SELAMAT DATANG DI BlOG KELAS XO TEKNIK INFORMATIKA........"SALAM SEMANGAT SEMUA" ......

Kamis, 14 Juni 2012

Jurnal Harpin Yohanes - 201143501844


 





Fungsi dan defenisi Protokol dan model OSI

Nama : H.Y.PRASETYO
NPM : 201143501844
Dosen : Nahot Frastian, S.Kom

ABSTRAK : Perkembangan Internet semakin hari semakin menakjubkan, tiap hari kita dihadapkan oleh berbagai macam informasi, baik secara tertulis maupun visual. Salah satunya ialah Internet  yang dapat melakukan berbagai macam aktivitas bagi kita seperti browsing, chatting, surfing, blogging dan lain sebagainya. Terkhususnya untuk Internet yang semakin familiar dengan para user dari berbagai macam kalangan diseluruh dunia. Pertumbuhan Internet yang begitu cepat mengakibatkankan hampir habisnya alamat terutama alamat IPv4 (Internet protocol versi 4) serta membutuhkan keamanan yang lebih terjamin pada IP level ini, untuk itu dibangunlah sebuah protocol dan standar yang dikenal sebagai IPv6 (Internet Protocol versi 6) untuk meminimalkan dampak atau kelemahan dari protokol versi sebelumnya, untuk itu para pemakai baru harus dapat membiasakan dan membedakan baik dari segi kehandalan, fitur, kelemahan,dari dua macam Internet protokol utama ini yang akan diterapkan pada penggunaan kedepan yang semakin global


BAB I  PENDAHULUAN
A.  Alasan Pemilihan Judul
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadapperkembangan dunia informatika terutama komunikasi data merupakan bagian dari teknologi informasi.
B. Latar Belakang
Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar computer, tetapi model ini bukan merupakan metode komunikasi. Sebenarnya komunikasidapat terjadi menggunakan protocol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protocol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana computer  bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protocol mengimplementasikansalah satu atau lebih dari lapisan – lapisan OSI. Sebuah variasi yang lebar dari adanya protocol komunikasi, tetapi semua memelihara pada salah satu aliran group: protocol LAN, protocol WAN, protocol jaringan dan protocol routing.Protocol LAN beroprasi pada lapisan fisik dan data link dari model OSI sertamendefinisikan komunikasi dari macam – macam media LAN. Protocol WAN beroprasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendifinisikan dari macam – macamWAN. Protocol routing adalah protocol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. Akhirnya protocol jaringan terdiri dari berbagai protocol dari lapisan teratas yang ada dalam sederetan protocol.

C. Batasan Masalah
Dari latar belakang yang muncul maka perlu diberikan suatu batasan masalah,masalah yang kami angkat yakni tentang protocol dalam sebuah jaringan.

D. Tujuan Masalah
Adapun penulisan makalah ini dapat memenuhi sasaran yang jelas dan terarah makaterlebih dahulu harus memiliki tujuan yang tepat.Adapun tujuan tersebut antara lain :
-Sebagai pedoman uji presentasi akhir semester.
-Sebagai sarana pembelajaran mata kuliah komunikasi Data.

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Protokol
Sebelum membahas lebih jauh tentang pengertian dari masing-masing layer dalam protokol, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu protokol dalam sebuah Jaringan Komputer?
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Prinsip dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network.Protokol distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI.
Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah :
  • Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
  • Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
  • Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  • Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  • Bagaimana format pesan yang digunakan.
  • Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  • Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
  • Mengakhiri suatu koneksi.
Perkembangan yang pesat dari teknologi semikonduktor terutama dalam bidang miniaturisasi menyebabkan ukuran fisik komputer semakin kecil akan tetapi kemampuan komputer menjadi semakin besar. Tidak dapat disangkal lagi bahwasekarang terdapat berbagai macam merk dan sistem komputer yang masing-masing memiliki ciri khas sendiri. Teknologi informasi berkembang dengan pesat selaras dengan kemampuan komputer tersebut dan menuntut kemampuan agar sistem komputer satu dengan yang lain dapat berkomunikasi. Komunikasi harus dapat dilakukan tanpa tergantung pada merek, sistem operasi ataupun aplikasi yang dijalankannya.Kemampuan berkomunikasi ini menyebabkan terbentuknya jaringan komputer.suatugan akan menghasilkan s Dalam pengembangan jaringan tersebut ada berbagai organisasi yang terlibat di dalamnya. Organisasi tersebut dapat diklasifikasikan atas organisasi pembakuan, operator sistem telekomunikasi, dan pabrikan komputer. Usaha ini tidak berdiri sendiri tetapi sudah dilaksanakan dengan melakukan kerja sama antar perusahaan, organisasi baik secara nasional maupun secara internasional, agar supaya hasilnya dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan dan saling menguntungkan. Kegiatan ini sangat menonjol dalam bidang networking. Beberapa organisasi yang berperan dalam pembakuan komunikasi data antara lain adalah:

- EIA (Electronic Industries Association)
Organisasi yang merupakan perkumpulan pabrik-pabrik elektronika di USA.

- ITU (International Telecommunications Union)
organisasi yang berada didalam naungan PBB

- ISO (International Standards Organization)
Organisasi internasional yang menghimpun organisasi yang menentukan standardisasi di negaranya masing-masing.

- ANSI (American National Standars Institute)
Organisasi yang menentukan standardisasi di USA.

- IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
Organisasi yang beranggotakan para sarjana listrik secara internasional dan semakin berperan dalam hal standardisasi.

Adanya pengolahan data tersebar dan jaringan komputer mengandung arti bahwa aplikasi dan sistem harus dapat berkomunikasi. Aplikasi berarti program seperti misalnya fasilitas data base, electronic mail dan lain-lain sedangkan sistem ialah komputer, terminal dan perangkat keras lainnya. Agar sistem dan aplikasi dapat berkomunikasi dalam suatu jaringan mereka harus menggunakan ketentuan yang sama. Dalam komunikasi data ada tata cara atau prosedur yang harus diikuti oleh dua buah atau lebih sistem komputer yang ingin saling berkomunikasi. Prosedur ini dikenal sebagai protokol.Protokol komunikasi data didefinisikan sebagai prosedur dan peraturan yang mengatur operasi peralatan komunikasi data. Secara garis besar protokol melaksanakan 2 fungsi:

a. Membangun sambungan antara pengirim dan penerima.
b. Menyalurkan informasi dengan keandalan yang tinggi.

Sebenarnya sudah terdapat berbagai macam protokol yang digunakan oleh perusahaan pembuat peralatan komunikasi atau sistem komputer.Protokol ini pada awalnya didefinisikan sendiri oleh pabrik tersebut dan dikenal sebagai proprietary protocol. Protokol semacam ini tidak dapat saling berhubungan karena berbeda satu sama lain, Untuk mengatasi masalah tersebut ISO bekerja sama dengan organisasi lain seperti ITU, EIA, dan lain-lain untuk membuat protokol baku yang dapat diterima oleh semua pihak. Dalam usahanya mengembangkan protokol komunikasi data yang baru digunakanlah suatu model atau arsitektur jaringan. Dalam komunikasi antar komputer dikenal beberapa arsitektur jaringan antara lain model OSI, SNA, TCP/IP, dan lain-lain. Arsitektur jaringan merupakan sebuah bagan umum yang mengatur bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak itu dapat membentuk jaringan komputer.Dalam arsitektur jaringan didefinisikan pembagian fungsi komunikasi, protokol, pembakuan dan format pesan yang harus dipatuhi perangkat keras maupun lunak sehingga dapat berbagi data, sumber daya dan program.Arsitektur harus dapat menyediakan berbagai konfigurasi yang dengan mudah dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.Arsitektur juga memungkinkan berbagai sistem dipadukan. Arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh ISO ini dikenal sebagai model OSI (Open Systems Interconnections) 7 Layer. Model 7 layer ini menggunakan layers untuk menentukan berbagai macam fungsi dan operasi sistim komunikasi data. Model ini sebenarnya tidak menentukan secara sangat terinci segala aspek dari suatu protokol, tetapi hanya memberikan secara garis besar batasan suatu protokol untuk memudahkan dan memungkinkan tiap perusahaan membuat protokolnya sendiri secara terpisah tetapi pada akhirnya masih dapat saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk hal-hal yang lebih rinci dapat dipilih standard yang telah dibuat oleh salah satu organisasi tadi dan yang dapat diterima oleh sebagian besar perusahaan.Model OSI membagi protokol untuk komunikasi data atas 7 lapisan atau layers. Tiap layer independent tetapi fungsi dari masing-masing layer tergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Open system ini bertujuan dapat agar terjalin kerja sama antara peralatan dari pabrik dan rancangan (design) yang berbeda dalam hal:

a. Koordinasi berbagai macam kegiatan seperti komunikasi antar proses.
b. Penyimpanan data
c. Manajemen dari sumber serta proses
d. Keandalan dan kamanan (security) dari sistem
e. Software support

1.      Definisi protocol

Protokol adalah suatu aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhioleh sisi pengirim (transmitter) dan sisi penerima (receiver) agar komunikasi dapat berlangsungdengan benar.Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.Hal – hal yang harus dipehatikan dalam protokol adalah sebagai berikut:

·         Syntax, merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekansinyal.

·         Semantix, digunakan untuk mengetahui maksud dari infomasi yang dikirim dan mengoreksikesalahan yang terjadi dari informasi tadi.

·         Timing, digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.

2.      Fungsi protkol
Secara umum fungsi protokol adalah sebagai penghubung dalam komunikasi data sehingga proses penukaran data bisa berjalan dengan baik dan benar.
Fungsi Protokol Secara Khusus
a. Fragmentasi dan Re-assembly
            Pembagian informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data dari sisi pengirim. Jika telah sampai di penerima, paket data tersebut akan digabungkan menjadi paket berita yang lengkap.
b. Enkapsulasi
            Enkapsulasi (Encaptulation) adalah proses pengiriman data yang dilengkapi dengan alamat, kode-kode koreksi, dan lain-lain.
c. Kontrol Konektivitas
            Membangun hubungan komunikasi berupa pengiriman data dan mengakhiri hubungan dari pengirim ke penerima.
d. Flow Control
            Fungsi dari Flow Control adalah sebagai pengatur jalannya data dari pengirim ke penerima.
e. Error Control
            Tugasnya adalah mengontrol terjadinya kesalahan sewaktu data dikirimkan.
f. Pelayanan Transmisi
            Fungsinya adalah memberikan pelayanan komunikasi data yang berhubungan dengan prioritas dan keamanan data.

3.      PROTOKOL JARINGAN KOMPUTER
Protokol adalah aturan-aturan yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk didalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode untuk mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe kabel, dan kecepatan transfer data.
ETHERNET
            Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection). Metode yang menjelaskan bahwa setiap komputer akan memperhatikan dahulu kondisi dari jalur data (kabel) dalam jaringan sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas, maka komputer akan mentransmisikan datanya, dan sebaliknya jika dalam jaringan ada aktifitas, maka komputer akan menunggu dan akan mencoba untuk kembali mentransmisikan datanya jika keadaan jaringan telah bersih. Kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi data pada saat yang bersamaan, ketika hal ini terjadi, maka masing-masing komputer akan mundur sesaat dan akan menunggu kesempatan secara acak untuk mentransmisikan kembali datanya. Metode ini dikenal dengan nama koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari jaringan. Ethernet digunakan pada topologi Bus, Star, dan Tree. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair, coaxial, dan fiber optic dengan kecepatan transfer data mencapai 10 Mbps.
LOCALTALK
            LocalTalk adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh Apple.Metode yang digunakan adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collisio Avoidance).
 LocalTalk digunakan pada topologi Bus, Star, dan Tree. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair dengan kecepatan transfer data hanya mencapai 230 Kbps.
TOKEN RING
Token Ring adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh IBM.Metode akses yang digunakan adalah token. Sebuah sinyal token akan bergerak berputar dalam sebuah lingkaran yang berbentuk cincin, dan bergerak dari sebuah komputer menuju komputer lainnya. Jika dalam persinggahan di salah satu komputer ternyata ada data yang akan ditransmisikan, maka token tersebut akan mengangkutnya ke tempat dimana data tersebut ditujukan, dan token akan bergerak berputar terus untuk saling mengkoneksikan komputer-komputer yang dilaluinya. Token Ring digunakan pada topologi Star. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair dan fiber optic dengan kecepatan transfer data mencapai 4 hingga 16 Mbps.

FDDI(Fiber
Distributed Data Interface)
FDDI adalah sebuah protokol jaringan yang pada umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer, bahkan pada jarak yang jauh. Metode akses yang digunakan adalah token.FDDI menggunakan dua buah topologi Ring secara fisik. Proses transmisi biasanya menggunakan satu buah ring, namun jika ada masalah di salah satu ring, maka secara otomatis akan menggunakan ring yang kedua. Data ditransmisikan melalui kabel fiber optic dengan kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps.

ATM (Asynchronous Transfer Mode)
ATM adalah sebuah protokol jaringan yang pada umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih LAN. ATM juga banyak dipakai oleh para ISP (Internet Service Provider) untuk meningkatkan kecepatan konektivitas akses Internet kliennya. ATM akan mentransmisikan data kedalam satu paket, dimana protokol lain hanya mentransfer pada besar-kecilnya paket. ATM digunakan pada topologi Star. Data ditransmisikan melalui kabel twisted pair dan fiber optic dengan kecepatan transfer data mencapai 155 Mbps bahkan lebih.
Internet Protocol
Internet Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat.Oleh karena itu Internet Protokol memegang peranan yang sangat penting dari jaringan TCP/IP.Karena semua aplikasi jaringan TCP/IP pasti bertumpu kepada Internet Protocol agar dapat berjalan dengan baik.
IP merupakan protokol pada network layer yang bersifat :
§   Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirim pada suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP (datagram) akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilalui oleh datagram tersebut. Hal ini memungkinkan keseluruhan datagram tiba di tempat tujuan dalam urutan yang berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.
§   Unreliable atau ketidakandalan yakni Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya akan melakukan best effort delivery yakni melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket yang dikirim tersebut sampai ke tujuan.

Suatu datagram bisa saja tidak sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal berikut:
§   Adanya bit error pada saat pentransmisian datagram pada suatu medium
§   Router yang dilewati mendiscard datagram karena terjadinya kongesti dan kekurangan ruang memori buffer
§   Putusnya rute ke tujuan untuk sementara waktu akibat adanya router yang down
Terjadinya kekacauan routing, sehingga datagram mengalami looping
IP juga didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang memiliki karakteristik dan kecepatan yang berbeda-beda. Pada jaringan Ethernet, panjang satu datagram akan lebih besar dari panjang datagram pada jaringan publik yang menggunakan media jaringan telepon, atau pada jaringan wireless. Perbedaan ini semata-mata untuk mencapai throughput yang baik pada setiap media.Pada umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada media tersebut, semakin besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat dari perbedaan ini, datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah dari media kecepatan tinggi ke kecepatan rendah (misalnya dari LAN Ethernet 10 Mbps ke leased line menggunakan Point-to-Point Protocol dengan kecepatan 64 kbps). Pada router/host penerima, datagram  yang ter-fragmen ini harus disatukan kembali sebelum diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host tujuan. Hal ini menambah waktu pemrosesan pada router dan menyebabkan delay.
Seluruh sifat yang diuraikan pada  di atas adalah akibat adanya sisi efisiensi protokol yang dikorbankan sebagai konsekuensi dari keunggulan protokol IP. Keunggulan ini berupa kemampuan menggabungkan berbagai media komunikasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, fleksibel dengan perkembangan jaringan, dapat merubah routing secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan, dsb.Misalnya, untuk dapat merubah routing secara dinamis, dipilih mekanisme routing yang ditentukan oleh kondisi jaringan dan elemen-elemen jaringan (router). Selain itu, proses routing juga harus dilakukan untuk setiap datagram, tidak hanya pada permulaan hubungan. Marilah kita perhatikan struktur header dari protokol IP beserta fungsinya masing-masing.
Setiap protokol memiliki bit-bit ekstra diluar informasi/data yang dibawanya.Selain informasi, bit-bit ini juga berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi efisiensi, semakin besar jumlah bit ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi komunikasi yang berjalan. Sebaliknya semakin kecil jumlah bit ekstra ini, semakin tinggi efisiensi komunikasi yang berjalan. Disinilah dilakukan trade-off antara keandalan datagram dan efisiensi.Sebagai contoh, agar datagram IP dapat menemukan tujuannya, diperlukan informasi tambahan yang harus dicantumkan pada header ini.Struktur header datagram protokol IP dapat dilihat pada gambar berikut.
B. Model Osi Layer
1.Pengertian Model Osi Layer
Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.
OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977.
Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer.
Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
7th
- Layer : Application
Services
6th
- Layer : Presentation
Services
5th
- Layer : Session
Communications
4th
- Layer : Transport
Communications
3rd
- Layer : Network
Communications
2nd
- Layer : Data-link
Physical connections
1st
- Layer : Physical
Physical connections
Tabel MODEL OSI
Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Application

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).
üModel Referensi OSI
  • Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain.
  • Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer
ü Karakteristik Lapisan OSI
  • model referensi OSI dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah
  • Lapisan atas dari model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada software.
  • Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data.
Lapisan atas
Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi saling berinteraksi proses dengan software aplikasi yang berisi sebuah komponen komunikasi.
Lapisan bawah
Di bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai dari layer terbawah
Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan
PhysicalData LinkNetworkLapisan Bawah
Data Transport
Transport
Session
Presentation
Lapisan Atas
Application
Application

2. Definisi masing-masing Layer pada model OSI
Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan.
Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).
Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.
Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.
Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi.
Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI, berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan.
Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
3. FUNGSI LAYER
1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
3. Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network
  • Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
  • Mendeteksi Error
  • Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
  • Mengendalikan aliran


4. Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
5. Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
6. Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.
7. Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

KOMPONEN JARINGAN DAN PROTOKOL LAYER
  1. Layer 1 – Physical
Network components:
  • Repeater
  • Multiplexer
  • Hubs(Passive and Active)
  • TDR
  • Oscilloscope
  • Amplifier
Protocols:
  • IEEE 802 (Ethernet standard)
  • IEEE 802.2 (Ethernet standard)
  • ISO 2110
  • ISDN
2        Layer 2 – Datalink
Network components:
  • Bridge
  • Switch
  • ISDN Router
  • Intelligent Hub
  • NIC
  • Advanced Cable Tester
Protocols:
Media Access Control:
Communicates with the adapter card
Controls the type of media being used:
  • 802.3 CSMA/CD (Ethernet)
  • 802.4 Token Bus (ARCnet)
  • 802.5 Token Ring
  • 802.12 Demand Priority
Logical Link Control
  • error correction and flow control
  • manages link control and defines SAPs
802.2 Logical Link Control
3. Layer 3 (Network)
Network components:
  • Brouter
  • Router
  • Frame Relay Device
  • ATM Switch
  • Advanced Cable Tester
Protocols:
  • IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
  • IGMP;
  • IPX
  • NWLink
  • NetBEUI
  • OSI
  • DDP
  • DECnet
4. Layer 4 – Transport
Network components:
  • Gateway
  • Advanced Cable Tester
  • Brouter
Protocols:
  • TCP, ARP, RARP;
  • SPX
  • NWLink
  • NetBIOS / NetBEUI
  • ATP
5. Layer 5 – Session
Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • NetBIOS
  • Names Pipes
  • Mail Slots
  • RPC
  1. Layer 6 – Presentation
Network components:
  • Gateway
  • Redirector
Protocols:
  • None
  1. Layer 7 – Application
Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • DNS; FTP
  • TFTP; BOOTP
  • SNMP; RLOGIN
  • SMTP; MIME;
  • NFS; FINGER
  • TELNET; NCP
  • APPC; AFP
  • SMB

MODEL 7 LAYER
OSI mendefinisikan sistem sebagai himpunan dari satu atau lebih komputer beserta software, terminal, operator, proses, alat penyalur informasi lainnya yang dapat melaksanakan pengolahan dan penyaluran informasi. Konsep layer merupakan bentuk dasar yang dipakai dalam model OSI. Tiap sistem dalam model OSI dianggap terdiri atas beberapa subsistem yang terdefinisi dan diklasifikasi menurut fungsinya. Dikenal 7 layer:

Layer 7     Application Layer
Layer 6     Presentation Layer
Layer 5     Session Layer
Layer 4     Transport Layer
Layer 3     Network Layer
Layer 2     Data Link Layer
Layer 1     Physical Layer

Layer tertentu di pengirim hanya perlu berhubungan dengan layer yang sama di penerima (jadi misalnya transport layer penerima hanya berhubungan dengan transport layer pengirim) disamping berhubungan dengan layer di atas dan di bawah di tempat di mana layer tersebut berada (jadi transport layer berhubungan dengan session layer di atasnya dan network layer di bawahnya, tetapi semuanya di penerima misalnya). Keuntungan dari bentuk Layer :

·         Bilamana jumlah layer yang dipakai sedikit integrasi dari layer-layer yang ada mudah dan jelas dan interaksi antar layer dapat diperkecil. Perubahan jenis sambungan fisik tidak mempengaruhi jaringan dan layer di atasnya.
·         Pengendalian komunikasi dalam bentuk layer menambah overhead karena tiap layer berkomunikasi dengan lawannya melalui header, tetapi layer lebih mudah
administrasi dan standardisasinya. Walaupun protokolnya kompleks tetapi fungsi tiap layer dapat dimodularisasikan sehingga mudah ditanggulangi.




·         Kendali dengan layer memungkinkan komunikasi antar peralatan buatan berbagai pabrik. Standardisasi paling banyak berlaku pada layer yang rendah dan makin berkurang pada layer atas. Layer application hampir tidak ada standardisasi.
·         Tujuan model OSI ialah membuat kerangka agar sistem atau jaringan yang mengikutinya dapat saling tukar informasi (pesan, paket dan address), sehingga tidak bergantung pada merk dan model komputer atau peralatan lainnya.
·         Tiga layer pertama merupakan interface antara terminal dan jaringan yang dipakai bersama, dan empat terakhir menggambarkan hubungan end-to end antara perangkat lunak.
·         Antar layer berlainan terdapat interace, sedangkan antar layer yang sama terdapat protokol.

Physical Layer
Operasi yang berkaitan dengan medium fisik misalnya modem, kabel, saluran transmisi, dan sebagainya.Menentukan fungsi dan karakteristik mekanik maupun sinyal listrik yang diperlukan untuk membentuk, menjaga dan melepaskan serta mengatur sambungan fisik antara nodes dalam jaringan. Layer ini berperan dalam hal transmisi tiap bit data antar peralatan seperti memberikan standardisasi penggunaan pin dari connector DTE dan DCE, ketentuan mengaktifkan, menjaga dan memutuskan sambungan fisik, mendefinisikan fungsi dan prosedur dari interface ke saluran fisik. Pada layer ini disepakati bentuk connector, arti dan fungsi pin yang digunakan. Contoh: Standard RS-232-C, RS-442, RS-449, ITU-T V.24, dan sebagainya.

Data Link Layer:
Layer ini yang mengatur hubungan antara pengirim dan penerima sedemikian rupa sehingga keduanya saling mengenal dan berkomunikasi.Layer ini juga menjamin agar data atau informasi yang dikirimkan sampai di tempat tujuan dalam keadaan baik.Sambungan data ialah sambungan fisik antara 2 station untuk mempertukarkan data.Layer ini mendefinisikan prosedur formal bagi pengiriman dan penerimaan bebas dari kesalahan yaitu protokol yang harus diikuti oleh komputer untuk mengakses jaringan guna mengirimkan dan menerima pesan.Ketentuan untuk menduduki media fisik dan mengendalikan penggunaannya disebut sebagai link handler atau link control procedure.Layer ini menerima paket, membuat data frame, dan mengolah konfirmasi dari penerima. Informasi dikirimkan ke jaringan dalam bentuk frame yang sesuai dengan protokol yang dipergunakan. Bilamana perlu pada frame terdapat address lokal yang umumnya mempunyai kaitan dengan perangkat keras. Proses pertukaran pesan dalam bentuk frame ini akan dilakukan dalam rangka penyelenggaraaan hubungan komunikasi antar perangkat komunikasi data dengan mengikuti protokol yang telah ditentukan seperti misalnya Ethernet HDLC, SDLC, dan lain-lain. Kegiatan ini hanya dapat berlangsung bilamana telah terjadi sinkronisasi data yaitu dengan jalan mengenali frame yang diterima. Frame mengandung flag dan header agar dapat dikenali dengan tepat. Contoh format data frame:


Gambar Frame Data

Supaya data link dapat diandalkan protokol memungkinkan pengiriman data tanpa kesalahan dengan jalan mengadakan error control yaitu mendeteksi dan memperbaikinya sehingga user mendapatkan data yang bebas dari error. Protokol pada layer ini menentukan cara mengkonfirmasi diterimanya frame. Perbaikan errur biasanya dilakukan dengan meminta pengiriman frame yang hilang atau terganggu logiknya. Kalau data masukan ke layer ini terlalu besar ia akan dipecahkan menjadi beberapa frame.

Network Layer:
Layer ini menerima paket dari layer Transport dan mengendalikan aliran packet untuk mebawanya ke penerima melalui data link layer. Network layer ini menentukan jalan yang harus ditempuh oleh paket yang berisikan data atau informasi yang dikirimkan berdasarkan ketentuan atau fasilitas yang dikehendaki oleh layer Transport. Paket yang datang dari Transport layer dikirimkan melalui jalur yang tepat. Routing dan switching yang perlu untuk mencapai tujuannya dilakukan disini.Layer ini mengetahui konfigurasi dari network dan karakteristik dari perangkat, sehingga kongesti pada jaringan dapat dihindari dengan melakukan routing data ke node yang dapat melewatkannya ke tujuan akhirnya.Jaringan komputer beroperasi dengan teknik packet switching yang menggunakan rangkaian semu (virtual circuit) yang diciptakan untuk aliran packet antara 2 sistem komputer.Konfigurasi rangkaian dapat berubah secara dinamik dengan kendali komputer pada node yang bekerja sebagai packet switch.Ia mengendalikan aliran paket dan dapat mengatasi kongesti dengan jalan menghindarinya dan melalukan paket ke node yang dapat membawanya ke tujuan akhir. Paket akan diperiksa alamatnya agar dapat tiba di tujuannya dengan jalan mengarahkannya ke tempat yang benar. Node dalam jaringan akan mendefinisikan bagaimana packets disalurkan (routed) dalam jaringan, mengatur aliran paket dan mendefinisikan bagaimana pesan tentang status sambungan dikirim ke komputer pada jaringan.

Transport Layer:
Layer Transport memberikan pelayanan transport kepada session dan layer atas lain dengan jalan mengatur bagaimana data atau informasi itu akan dibawa ke tempat tujuan termasuk juga menjamin kualitas dari layanan pengiriman data tersebut dengan memilih fasilitas pengiriman melalui sistem transmisi yang sebaik mungkin. Data yang sedang dipertukarkan antara 2 session akan dikirim secara transparan. Multiplexing pesan dapat dilakukan untuk efisiensi sambungan karena pesan tersebut dapat disalurkan melalui satu saluran secara bersama-sama. Transport layer memberikan kendali end to end sehingga dapat keandalannya tinggi.; pelayanan yang diberikan akan baku apapun karakteristik jaringannya. Fungsi ini dicapai dengan berkomunikasi melalui message header dan control message dengan transport layer dari sistem lawan. Transport layer akan melakukan:

·         Pemecahan pesan dalam paket dan merakitnya kembali di tempat tujuan.
·         Kendali aliran pada paket

Session Layer:
Layer yang bertanggung jawab dalam mengatur bagaimana pelaksanaan pertukaran informasi antar 2 end user dilakukan, mengatur agar dua aplikasi yang hendak tukar menukar informasi dapat terjadi termasuk juga masalah sinkronisasi antara pengirim dengan penerima. Ketentuan-ketentuan untuk suatu session ditentukan dalam layer ini seperti bagaimana hubungan antar end user dibangun dan bagaimana keabsahan pihak yang bersangkutan diperiksa seperti melalui password atau ketentuan lain. Integritas hubungan dijaga dan pertukaran informasi dikendalikan dengan melakukan pemeriksaan password tadi, disamping menentukan apakah digunakan sambungan full atau half duplex, bagaimana memulai atau mengakhiri suatu session.Ia juga menjaga terhadap kemungkinan beberapa pemakai ingin mengakses proses yang sama atau sebuah session dapat menginterupsi session lain. Session layer mengendalikan dan memeriksa kelanjutan suatu dialog seperti bagaimana mengembalikan sambungan yang terputus karena gangguan. Session akan dipertahankan selama fase pengiriman data. Kendali dari session biasanya diatur oleh pengelola jaringan, dan sekali user memilih menggunakan jaringan itu maka protokol session pemilik jaringan tersebut harus dipatuhi. Jelasnya layer ini bertugas menciptakan, menjaga dan memutuskan hubungan logik untuk mengirimkan data antar proses aplikasi. Dalam session layer identifikasi yang berlaku untuk jaringan ini akan diberikan pada end user. Session tiap end user diberi nama atau address menurut aturan (konvensi) yang berlaku. End user tahu akan adanya pasangannya pada session ini dan Session layer akan mengetahui identitas dari pasanagan yang melakukan komunikasi namun ia tidak mengetahui lokasi dalam jaringan. Layer ini juga bekerja sebagai layer mengorganisasikan data ke dalam struktur logik untuk sinkronisasi ke bawah. Session layer ini berfungsi sebagai interface konseptual ke transport layer untuk aplikasi misalnya dengan memperkenankan dipergunakannya nama perangkat dan tanpa perlu mengetahui address perangkat tersebut dalam jaringan.  Layer ini merubah address user ke bentuk yang diperlukan oleh transport layer. Secara singkat dapat dikatakan bahwa session layer harus mengusahakan agar suatu session teratur dengan jalan:

·         memeriksa urutan berita kalau layer di bawahnya tidak memberi jaminan dalam hal penyampaian dan urutan.

·         menghubungkan berita dan tanggapan atasnya seperti misalnya pemakaian nomor urut.

·         mengendalikan cara percakapan dilaksanakan yaitu aturan untuk dialog.

Presentation layer:
Layer ini mengatur supaya data yang dipertukarkan atau dikirimkan ke application layer atau end user bentuknya dapat di mengerti olehnya. Pertukaran data antar end user harus transparan yaitu user tidak perlu menyadari adanya jaringan yang ikut berperan serta dalam proses. Tranparansi ini akan disediakan oleh presentation layer sehingga baik perangkat maupun sistem yang menggunakan data format yang berlainan dapat saling berkomunikasi. Tugas ini menyangkut hal yang berkaitan dengan penyajian data dalam sebuah pesan (message) seperti konversi sandi, kompresi dan ekspansi data, penggunaan tata letak (lay-out) baku untuk terminal (display atau printer). Layer ini akan menafsirkan data atau karakter yang mengalir antar proses selama suatu session. Bila dibutuhkan encryption ia akan menyediakannya, demikian pula bila diinginkan data compression dan sebagainya sehingga dapat dikatakan ia merupakan layer penerjemah yang mengatur komposisi data. Data yang diterima dari node lain diubah ke dalam bentuk yang berlaku pada node ini, sehingga dapat disajikan dengan benar. Pada layer ini terjadi konversi data ke dalam bentuk umum yang dapat diterapkan untuk mengirimkan data dan sebaliknya data yang diterima harus dikonversi dalam bentuk yang dapat dipakai aplikasi bersangkutan. Salah satu konsep yang bermanfaat bagi kayer ini adalah konsep Virtual Terminal. Virtual Terminal mendefinisikan suatu Terminal baku dengan karakteristik spefisik. End user dapat memilih terminal standard ini dan nantinya layer ini akan mengubahnya menjadi bentuk yang sesuai dengan kebutuhan end user tersebut. Standard terminal yang digunakan harus dipilih melalui protokol yang telah disetujui.Dengan adanya presentation layer karakteristik tiap end user tidak saling mempengaruhi.
Application Layer:
Proses aplikasi merupakan elemen dalam sistem yang melakukan pengolahan informasi untuk pemakaian tertentu (misalnya transaksi melalui Internet, pengiriman file, surat elektronik dan sebagainya). Model OSI tidak mengatur proses di dalam komputer yaitu proses aplikasi akan tetapi proses pertukaran informasi antara 2 sistem yang mengikuti model OSI dan layer yang bertanggung jawab ialah Application Layer. Layer teratas inilah yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pertukaran data atau informasi antara pemakai, software aplikasi atau peralataan suatu sistem komputer. Sebetulnya layer inilah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pemakai sistem komputer. Di dalam pelaksanaannya jelas layer ini menggunakan bantuan layer di bawahnya untuk memungkinkan pertukaran informasi tadi. Pemakai akhir (End user) tidaklah harus manusia tetapi dapat juga program aplikasi lain. End user juga dikenal sebagai sebagai proses. Proses ini berada pada layer yang paling atas yaitu application layer. Application layer menentukan data apa yang harus diterima dari end user tetapi tidak perlu diketahui secara terinci bagaimana hal ini dikerjakan. Layer paling atas merupakan layer yang sering berinteraksi dengan manusia. Semua informasi sebenarnya mulai dan masuk dari sini karena padanya terdapat semua sumber data yang akan dikirim dan pada sisi lawan layer yang sama terdapat penerima sebagai tujuan dari informasi. Dalam mengatur pertukaran informasi antar end user (baik berupa proses aplikasi ataupun perangkat keras), informasi yang harus diterima oleh end user tersebut telah ditentukan, akan tetapi cara memperolehnya tidak perlu diketahui secara rinci. Untuk tiap aplikasi mempunyai kebutuhannya yang khusus sehingga tidak ada pembakuan (standardisasi) tunggal. Tiap aplikasi mempunyai protokol yang berbeda untuk seperti misanya FTP dan FTAM untuk aplikasi yang berkaitan dengan file, SNMP atau CMIP untuk aplikasi manajemen jaringan, dan sebagainya.

Layer 1 sampai dengan 4 memberikan transfer service, karena keempat layer ini menyalurkan atau memindahkan pesan (message) dari satu tempat ke tempat yang lain; sedangkan layer 5 sampai dengan 7 disebut user layer karena layer-layer ini memberikan access untuk mendapatkan dan mengirimkan data melalui jaringan. Walaupun model ini dipatuhi namun tidak menjamin terjadinya komunikasi antar proses. Tiap-tiap layer mendefinisikan sejumlah fungsi dan layanan yang ada dalam protokol. Protokol pada layer atas tidak bergantung pada jaringan, sedangkan pada layer di bawah bergantung pada jaringan (misalnya pada data link layer dikenal berbagai protokol seperti HDLC, dan sebagainya).Protokol standard untuk layer 1 dan 2 sudah ada, sedangkan layer di atasnya masih terbatas walaupun telah berkembang cukup pesat.



MODEL SNA
Selain model OSI terdapat beberapa arsitektur jaringan lain yang telah ada sebelumnya dan telah banyak dipakai. Arsitektur jaringan ini umumnya merupakan arsitektur yang berkaitan erat dengan produk pabrikan tertentu.Salah satu arsitektur jaringan yang cukup berpengaruh dan telah banyak dipakai ialah SNA (Systems Network Architecture) yang merupakan arsitektur jaringan sistem komputer IBM.



Gambar OSI dan SNA

Dalam usaha membuat jaringan transparan bagi pemakai jasa, SNA menyediakan segala fungsi kendali dan fungsi pengelolaan.Fungsi ini dipecah-pecah menjadi beberapa layer. Tiap layer mempunyai tugas layanannya sendiri-sendiri. SNA juga mempunyai 7 layer yang utama yaitu:

- Transaction Services
- Presentation Services
- Data Flow Control
- Transmission Control
- Path Control
- Data Link Control
- Physical Control

Physical Control:
Mirip dengan Physical Layer dari OSI yaitu memberikan ketentuan tentang sambungan fisik. SNA memberikan ketentuan interface serial dan paralel. Paralel digunakan untuk sambungan dengan kecepatan tinggi seperti antara main frame dengan Front End Processor.

Data Link Control:
Sebanding dengan Data Link Layer pada OSI yaitu memungkinkan penyaluran data secara andal melalui saluran fisik.Tugas utama mendeteksi dan memperbaiki kesalahan transmisi yang terjadi.Untuk hubungan serial protokol yang ditentukan ialah SDLC, sedangkan hubungan paralel dengan kecepatan tinggi ialah Data Channel Protocol S/370.

Path Control:
Fungsi utamanya ialah melakukan routing dan kendali aliran . Bertanggung jawab untuk membentuk sebuah kanal logik (logical channel) antara sumber dan penerima yang masing-masing diacu sebagai NAU (Network Adressable Unit) yaitu besaran tingkat aplikasi yang dapat dipanggil dan mampu melakukan tukar menukar data dengan besaran lain.

Transmission Control
Mirip dengan layer 4 dari model OSI. Layer ini bertanggung jawab dalam membuat, menjaga dan menghentikan session SNA dengan mengikuti status dari session yang berjalan.Layer ini juga mengendalikan aliran data yang membentuk sebuah message yang dikirim agar diterima dengan urutan yang benar. Sebuah session setara dengan sebuah transport connection dari OSI. Layer ini dapat membentuk sebuah session sebagai tanggapan atas permintaan dari layer yang lebih tinggi, proses aplikasi atau untuk keperluan kendalinya sendiri. Transmission control tidak hanya mengalihkan sebuah pesan dalam menanggapi permintaan layer kendali transfer tapi juga langsung dari end user. Semua pesan yang dialihkan melewati jaringan membawa informasi kendali protokol yang dibangkitkan oleh connection point manager dari transmission control layer. Informasi kendali protokol digunakan untuk:

§  menentukan alamat yang dituju (dalam layer atau LU,layer lain)
§  menerapkan kendali aliran dan kendali lain pada LU yang dipertukarkan antar 2 LU.

Data Flow control
Mirip dengan layer 5 dari OSI.Terlihat di sini bahwa manajemen session pada SNA terbagi dalam 2 layer yaitu Transmission Control yang berorientasi pada transmisi dan Data Flow Control yang berorientasi pada pemakai akhir. Layer ini bertanggung jawab dalam memberikan layanan yang berkaitan dengan session yang diperlukan oleh proses, terminal dan user.

Presentation Service:
Layer ini tadinya dipandang sebagai bagian suatu layer yang disebut FM (Function Management) layer.FM adalah himpunan fungsi dan layanan yang disediakan bagi pemakai akhir. FM sekarang dipecah menjadi 2 layer yaitu Presentation Services dan Transaction Services

Transaction Services:
Menyediakan manajemen jaringan (network management services) dengan fungsi-fungsi seperti :

§  Layanan Konfigurasi
memungkinkan seorang operator memulai atau melakukan konfigurasi kembali jaringan
§  Layanan Operator Jaringan
mendapatkan informasi statistik jaringan, komunikasi antara pemakai dan proses ke operator jaringan.
§  Layanan Session
mendukung pengaktifan sebuah session atas nama pemakai akhir dan aplikasi. Ini merupakan interface antara user ke tranmission control
§  Layanan Perawatan dan Pengelolaan
menyediakan fasilitas pengujian jaringan dan membantu dalam melokalisasi gangguan

Kalau SNA dibandingkan dengan OSI maka terlihat bahwa Function Management layer sama dengan kombinasi sebagian Appplication layer dan seluruh Presentation layer, Data Flow Control analog dengan Session layer dan Transmission Control analog dengan Transport layer.







sNetwork Access layer
      Bertugas dalam aspek pengalihan data ke dalam jaringan, yaitu bagaimana paket dapat masuk ke dalam jaringan melalui sambungan fisik (saluran komunikasi) atau media yang tersedia.Paket dari layer atas dikirimkan ke perangkat keras yang tersambung ke media transmisi. Layer ini berkaitan erat dengan Layer Physical dan Layer Data link dari model OSI. Pada layer ini telah tersedia berbagai protokol yaitu X.25, Frame Relay, Ethernet, dan sebagainya. Pada tiap Router (Gateway) protokol network access akan melakukan enkapsulasi ke dalam format paket atau frame dari interface jaringan fisik tersebut. Layer ini berkaitan erat dengan teknologi yang digunakan oleh media transmisi.

Internetworking layer
Berperan dalam pengalihan informasi melalui jaringan, sering disebut sebagai Internet Layer. Mirip dengan layer network pada model OSI, layer ini menerima paket dari transport layer yang enkapsulasi sebagai paket IP. Keunggulan utama dari IP ialah adanya pengalamatan yang unik dan didukung oleh semua pihak secara global. Pemberian alamat jaringan (network address) maupun address global yang unik bagi tiap komputer yang tersambung pada Internet merupakan tugas layer internet ini demikian pula routing dan pengendalian kongesti.  IP menggunakan hierarchical address yang banyaknya terbatas dan terdiri atas 4 oktet.Alamat terdiri atas 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID. Untuk memudahkan penentuan alamat, arsitektur ini mendukung penggunaan nama untuk mengidentifikasi komputer pada jaringan yang mempunyai alamat IP. Untuk memudahkan penentuan alamat, model TCP/IP ini mendukung penggunaan nama untuk mengidentifikasi komputer pada jaringan yang mempunyai alamat IP. Atas dasar informasi address tujuan, maka digunakan routing algoritma untuk menentukan apakah paket dikirimkan ke gateway atau tetap sebagai paket lokal. Paket IP disebut datagram dan setiap paket mempunyai kemungkinan menyeberangi jaringan melalui jalur yang berbeda. Router merupakan perangkat yang menyalurkan paket IP ke dalam jaringan untuk kebutuhan internetworking.. Pengiriman paket dari berbagai user akan dimultipleks secara statistical oleh router. Saluran komunikasi akanmenghubungkan router yang tersambung pada jaringan atau dan Internet sehingga paket IP dapat mencapai tujuannya. Layer ini memberikan layanan yang disebut sebagai best-effort. Layanan best effort  tidak memberikan jaminan mengenai hasil dari penyaluran informasi seperti waktu tunda, paket yang hilang, urutan, keandalan paket dan sebagaimnya. IP membuat agar operasi dalam jaringan sederhana dan tidak membebani router yang bertanggung jawab dalam menyalurkan paket secepat mungkin ke dalam jaringan. Hal-hal lain yang berkaitan dengan keandalan akan diberikan kepada layer lebih tinggi. Selain IP beberapa protokol lain yang termasuk pada layer ini adalah ICMP, IGMP, ARP, dan RARP

Host to Host Layer (Transport layer)
Menerima data dari application layer dan mengatur aliran informasi antara 2 pihak yang berhubungan.Layer ini juga membagi data yang diterima dari Application Layer menjadi paket yang lebih kecil. Protokol yang termasuk pada layer ini ialah Transmission Control Protocol (TCP) yang memberikan layanan handal secara connection oriented dan yang kedua adalah User Datagram Protocol (UDP) memberikan layanan connectionless transfer secara best effort. Untuk memberikan jaminan kualitas jaringan (Quality of Service) digunakan TCP.TCP memberikan kemungkinan penyampaian informasi dengan keandalan yang sangat tinggi. Secara fungsional TCP setara dengan layer Transport Layer dari model OSI. TCP digunakan bilamana aplikasi memerlukan penyampaian informasi secara handal dan juga menurut urutan yang tepat. TCP akan memberikan pengalihan informasi yang handal dengan menggunalan layanan connectionless dari IP. TCP akan berperan secara end to end yaitu antara pengirim dan penerima dengan memberikan kendali kesalahan (error control) dan kendali aliran (flow control).

Application layer
Application layer berfungsi mirip dengan tiga layer atas dari model OSI yaitu layer Session, Presentation dan Application. Application layer memberikan layanan yang dapat digunakan oleh aplikasi lain seperti misalnya Remote Login (TELNET), e-mail (SMTP), manajemen jaringan (SNMP) dan sebagainya. Selain dari aplikasi di atas terdapat aplikasi lain yang berkaitan erat dengan Internet seperti HTTP, DHCP, DNS dan sebagainya.

Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969.Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak.Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP.Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP..Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan.Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :
Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas.Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini.Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.
Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.

Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan  sbb :
Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :
Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb.Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan.TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.
NetworkAccessLayer mempunyai fungsi yang mirip dengan  Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal.Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan.Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.
InternetLayermendefinisikan  bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
§   Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
§   Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
TransportLayer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
§   FlowControl. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
§   Error Detection. Pengirimdan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang  paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berartii.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol( UDP ). TCP  dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP  digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol.Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.
ApplicationLayer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan.Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.

C. Physical Layer
Physical layer merupakan layer terendah dalam jaringan komputer pada OSI Model. Physical layer terdiri dari teknologi-teknologi transmisi data yang ada pada hardware. Layer ini merupakan fundamental dalam struktur data logikal pada sebuah jaringan. Karena ada banyak sekali teknologi hardware dengan karakteristik yang berbeda di pasaran, layer ini juga merupakan layer yang paling kompleks dalam OSI Model.
Secara nyata, physical layer adalah layer yang mentransmisikan bit data secara nyata pada cabang jaringan yang saling terkoneksikan lewat physical link. Aliran bit data dapat dikelompokkan menjadi kode dalam format words atau simbol, dan kemudian dikonversi menjadi physical signal yang ditransmisikan melalui media hardware. Physical layer menyediakan interface elektrik, mekanik, maupun prosedural untuk media transmisi. Sifat dan bentuk dari konektor elektrik, frekuensi yang dipancarkan, dan skema modulasi dispesifikasikan di layer ini.
Dalam arsitektur jaringan OSI, physical layer menerjemahkan permintaan komunikasi dari data link layer pada operasi hardware untuk mentransmisikan dan menerima sinyal elektronik.
1.Fungsi-fungsi utama yang dilakukan pada physical layer antara lain:
  • Pengantaran data bit-by-bit atau symbol-by-symbol
  • Menyediakan interface yang terstandarisasi untuk media transmisi physical
  • Sinkronisasi bit dalam synchronous serial communication
  • Start-stop signalling dan flow control dalam asynchronous serial communication
  • Multiplexing, untuk koneksi dengan circuit switched
  • Carrier sense dan collision detection yang disediakan oleh beberapa multiple access protocols level 2
  • Equalization filtering, training sequences, pulse shaping dan pemrosesan physical signal lainnya
Protokol pada physical layer antara lain:
  • Modem jaringan telepon – V.92
  • IRDA Physical Layer
  • USB Physical Layer
  • EIA RS-232, EIA-422, EIA-423, RS-449, RS-485
  • Ethernet physical layer, termasuk 10BASE-T, 10BASE2, 10BASE5, 100BASE-TX, 100BASE-FX, 100BASE-T, 1000BASE-T, 1000BASE-SX
  • 802.11 Wi-Fi Physical Layers
  • DSL
  • ISDN
  • SONET/SDH
  • Optical Transport Network (OTN)
  • GSM Um radio interface physical layer
  • Bluetooth Physical Layer
  • Firewire
  • TransferJet Physical Layer
  • Etherloop
  • ARINC 818 Avionics Digital Video Bus
  • G.hn/G.9960 Physical Layer
  • Controller Area Network (CAN) Physical Layer
Hardware pada physical layer antara lain:
  • Network adapter
  • Repeater
  • Network hub
  • Modem
Fiber Media Converter

2. Pengertian Physical Layer
Lapisan ini berhubungan dengan masalah listrik, prosedural, mengaktifkan, menjaga, dan
menonaktifkan hubungan fisik. Lapisan ini juga berhubungan dengan tingkatan karakter
voltase, waktu perubahan voltase, jarak maksimal transmisi, konektor fisik, dan hal-hal lain
yang berhubungan dengan fisik.
Perangkat yang beroperasi di layer ini adalah hub, repeater, network adapter/network
interface card, dan host bus adapter (digunakan di storage area network)
Gambar. 1: Physical Layer
Gambar. 2: Protocol Data Unit
Gambar. 2 menunjukkan proses perubahan data saat melalui lapisan-lapisan OSI, dimana
setiap lapisan memiliki PDU-nya masing-masing. PDU atau Prorocol Data Unit adalah
struktur data pada suatu lapisan OSI, sebagai contoh PDU untuk layer 1 adalah bits, PDU
untuk layer 3 adalah packet.

Fungsi Layer physical (Layer 1)
 - Memindahkan bit antar devices
 - Spesifikasinya berupa voltase, wire, speed, pin pada kabel
 - Mengirim bit dan menerima bit
 - Berkomunikasi langsung dengan jenis media transmisi
 - Representasi bit ini tergantung dari media dan protocol yang digunakan
   Menggunakan frekuensi radio
State transition = perubahan tegangan listrik dari rendah ke tinggi dan
sebaliknya
Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural dan fungsional, mempertahankan
dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem
Review OSI 7 Layer & TCP/IP


Fungsi Utama Physical Layer
•      Fungsi utama dari Physical layer adalah untuk menciptakan elektrikal, optikal dan microwave signal yang mewakili bit disetiap frame
Organisasi
•      Beberapa organisasi standarisasi beberapa perangkat terkait physical layer :
•      The International Organization for Standarization (ISO)
•      The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)
•      The American National Standards Institute (ANSI)
•      The International Telecommunication Union (ITU)
•      The Electronics Industry Alliance / Telecommunications Industry Association (EIA/TIA)
3. Standar Physical Layer
•      Ada 4 (empat) teknologi yang dibahas pada  physical layer yaitu :
a)      Physical and electrical properties of the media
b)      Mechanical properties (materials, dimensions, pinouts) of the connectors
c)      Bit representation by the signals (encoding)
d)     Definition of control information signals


Encoding & Signaling

4B/5B Symbol

Karakteristik physical layer
Physical Layer Mempunyai 4 Karakteristik Dasar:
·         Mecanical
·         Electrical
·         Fungsional
·         Procedural
Konfigurasi penyambung ph. Layer
ž  DTE dan DCE melalui modem.
               
            Teknik penyambung yang dilakukan antar DTE dan Modem disini sejajar,tanpa ada crosing.
ž  DTE dengan DTE
           Kabel                    
            Teknik penyambungnya perlu dilakukan crossing antar pengirim dan penerima.

BAB III PENUTUP

Makalah Komunikasi Data
Akhirnya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telahmemberikan bantuan terhadap proses penyusunan makalah ini. Tanpa adanya bantuan darisemua pihak seperti pembimbing serta rekan – rekan kemungkinan makalah ini tidak akanmenjadi sebuah hasil karya.
A.    Kesimpulan
Setelah menyelesaikan penulisan makalah ini, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal, antara lain :
-Pemahaman terhadap teori dasar tentang jaringan computer, khususnya pada protocol jaringan, sangat diperlukan guna kelancaran dalam praktek komunikasi data.
-Secara umum protocol mempunyai fungsi untuk menghubungkan sisi pengirim dan penerima dalam berkomunikasi serta bertukar informasi.
      B.    Saran                       
Penulis menyadari bahwa karya ini jauh dari sempurna, maka kritik dan saran yang bersifat mendukung dan membangun sangat dibutuhkan demi kesempurnaan di masayang akan datang dan semuanya akan kami sambut dengan tangan terbuka dan penuh rasa hormat.






Kata Penutup
Komunikasi  Data  merupakan  bagian  dari  Teknologi  Informasi,  dimana komputer melakukan pengiriman data berupa informasi yang disajikan oleh isyarat digital  biner  terhadap  komputer  yang  lain  atau  juga  pengiriman  data  terhadap terminal.
                        Pengertian  Komunikasi  data  berhubungan  erat  dengan  pengiriman  data menggunakan  sistem  transmisi  elektronik  satu  terminal  komputer  ke  terminal komputer lain. Data yang dimaksud disini adalah sinyal-sinyal elektromagnetik yang dibangkitkan oleh sumber data yang  dapat ditangkap dan dikirimkan ke terminal- terminal penerima. Yang dimaksud terminal adalah peralatan untuk terminal suatu data seperti  disk drive, printer, monitor, papan  ketik, scanner,  plotter dan lain sebagainya.
                        Demikian yang bisa kami simpulkan, semoga makalah ini bermanfaat guna proses  pembelajaran khususnya  bidang studi Pengantar Ilmu  komputer. Apabila makalah ini terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam penulisan/pembahasan kami mohon maaf, karena kami masih dalam proses pembelajaran.
                                                                                                           






DAFTAR PUSTAKA








Tidak ada komentar:

Posting Komentar