCP, IP, UDP, dan antarmuka perangkat. Setiap objek yang dapat dikendalikan diidentifikasikan dengan nama resmi dan juga ekspresi identitas numerik dalam bentuk notasi titik
  3. Penambahan objek yang standard.  Salah satu alasan mengapa SNMP menjadi popular dan menjadi standard dunia industri adalah karena metodenya asli, sehingga kelompok managed objek (pada point 2) dapat diterapkan pada perangkat jaringan vendor dengan objek baru yang spesifik terhadap jaringan tertentu.
Berikut adalah  penjelasannya:

a).  SNMP message standard 

Empat jenis message SNMP adalah:  “get” permintaan untuk mengembalikan nilai dari objek yang telah diberi nama; “get-next” permintaan untuk mengembalikan nama berikutnya (dan nilainya) dari objek berikutnya yang didukung oleh perangkat jaringan dengan memberikan penamaan SNMP yang valid.; “set” permintaan untuk mengatur objek yang telah diberi nama dengan memberikan nilai tertentu; “trap” pesan telah jelas, dibangkitkan secara asynchronous oleh perangkat jaringan, untuk memberitahukan manager jaringan adanya permasalahan yang timbul pada perangkat. Tiap jenis message tersebut memenuhi persyaratan tertentu dari manager jaringan.
  1. Get Request. Nilai tertentu dapat diambil melalui perintah “get” untuk menentukan performansi dan keadaan dari perangkat. Biasanya banyak nilai dan parameter dapat ditentukan melalui SNMP tanpa melakukan keterhubungan dengan logging ke dalam perangkat atau menentukan hubungan TCP dengan perangkat.
  2. Get Next Request. Standard manager jaringan untuk melewati semua nilai SNMP dari perangkat (menggunakan perintah “get-next”) untuk menentukan semua nama dan nilai yang didukung oleh pengoperasian perangkat. Hal ini bisa dilaksanakan, dimulai dengan objek SNMP pertama yang akan dilihat, melihat nama berikutnya dengan “get-next” dan operasi ini diulang sampai pesan kesalahan muncul (mengindikasikan bahwa semua nama objek MIB telah dilewati.)
  3. Set Request. Standard SNMP menyediakan metode yang mengakibatkan aksi yang berhubungan dengan perangkat (menggunakan “set” request) untuk menyelesaikan aktifitas seperti mematikan antarmuka, memutuskan hubungan user, mengosongkan register, dan sebagainya. Juga menyediakan cara menkonfigurasikan dan mengendalikan perangkat jaringan melalui SNMP.  
  4. Trap Message. Standard SNMP menyediakan mekanisme dimana perangkat dapat “menghubungi” manager jaringan dengan keinginannya sendiri (melalui message “trap”) untuk memberitahukan manager tentang permasalahan pada perangkat. Biasanya tiap perangkat pada jaringan dikonfigurasikan dengan kemampuan trap SNMP kepada satu atau lebih perangkat jaringan lainnya yang menunggu kiriman trap tersebut.
Semua jenis message diatas dikodekan dalam bentuk message yang disebut “Protocol Data Units” (PDU) yang dipertukarkan antar perangkat SNMP. Format sebenarnya dari message tersebut tidak selalu sederhana atau mudah, untungnya kerumitan tersebut tertutupi oleh perangkat lunak manajemen jaringan.

b). Standard managed objek
 
Daftar dari nilai yang di-support objek, disebut “Manajemen Information Base” (MIB). Bentuk ini sering digunakan sebagai cara yang baik untuk menggambarkan semua objek SNMP atau bagian dari hirarki SNMP, singkatnya MIB adalah database yang diterapkan pada semua data atau bagiannya yang berhubungan dengan jaringan.
Jenis nilai SNMP dijelaskan pada dokumen RFC-1213 (spesifikasi utama untuk SNMP). MIB standard yang termasuk didalamnya adalah jenis objek untuk mengukur dan memonitor aktifitas IP, aktifitas TCP, aktifitas UDP, router IP, koneksi TCP, antarmuka, dan deskripsi sistem yang umum. Tiap nilai ini dinyatakan dengan nama resmi (seperti “sysUpTime”, yang maksudnya waktu jalannya sistem sejak diaktifkan) dan juga mempunyai nilai numerik yang dinyatakan dalam notasi titik (seperti “1.3.6.1.2.1.1.3.0”, yang merupakan “object identifier” bagi “sysUpTime”).

c). Fitur kemampuan SNMP
SNMP berkembang, karena kemampuannya menambahkan pada objek MIB dengan nilai baru yang didapat dari aplikasi dan perangkat tertentu, dan fungsi baru dapat terus ditambahkan pada SNMP, pada saat metode baru diterapkan pada fungsi di perangkat dan manajemen jaringannya. Hal tersebut dipenuhi melalui proses yang disebut “compiling” MIB baru, yang mengijinkan user untuk menambahkan definisi MIB baru ke sistem. Definisi ini biasanya disediakan oleh perangkat jaringan dari vendor yang dikemas dalam file teks dengan format sintaks standard ASN.1 (Abstract Syntax Notation One), adalah tipe bahasa deklarasi yang sulit dimengerti, diterapkan pada SNMP, dan juga diterapkan pada sistem manajemen lainnya termasuk sistem enkripsi dan protokol CMIP. 
Sebagai catatan bahwa biasanya MIB pada perangkat SNMP sudah ditetapkan, dibuat oleh vendor perangkat jaringan (misalnya pabrik pembuat router, vendor perangkat keras komputer, dan sebagainya.) dan tidak dapat ditambah atau dimodifikasi. Oleh sebab itu, tambahan kemampuan SNMP ini hanya dibatasi pada manajemen perangkat lunak SNMP, yang dapat menerima nilai MIB yang didukung oleh perangkat dengan meng-kompile penjelasan dari perangkat ke-dalam program manajemen jaringan.

F.      Objek MIB SNMP

Untuk menggunakan SNMP secara efektif, user mengenal MIB SNMP, yang menjelaskan semua nilai yang dapat dibaca dan diatur oleh SNMP. Untuk menjadi ahli SNMP, seorang administrator harus terbiasa dengan MIB SNMP.
MIB SNMP dibentuk dengan gaya struktur pohon, sama dengan cara pembuatan struktur pembuatan direktori file. Level tertinggi dari dahan SNMP dimulai dengan direktori ISO “internet”, yang dipecah menjadi empat cabang utama: cabang “mgmt”yang berisi objek SNMP standard biasanya didukung (setidaknya bagian tertentu) oleh semua perangkat jaringan; cabang “private” yang berisi objek tambahan yang ditambahkan oleh vendor perangkat jaringan; cabang “experimental” dan “directory” juga dijelaskan dari direktori utama “internet”, biasanya dua cabang tersebut berisi semua data atau objek yang belum diterapkan.
Struktur pohon tersebut adalah bagian yang tak terpisahkan dari standard SNMP, bagian paling penting dari pohon tersebut adalah objek pada dahan pohon yang menyajikan data manajemen aktual berdasarkan perangkat. Secara umum objek dahan dapat dipecah menjadi dua bagian yang sama, tetapi tipenya agak berbeda yang menggambarkan organisasi dari struktur pohon:
  1.  Discrete MIB ObjectsKarena banyak objek SNMP yang diskrit, menyebabkan operator hanya cukup mengetahui nama objek saja, sedangkan informasi lainnya tidak perlu untuk diketahui. Objek diskrit sering menampilkan kumpulan nilai akhir dari perangkat. Secara khusus berguna untuk mencari informasi dari jaringan untuk tujuan membandingkan performasi perangkat jaringan. Jika ekstensi (nomor instan) dari objek tidak ditentukan, dapat diasumsikan sebagai “.0” (titik-null).

  1.  Tabel objek  MIBTabel SNMP adalah tipe khusus dari objek SNMP yang mengijinkan array paralel atau array informasi yang akan disediakan. Tabel dibedakan dari objek yang dinyatakan, pada tabel dapat dikembangkan tanpa batasan. Sebagai contoh, SNMP menyatakan objek "ifDescr" (sebagai objek standar SNMP) yang mengindikasikan penjelasan teks untuk tiap antarmuka yang didukung oleh perangkat tertentu. Dikarenakan perangkat jaringan dapat dikonfigurasikan dengan lebih dari satu antarmuka, oleh karena itu objek ini hanya dapat ditampilkan sebagai sebuah array.
    Berdasarkan  kesepakatan, objek SNMP selalu dikelompokkan dalam direktori, dengan objek yang mempunyai akhiran “Table”. (objek “ifDescr” di atas ditempatkan pada direktori “ifEntry” yang terdapat dalam direktori “ifTable”).
  1.  Tipe objek MIB
Objek MIB punyai nilai tipe yang spesifik. Berikut beberapa tipe dasar SNMP:
  1. Objek MIB tipe Text.
SNMP menyatakan tipe “Display String” untuk dapat mempunyai informasi tekstual tak terbatas (biasanya maksimum 256 karakter).  Teks tersebut hanya terdiri dari karakter yang dapat dicetak. Contoh tipe objek ini termasuk nilai  “sysDescr” dan “ifDescr”. Tipe objek ini sangat sering digunakan pada MIB SNMP.
  1. Objek MIB tipe Counter.
SNMP menyatakan tipe “Counter”, yang berupa nilai numerik yang hanya dapat bertambah besar. Ini adalah tipe objek SNMP yang standard dan umum digunakan dan termasuk juga penerapan pada objek seperti “ipInReceives”, “ipOutRequests” dan “snmpInPkts”. Counter terus bertambah nilainya sampai dengan nilai maksimumnya dan nilai awalnya tidak pernah lebih kecil dari nol.
  1. Objek MIB tipe Gauge.
SNMP menyatakan tipe “Gauge”, yang adalah nilai numerik yang dapat berkurang dan bertambah. Tipe ini hanya dapat ditemukan pada beberapa lokasi pada MIB standard (walaupun sering dinyatakan pada bagian “private” pada MIB perangkat vendor). Contoh tipe ini adalah pada objek “tcpCurrEstab”.
  1. Objek MIB tipe Integer.
SNMP menyatakan tipe dasar “Integer”yang dapat bernilai positif atau negatif. Tipe ini biasanya diterapkan pada nilai tipe “Counter” atau “Gauge”, tapi kadang-kadang dinyatakan juga pada bagian “private” pada MIB perangkat vendor.
  1. Objek MIB tipe EnumVal.
SNMP menyatakan tipe “Enumerated Value” yang menghubungkan label tekstual dengan nilai numerik. Tipe ini cukup sering ditampilkan pada MIB standard, yang termasuk bertipe ini adalah objek “ifAdminStatus”. Secara umum, enumerated values biasanya ditampilkan menggunakan format “namanya (nomornya)”.
  1. Objek MIB tipe Time.
SNMP menyatakan tipe “TimeTicks” yang menampilkan waktu yang berjalan. Tipe time punya resolusi sampai ratusan detik. Ditampilkannya nilai seperti “HH:MM:SS:hh”.
  1. Objek MIB tipe Object.
SNMP menyatakan tipe “Object”yang dapat memuat identifier bagi objek lainnya. Contoh tipe “object” adalah variabel MIB “sysObjectID”.
  1. Objek MIB tipe IPAddr.
SNMP menyatakan tipe “IP address” yang memuat alamat IP dari perangkat jaringan. Tipe ini sering juga dinyatakan dalam notasi titik. Contoh dari tipe objek ini adalah “ipRouteDest”, “ipRouteNextHop” dan “ipRouteMask”.
  1. Objek MIB tipe PhysAd.
SNMP menyatakan tipe “Physical address” yang berisi tingkatan alamat MAC dari suatu perangkat jaringan. Manager sering menampilkan tipe objek ini sebagai hasil dari nilai-nilai heksadesimal, ditambah dengan kata kunci “hex” dan dipisahkan dengan titik dua. Contoh dari objek tipe ini adalah objek “ifPhysAddress”
  1. MIB Objek MIB tipe String.
SNMP menyatakan tipe “String” yang mengandung byte strings yang tak terbatas. Jika byte string hanya terdiri dari karakter ASCII, manager menampilkan nilainya sebagai string teks. Tipe ini tidak umum. 
  1. Objek MIB tipe Table.
Tipe “Table” adalah tipe utama yang mempunyai masukan tabel. Tipe objek ini adalah nama antara yang mempunyai direktori “Entry”.
  1. Objek MIB tipe Branch.
Tipe “Branch” mempunyai tambahan bagian-bagian, tabel-tabel atau tipe objek diskrit yang ada.

4.    Nilai Akses objek MIB

Tiap objek SNMP harus mempunyai nilai akses tertentu, bisa “read-only”, “read-write” atau “write-only” yang menentukan hak user mengakses sebuah objek. Sebelum sebuah objek dapat dibaca atau ditulis, nama komunitas SNMP-nya harus diketahui. Nama komunitas ini dikonfigurasikan ke sistem oleh administrator. Singkatnya, nama komunitas ada untuk untuk mereferensikan bagian dari MIB SNMP dan subset objek. Bentuk “Community” diterapkan, tujuan sebenarnya dari nilainya adalah menerapkan pengelompokan antar kelompok objek SNMP.

5.    Menjalankan objek SNMP

Satu komponen utama dari manager SNMP adalah “MIB Compiler” yang dapat menambahkan nilai objek MIB baru pada sistem manajemen.
Ketika MIB di-kompile ke dalam manager SNMP, manager akan menyadari keberadaan objek baru yang didukung oleh agent pada jaringan. Konsepnya sama dengan menambahkan skema baru pada database. Agent tidak terpengaruh oleh kompilasi MIB (karena sudah menyadari objeknya sendiri). Tindakan mengkompile MIB menjadikan manager mengetahui tentang objek khusus yang didukung agent dan cara mengakses objek ini sebagai bagian dari kelompok objek standard.
Biasanya, ketika MIB di-kompile ke dalam sistem, manager membuat folder atau direktori baru yang berkorespondensi kepada objek. Folder atau direktori tersebut dapat dilihat dengan “MIB Browser”, yang merupakan alat manajemen SNMP tradisional yang tergabung secara virtual dengan semua sistem manajemen jaringan.
Objek MIB didokumentasikan dalam sintaks ASN.1, yang merupakan tipe bahasa pendeklarasian yang sulit dipahami. User akan menggunakan definisi ASN.1 untuk bagian perangkat jaringan yang baru atau agent SNMP yang baru, mengirimkan file ini ke sistem manajemen jaringan dan menjalankan sistem manajemen “MIB Compiler” untuk menggabungkan definisi ini ke dalam sistem.

6.     Paradigma manajemen SNMP 

Mengapa SNMP menjadi sangat berguna pada manajemen jaringan?
Jawaban sederhana untuk pertanyaan tersebut adalah bahwa SNMP sebagai cara akses perangkat yang seragam. SNMP adalah Aplikasi Program Interface (API) ke jaringan, jadi tujuan utama program manajemen jaringan adalah untuk bekerja pada banyak jenis perangkat yang berbeda. Tanpa adanya SNMP akan banyak sekali aplikasi yang khusus dibuat hanya untuk bekerja pada perangkat vendor tertentu saja. Sebagai tambahan, SNMP adalah cara yang paling sedikit menggunakan sumberdaya jaringan dalam menentukan status perangkat tanpa harus melakukan login jarak jauh ataupun autentikasi, dan juga SNMP menangani nilai status dalam jumlah yang banyak untuk jaringan berskala besar.

a.      Komponen manajemen yang paling penting

SNMP manager yang baik harus menyediakan komponen dasar sebagai berikut:
  1. Fungsi Alarm Polling. Adalah kemampuan untuk mengatur thresholds pada objek MIB SNMP dan memberikan respon dengan beberapa tipe notifikasi ketika thresholds tersebut dilanggar. Tujuan dari fungsi ini adalah kemampuan untuk menentukan perangkat mana yang memberikan respon (misalnya: perangkat mana yang sedang online) dan perangkat mana yang tidak memberikan respon (misalnya : sedang rusak).  
  2. Fungsi Trend Monitoring. Adalah kemampuan untuk secara terus menerus mengawasi nilai SNMP sepanjang waktu, mengumpulkan contoh nilai pada interval periodik untuk melihat trend jaringan. Fungsi ini digunakan untuk menentukan keluaran dari jaringan sepanjang waktu (dengan mengawasi bandwidth).  
  3. Fungsi Trap Reception. Adalah kemampuan menerima dan memfilter trap SNMP yang dikirimkan dari perangkat jaringan. Trap SNMP adalah bagian penting dari standard SNMP, dan membuat perangkat dapat melaporkan permasalahannya sendiri. Trap menjalankan notifikasi event. Karena trap bersifat asynchronous dan diluar kendali manager jaringan, maka SNMP manager harus menerapkan pemfilteran trap untuk menghindari pelaporan trap yang tidak perlu.
  4. Manajemen Tool Set. Tool manajemen tradisional dari SNMP adalah MIB browser, yang mengijinkan user melihat objek MIB pada perangkat tertentu. Hal ini prinsip dasar antarmuka untuk mengatur nilai pada SNMP agent dan secara aktual perubahan pada jaringan melalui SNMP.
  5. MIB Compiler. Adalah kemampuan menambahkan objek MIB baru yang disediakan oleh perangkat jaringan tertentu. Dalam hal ini MIB compiler ekstensi khusus agar perangkat jaringan dari vendor tersebut dapat di-browse dan menghasilkan alarm.

b.      Contoh aplikasi manajemen jaringan komunikasi data dengan SNMP

Berikut contoh aplikasi manajemen jaringan komunikasi data menggunakan sistem SNMP :  

1.      Aplikasi Event

Aplikasi Event. Aplikasi ini menyediakan antarmuka utama untuk manager fungsi event, menginspeksi event yang masuk, termasuk data historis dari event tersebut.
Aplikasi ini merekam dan mendiagnosa event jaringan yang muncul. Aplikasi ini terdiri dari event log, fungsi korelasi dan fungsi notifikasi. Ketika event muncul, user dapat dihubungi melalui e-mail atau pager. Event dapat juga melakukan reaksi trigger (melalui eksekusi skrip sebagai contoh) yang dapat melakukan koreksi atau menampilkan tipe notifikasi yang lainnya.
Event jaringan adalah bentuk pesan tingkat tinggi yang mengindikasikan permasalahan jaringan. Aplikasi event mengijinkan operator untuk memeriksa event saat ini dan bentuk trend historis dari event.
Ada tiga tipe event jaringan yang penting, yaitu:
  1. Event jaringan. SNMP mengindikasikan kapan perangkat jaringan online, offline atau sedang dinyalakan. Hal tersebut menggunakan event yang berhubungan dengan bentuk diskrit.  
  2. Event Alarm. SNMP melaporkan ketika alarm objek MIB melanggar batas threshold yang telah ditentukan user. Sebagai contoh: user mengatur alarm di antarmuka pada trafik router, jika trafik melewati threshold (atau lebih kecil dari nilai yang diharapkan) event akan muncul.
  3. Event SNMP Trap. SNMP melaporkan ketika trap SNMP muncul. Program mengumpulkan trap dan mengijinkan user untuk menentukan severitas dad teks pesan yang digunakan pada tiap trap. trap difilter dengan berbagai cara.

2.      Aplikasi Maps

Aplikasi Maps. Aplikasi ini mengijinkan user dapat membangun tampilan yang mengindikasikan status agregasi dari banyak perangkat, merepresentasikan bagian fisik dan logik dari jaringan. 
Aplikasi Maps mengijinkan user untuk melakukan pemodelan, dimana tiap icon objek map berisi status dari banyak perangkat yang dikendalikan. Ketika salah satu bagian dari proses gagal atau tidak bisa ditolerir, icon tingkatan tertinggi akan menunjukkannya.  User dapat melihat indikasi kesalahan secepatnya dengan meng-click icon objek tersebut.
Aplikasi Maps dapat membuat peta topologi dan peta subnet secara terperinci. Kelebihan utama dari fasilitas ini adalah peta proses dan diagram logik yang menyimpulkan status informasi jaringan.

3.      Aplikasi Trends

Aplikasi Trends. Aplikasi ini mengijinkan user untuk menentukan perangkat SNMP yang akan dimonitor. Monitor trend secara kontinyu memeriksa bandwidth antarmuka, aktifitas IP dan aktifitas TCP dari perangkat dan menyajikan penggunaan jaringan dalam format grafik.
Dengan aplikasi ini user dapat meneliti data historis dan trend yang memperlihatkan penggunaan perangkat jaringan saat ini dan dalam periode sebulan. Datanya digambarkan dalam bentuk grafik dan tabel, serta menyediakan aplikasi yang menyatakan penggunaan jaringan atau mendeteksi perubahan penggunaan jaringan.
Agent trend monitor berjalan secara kontinyu sebagai proses dibalik layar dan mengambil data dari tiap perangkat yang dikendalikan tiap interval 15 menit. Datanya direkam dan disimpan selama 30 bulan. Secara khusus evaluasi data statistik ditampilkan pada tampilan layar untuk memudahkan perhitungan deviasi minimum, maksimum, rata-rata dan standard untuk tiap perangkat yang dimonitor.

4.      Aplikasi Alarms

Aplikasi Alarms. Aplikasi ini menyediakan antarmuka utama bagi alarms, mengijinkan user untuk memeriksa kedudukan terakhir alarms dan perangkat pada jaringan dan mengubah keterangan pada alarm.
Dengan aplikasi ini, user dapat membuat thresholds pada objek MIB. Proses ini mirip dengan meletakkan instrumen test pada komponen perangkat keras. Aplikasi alarms membuat user dapat meneliti alarm, menambah alarm baru atau mengubah alarm yang ada.
Fasilitas aplikasi alarm memmpunyai banyak tampilan layar dan proses dibalik layar yang secara kontinyu mengumpulkan informasi dari sistem dan membandingkan datanya terhadap threshold yang dibuat oleh user. Ketika alarm atau fault jaringan terdeteksi, informasi ini dimasukan dalam aplikasi event dan beritahukan ke user melalui pesan e-mail atau notifikasi lainnya.
Tiap alarm menguji satu objek MIB atau banyak objek melalui kemampuan perhitungan ekspresi matematis yang canggih yang membuat SNMP dapat menguji performansi sistem.

5.      Aplikasi Tools

Aplikasi Tools. Aplikasi ini menyediakan alat yang berbeda-beda untuk mendiagnosa dan mengatasi permasalahan pada sistem, termasuk akses ke MIB Table Viewer, Network Scanner, MIB Compiler dan Auto-Discovery tool.
SNMP menyediakan alat bantu baik yang unik maupun umum, seperti MIB Browser, Table Viewer, Network Scanner, MIB Compiler, Performance Scanner dan alat bantu lainnya untuk perhitungan performansi jaringan. Juga ada alat bantu “auto-discovery” untuk membantu setup dan konfigurasi sistem SNMP, serta untuk administrasi sistem (seperti penambahan login akses terbatas ke perangkat lunak manajemen).
  1. Aplikasi Find
Aplikasi Find. Aplikasi ini menyediakan search engine yang dapat digunakan untuk mencari informasi perangkat, data event, file help dan item data lainnya.
Aplikasi find menyediakan lokasi terpusat untuk melakukan operasi pencarian. Aplikasi find membuat user dapat mencari nama perangkat, data event, objek MIB, data trap, dan file help berdasarkan aturan pencarian. Pencarian ini dilakukan dengan cara seperti urutan pencocokan data dimulai dari data pertama dan seterusnya.
Aplikasi find adalah aplikasi yang paling mudah dipelajari dari semua program SNMP. Aplikasi find menyediakan banyak fitur untuk mendukung fasilitas display realtime tentang kondisi perangkat berdasarkan nama atau identitasnya.
Semakin banyak perangkat yang ditambahkan kepada sistem, maka jumlah data manajemennya akan semakin banyak juga dan aplikasi find harus mempunyai pilihan cara pencarian data.
Tiap aplikasi tersebut dapat dibuat dalam bentuk banyak tampilan layar, dan tiap aplikasi tersebut juga berdiri sendiri, operator dapat pindah dari aplikasi satu ke aplikasi lainnya dari tampilan layarnya.
Fungsi SNMP
a.       Get
Digunakan oleh manajer untuk mengambil suatu item  dari agen MIB
a.       Set
Digunakan oleh manajer untuk men-set atau mengisikan harga suatu variable pada agen MIB
b.      Trap
Digunakan oleh agent untuk mengirim peringatan kepada manajer
c.       Inform
Digunakan oleh manajer untuk mengirimkan peringatan kepada manejer yang lain.

Perangkat SNMP
1.    Managed Nodes
Node biasa pada jaringan yang dilengkapi dengan software supaya dapat        diatur menggunakan SNMP. Berupa perangkat TCP/IP biasa dan  disebut managed devices.
2.    Network Management Station
Merupakan perangkat jaringan khusus yang menjalankan software tertentu supaya dapat mengatur managed nodes. Pada jaringan harus ada satu atau lebih NMS karena mereka adalah perangkat yang sebenarnya “menjalankan” SNMP. Berupa perangkat jaringan yang dapat berkomunikasi menggunakan TCP/IP, sepanjang diprogram dengan software SNMP.

 

Keterbatasan SNMP

SNMP sebagai sistem manajemen jaringan komunikasi data mempunyai kelemahan, sebagai berikut:
  1. Permasalahan Keamanan. SNMP tidak punya sistem enkripsi yang standard. Hal ini sangat mengawatirkan, karena nama komunitas (yang membatasi akses ke agent yang dikendalikan) tergabung dalam tiap pesan SNMP yang dikirimkan, dan mudah bagi hacker untuk mengambilnya dari jaringan.  
  2. Permasalahan delay. SNMP adalah  tipe protokol request/response, maka ada delay antara tipe request yang dibuat dengan respon yang diterima. Delay ini biasanya kecil jika transaksi yang terjadi hanya pada jaringan lokal, tapi akan menjadi masalah jika request terjadi kepada banyak tujuan.
Kedua kelemahan ini yang menyebabkan keterbatasan penggunaan SNMP sebagai sistem manajemen jaringan yang bisa diakses dari jarak jauh.

Alternatif Pengganti SNMP
a.  CMIP
Dikembangkan untuk menutupi kekurangan-kekurangan SNMP. Membutuhkan lebih banyak sumber daya sistem daripada SNMP, relatif lebih sulit untuk diprogram dan didesain hanya berjalan pada protokol ISO, padahal protokol yang saat ini banyak dipakai adalah protokol TCP/IP. Fitur unggulan dari CMIP adalah agen dapat menjalankan suatu task tertentu berdasarkan nilai dari suatu variabel atau kondisi tertentu. Dengan SNMP, hal tersebut harus dijalankan oleh pengguna karena agen SNMP tidak menganalisa informasi yang didapatkannya.
b.      Ping
Memverifikasi koneksi ke komputer lain dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request. Tanda terima berupa pesan Echo Reply akan ditampilkan, bersama dengan waktu pulang-pergi. Ping merupakan perintah utama TCP/IP yang digunakan untuk men-troubleshoot konektivitas, jangkauan, dan resolusi nama. Syntax ping adalah: ping [-t] [-a] [-n Count] [-l Size] [-f] [-i TTL] [-v TOS] [-r Count] [-s Count] [{-j HostList | -k HostList}] [-wTimeout] [TargetName].
c.       Tracert (Traceroute)
Menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuannya. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan. Syntax tracert adalah: tracert [-d] [-h MaximumHops] [-j HostList] [-wTimeout] [TargetName].
d.      Telnet
Telnet Client dan Telnet Server bekerja sama supaya user dapat berkomunikasi dengan komputer remote. Telnet Client memungkinkan user untuk menghubungi komputer remote dan berinteraksi dengan komputer tersebut melalui jendela terminal. Telnet Server memungkinkan user Telnet Client untuk masuk ke dalam komputer yang menjalankan Telnet Server dan menjalankan aplikasi pada komputer tersebut. Telnet Server berfungsi sebagai gateway yang digunakan Telnet client untuk berkomunikasi. Telnet cocok untuk testing login ke remote host. Syntax telnet adalah: telnet [\\RemoteServer].
e.       Netstat
Menampilkan koneksi TCP yang aktif, port yang didengarkan komputer, statistik Ethernet, tabel routing IP, statistik IPv4 (protokol IP, ICMP, TCP, dan UDP), dan statistik IPv6 (protokol IPv6, ICMPv6, TCP over IPv6, dan UDP over IPv6). Syntax netstat adalah: netstat [-a] [-e] [-n] [-o] [-p Protocol] [-r] [-s] [Interval].
f.       ARP
Menampilkan dan mengubah entri pada cache Address Resolution Protocol (ARP), yang berisi satu atau beberapa tabel yang digunakan untuk menyimpan alamat IP dan alamat fisik Ethernet dan Token Ring dari alamat IP yang bersangkutan. Masing-masing kartu jaringan Ethernet atau Token Ring yang terinstalasi pada komputer Anda mempunyai tabel terpisah.
g.      Ipconfig (Winipcfg)
Menampilkan semua konfigurasi jaringan TCP/IP dan memperbarui setting Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dan Domain Name System (DNS). Digunakan tanpa parameter, ipconfig menampilkan alamat IP, subnet mask, dan gateway default untuk semua kartu jaringan. Ipconfig merupakan commandline yang ekivalen dengan winipcfg yang terdapat pada Windows Millenium Edition, Windows 98, dan Windows 95. Meskipun Windows XP tidak menyertakan utiliti grafis yang ekivalen dengan winipcfg, Anda bisa menggunakan Network Connections untuk melihat dan memperbarui alamat IP.

       PENUTUP

Kesimpulan

SNMP adalah protokol bagi manajemen jaringan. Administrator jaringan harus mempelajari SNMP untuk kenyamanan pekerjaannya menggunakan protokol ini untuk memonitor dan mengendalikan jaringannya. Walaupun SNMP standard cukup rumit, yaitu diperlukan penguasaan pengetahuan khusus tentang objek MIB dan juga penguasaan banyak konfigurasi SNMP agent dan perangkat lunak manajemen, tetapi penggunaan SNMP adalah metode yang efektif untuk menurunkan biaya pengendalian sistem.

Saran 
        Melihat dari penjelasan diatas maka Untuk mengatasi kelemahan pada SNMP CERT Coordination Center, suatu pusat pengembangan dan riset keamanan Internet, merekomendasikan untuk sementara menutup jalan masuk (ingress filtering) trafik SNMP pada port 161/udp dan 162/udp. Jika hal ini tidak mungkin dilakukan, CERT menyarankan untuk membatasi trafik SNMP hanya pada Virtual Private Network (VPN) atau mengisolasi sistem manajemen jaringan dari jaringan publik. Penutupan port dilakukan sementara sambil menunggu dikeluarkannya pacth/update dari pihak vendor yang membuat perangkat yang menggunakan SNMP v1 tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

1.    Pengalih bahasa : Irzam Hardiansyah, S.T. (2004). SCHAUM'S OUTLINE : COMPUTER NETWORKING (JARINGAN KOMPUTER). ERLANGGA.
2.    Rahmat Rafiudin (2003). Panduan Membangun Jaringan Komputer Untuk Pemula. Elex Media Komputindo. ISBN 979-20-4311-X.
4.    Wahana komputer (2004). Kamus Lengkap Jaringan Komputer. Salemba Infotek. ISBN 979-9550-42-4. 
5.  Raymond McLeod, Jr. & George P. Schell (2008). Sistem Informasi Manajemen Edisi 10. Salemba Empat. ISBN 978-979-691-453-1.

1 komentar: