Jumat, 08 Juni 2012
JURNAL KOMUNIKASI DATA
“ENKRIPSI”
Dibuat oleh : Subur Santoso
NPM : 201143500925
Abstraksi :
Salah satu hal yang penting dalam komunikasi menggunakan computer untuk menjamin kerahasian data adalah encripsi. Enkripsi dalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti ( tidak terbaca ).
Pendahuluan - Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau chiper. Sebuah sistem pengkodean menggunakan suatu table atau kamus yang telah didefinisikan untuk mengganti kata dari informasi atau yang merupakan bagian dari informasi yang dikirim. Sebuah chiper menggunakan suatu algoritma yang dapat mengkodekan semua aliran data ( stream ) bit dari sebuah pesan menjadi cryptogram yang tidak dimengerti ( unitelligible ). Karena teknik cipher merupakan suatu sistem yang telah siap untuk di automasi, maka teknik ini
digunakan dalam sistem keamanan komputer dan network.
Pada bagian selanjutnya kita akan membahas berbagai macam teknik enkripsi yang biasa digunakan dalam sistem sekuriti dari sistem komputer dan network.
A. Enkripsi Konvensional.
Proses enkripsi ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1.
Informasi asal yang dapat di mengerti di simbolkan oleh Plain teks, yang kemudian oleh algoritma Enkripsi diterjemahkan menjadi informasi yang tidak dapat untuk dimengerti yang disimbolkan dengan cipher teks. Proses enkripsi terdiri dari dua yaitu algoritma dan kunci. Kunci biasanya merupakan suatu string bit yang pendek yang mengontrol algoritma. Algoritma enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada kunci yang digunakan. Mengubah kunci dari enkripsi akan mengubah output dari algortima enkripsi.
Sekali cipher teks telah dihasilkan, kemudian ditransmisikan. Pada bagian penerima selanjutnya cipher teks yang diterima diubah kembali ke plain teks dengan algoritma dan dan kunci yang sama.
Keamanan dari enkripsi konvensional bergantung pada beberapa faktor. Pertama algoritma enkripsi harus cukup kuat sehingga menjadikan sangat sulit untuk mendekripsi cipher teks dengan dasar cipher teks tersebut. Lebih jauh dari itu keamanan dari algoritma enkripsi konvensional bergantung pada kerahasian dari kuncinya bukan algoritmanya. Yaitu dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk mendekripsikan informasi dengan dasar cipher teks dan pengetahuan tentang algoritma diskripsi / enkripsi. Atau dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan dari algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan kuncinya.
Manfaat dari konvensional enkripsi algoritma adalah kemudahan dalam penggunaan secara luas. Dengan kenyataan bahwa algoritma ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya dengan maksud bahwa pembuat dapat dan mampu membuat suatu implementasi dalam bentuk chip dengan harga yang murah. Chips ini dapat tersedia secara luas dan disediakan pula untuk beberapa jenis produk. Dengan penggunaan dari enkripsi konvensional, prinsip keamanan adalah menjadi menjaga keamanan dari kunci.
Model enkripsi yang digunakan secara luas adalah model yang didasarkan pada data encrytion standard (DES), yang diambil oleh Biro standart nasional US pada tahun 1977. Untuk DES data di enkripsi dalam 64 bit block dengan menggunakan 56 bit kunci. Dengan menggunakan kunci ini, 64 data input diubah dengan suatu urutan dari metode menjadi 64 bit output. Proses yang yang sama dengan kunci yang sama digunakan untuk mengubah kembali enkripsi.
B. Enkripsi Public-Key.
Salah satu yang menjadi kesulitan utama dari enkripsi konvensional adalah perlunya untuk mendistribusikan kunci yang digunakan dalam keadaan aman. Sebuah cara yang tepat telah diketemukan untuk mengatasi kelemahan ini dengan suatu model enkripsi yang secara mengejutkan tidak memerlukan sebuah kunci untuk didistribusikan. Metode ini dikenal dengan nama enkripsi public-key dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976.
Gambar 2.
Algoritma tersebut seperti yang digambarkan pada gambar diatas. Untuk enkripsi konvensional, kunci yang digunakan pada prosen enkripsi dan dekripsi adalah sama. Tetapi ini bukanlah kondisi sesungguhnya yang diperlukan. Namun adalah dimungkinkan untuk membangun suatu algoritma yang menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan pasangannya, kunci yang berbeda, untuk dekripsi. Lebih jauh lagi adalah mungkin untuk menciptakan suatu algoritma yang mana pengetahuan tentang algoritma enkripsi ditambah kunci enkripsi tidak cukup untuk menentukan kunci dekrispi. Sehingga teknik berikut ini akan dapat dilakukan :
1. Masing – masing dari sistem dalam network akan menciptakan sepasang kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dari informasi yang diterima.
2. Masing – masing dari sistem akan menerbitkan kunci enkripsinya ( public key ) dengan memasang dalam register umum atau file, sedang pasangannya tetap dijaga sebagai kunci pribadi ( private key ).
3. Jika A ingin mengirim pesan kepada B, maka A akan mengenkripsi pesannya dengan kunci publik dari B.
4. Ketika B menerima pesan dari A maka B akan menggunakan kunci privatenya untuk mendeskripsi pesan dari A.
Seperti yang kita lihat, public-key memecahkan masalah pendistribusian karena tidak diperlukan suatu kunci untuk didistribusikan. Semua partisipan mempunyai akses ke kunci publik ( public key ) dan kunci pribadi dihasilkan secara lokal oleh setiap partisipan sehingga tidak perlu untuk didistribusikan. Selama sistem mengontrol masing – masing private key dengan baik maka komunikasi menjadi komunikasi yang aman. Setiap sistem mengubah private key pasangannya public key akan menggantikan public key yang lama.
Yang menjadi kelemahan dari metode enkripsi publik key adalah jika dibandingkan dengan metode enkripsi konvensional algoritma enkripsi ini mempunyai algoritma yang lebih komplek. Sehingga untuk perbandingan ukuran dan harga dari hardware, metode publik key akan menghasilkan performance yang lebih rendah.
Tabel berikut ini akan memperlihatkan berbagai aspek penting dari enkripsi konvensional dan public key.
Enkripsi Konvensional
Hal yang dibutuhkan untuk bekerja :
Algoritma yang sama dengan kunci yang sama dapat digunakan untuk proses dekripsi – enkripsi. Pengirim dan penerima harus membagi algoritma dan kunci yang sama.
Hal yang dibutuhkan untuk keamanan :
1. Kunci harus dirahasiakan.
2. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak praktis untuk menerjemahkan informasi yang telah dienkripsi.
3. Pengetahuan tentang algoritma dan sample dari kata yang terenkripsi tidak mencukupi untu menentukan kunci.
Enkripsi Public Key.
Hal yang dibutuhkan untuk bekerja :
1. Algoritma yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dengan sepasang kunci, satu untuk enkripsi satu untuk dekripsi.
2. Pengirim dan penerima harus mempunyai sepasang kunci yang cocok.
Cara Kerja Firewall
Firewall : sebuah teknologi yang dapat mencegah penyusup, dengan menggunakan Internet atau sistem jaringan lainnya, mengakses data atau aplikasi pada komputer Anda, dengan cara menolak data atau transmisi yang tidak diotorisasi masuk ke dalam sistem Anda.
Hacker jahat. Atau di dunia "underground" teknologi informasi dikenal sebagai cracker. Saat ini hacker jahat tidak hanya mengincar sistem perusahaan besar atau badan pemerintahan terkenal saja, tetapi juga mulai memasuki kawasan yang selama ini kurang dilirik oleh hacker-hacker pintar. Komputer pribadi di rumah-rumah tinggal saat ini telah menjadi sasaran empuk para hacker jahat: Rincian data keuangan pribadi, password jaringan, atau nomor rekening bank, hanyalah salah satu sasaran serangan mereka. Jangan Anda mengharapkan bantuan FBI atau intel Angkatan Darat untuk dapat meringkus mereka karena mereka menembus sistem Anda. Dan hati-hati, siapa tahu mereka menggunakan PC Anda di rumah untuk melancarkan serangan denial-of-service (serangan yang melumpuhkan server/jaringan dengan mengirimkan paket data dalam jumlah yang sangat besar) pada perusahaan atau badan pemerintah.
Dengan maraknya koneksi broadband yang selalu "on" seperti modem kabel (contoh: Kabelvision) dan DSL (digital subscriber line), para pengguna rumahan semakin beresiko terkena serangan hacker jahat. Untungnya tidak semua orang dilahirkan jadi penjahat. Banyak programer yang baik hati membuatkan kita program-program yang dapat melindungi data serta komputer kita dari serangan hacker jahat. Program tersebut yang biasanya disebut sebagai firewall atau "dinding api", sebutan yang cocok untuk menangkal tangan-tangan jahat dari menjahili sistem pribadi kita.
Hal yang perlu Anda ketahui:
» Sebuah firewall dapat mencegah orang yang tidak terotorisasi mengakses PC Anda, baik melalui Internet atau melalui jaringan lokal Anda.
» Firewall dapat memblok program Trojan dan aplikasi merusak lainnya yang dapat mengambil alih kontrol komputer Anda.
» Paket firewall yang baru untuk para pengguna rumahan dan kalangan bisnis kecil sangat murah dan setup program tersebut mudah untuk dilakukan.
Saat Anda terkoneksi ke Internet, informasi dikirim dan diterima oleh komputer Anda dalam unit yang kecil yang disebut sebagai "paket". Sebuah paket memiliki alamat dari pengirim dan penerima yang mengiringi bagian dari data, permintaan, perintah, atau hal lain yang berhubungan dengan koneksi Anda ke Internet. Tetapi seperti juga surat yang dikirim melalui Pos Indonesia, tidak semua paket data tersebut yang sampai ke komputer Anda merupakan paket yang Anda inginkan.
Sebuah firewall mempelajari setiap paket data yang dikirim dari atau ke komputer Anda dan melihatnya apakah sesuai dengan kriteria yang diberikan. Firewall kemudian akan menyeleksi paket mana yang bisa lewat atau yang harus diblok.
Authentication. Database tentang user.
Informasi umum tentang pemakai disimpan di file /etc/passwd
Enter command # more /etc/passwd
root:*:0:0:Bozz:/root:/bin/sh
toor:*:0:0:Bourne-again Superuser:/root:
daemon:*:1:1:Owner of many system processes:/root:/sbin/nologin
--- dipotong ---
www:*:10000:65533:WebMaster:/nonexistent:/sbin/nologin
nobody:*:65534:65534:Unprivileged user:/nonexistent:/sbin/nologin
gatut:*:21001:21001:Gatut:/home2/gatut:/usr/local/bin/tcsh
wardojo:*:1004:20:Wardojo:/home2/wardojo:/usr/local/bin/tcsh
ari:*:1005:20:Ari Nurcahyo:/home1/ari:/usr/local/bin/tcsh
tres:*:1006:20:Theresia Maria Sri Prihatiningsih:/home2/tres:/usr/local/bin/tcsh
--- dipotong ---
utilitas UNIX: finger
Defaultnya, menampilkan daftar nama pemakai yang sedang aktif atau informasi lain tentang pemakai tertentu.
[gatut@bsd02 gatut]$ finger
[gatut@bsd02 gatut]$ finger gatut
Login Name TTY Idle Login Time Office Phone
gatut V Gatut Harijoso p0 Wed 00:13 PUSKOM
utilitas UNIX: w dan who
Mengetahui pemakai yang sedang aktif.
[gatut@bsd02 gatut]$ w
[gatut@bsd02 gatut]$ who
utilitas UNIX: last
Menampilkan daftar pemakai terakhir
[gatut@bsd02 gatut]$ last
pemake ttyp0 10.210.2.51 Tue Jun 29 23:50 - 00:02 (00:11)
yuser ttyp9 167.205.136.3 Tue Jun 29 23:37 - 23:39 (00:02)
7397023 ttyp1 10.210.2.48 Tue Jun 29 23:07 - 23:24 (00:16)
--- dst -- dipotong --
Pemakai hendaknya selalu memperhatikan pesan "last login from:" pada saat login agar dapat segera diketahui apabila terdapat pemakai lain yang menggunakan user-id tersebut.
Authentikasi melalui sistem (yaitu, password) yang sesungguhnya disimpan dalam bentuk ter-enkripsi dalam file yang tak dapat dilihat oleh pemakai biasa, biasanya /etc/master.passwd atau /etc/shadow.
Authentikasi dapat dilakukan secara terpusat, misalnya dengan Network Information Service (NIS) juga disebut sebagai Yellow Pages (YP), Kerberos (eBones), RADIUS.
Authorization
Pemakai yang sudah terbukti mendapatkan haknya untuk dilayani dan menggunakan resource. Karena pemakai memiliki hak penuh atas file yang dimilikinya, maka pemakai harus mengatur sendiri datanya.
Utilitas UNIX: chmod
Menentukan hak akses file dan directory.
[gatut@bsd02 gatut]$ chmod
[gatut@bsd02 /home]$ ls -l
total 4
drwxr-xr-x 26 gatut staff 2048 Jun 30 00:03 gatut
drwxr-xr-x 9 pemake user 1024 May 8 09:41 pemake
drwxr-xr-x 2 noone nobody 1024 Apr 16 11:53 noone
[gatut@bsd02 /home]$ chmod 0711 gatut
[gatut@bsd02 /home]$ ls –l
total 4
drwx--x--x 26 gatut staff 2048 Jun 30 00:03 gatut
drwxr-xr-x 9 pemake user 1024 May 8 09:41 pemake
drwxr-xr-x 2 noone nobody 1024 Apr 16 11:53 noone
[gatut@bsd02 /home]$
Ada banyak aplikasi yang bekerja di server bekerja atas nama super-user, misalnya agar dapat membaca file password atau menulis data ke dalam sistem (lihat kembali perintah "ps aux"). Semakin kompleks aplikasi, semakin besar kemungkinan terdapat kesalahan (bug). Program yang berjalan atas nama super-user dan salah bisa berakibat fatal. Oleh sebab itu, biasanya aplikasi client-server sebisa mungkin memisahkan akses yang menuntut hak super-user.
Gateway
Gateway yang menghubungkan sistem ke luar dapat menjadi gerbang ke dalam, sehingga ada resiko perusakan atau pencurian data oleh publik yang jauh lebih luas.
Firewall (dinding api) gateway yang menjaga keamanan sistem.
• Penyaringan packet: hanya paket dari dan ke host, tcp, udp tertentu yang boleh berkomunikasi. Program melakukan pemeriksaan dan penyaringan sehingga hanya pelayanan yang diketahui dan benar yang boleh lewat.
• Gateway aplikasi: pengiriman dan penerimaan mail gateway untuk mempermudah pemeriksaan dan mengurangi beban jaringan.
Attack
Password terbuka karena: pencurian, catatan yang tercecer, pengamatan (cara mengetik, mengintip paket)
Membelokkan akses: dengan mengganti ip, dns, atau route membelokkan akses ke server palsu untuk menjebak password.
Kesalahan program: tak ada gading yang tak retak Jangan menjalankan program yang tak diketahui. Penyebaran virus melalui email, java script, vb script. Membebani server dengan akses yang besar.
Batu loncatan: biasanya akses dari komputer yang terletak di intranet kurang dibatasi. Apabila akses ke komputer di intranet terbuka, maka pemakai internet dapat masuk ke dalam komputer di intranet, kemudian menggunakan komputer tersebut sebagai batu loncatan.
Monitoring
Mengetahui apa yang terjadi sebagai tindakan preventif dengan membaca catatan system.
UNIX: catatan biasanya disimpan dalam directory /var/log.
/var/log/messages Pesan-pesan dari sistem
/var/log/maillog Transaksi email (SMTP)
Komunikasi Terenkripsi
Komunikasi melalui jaringan publik memungkinkan adanya penyadap ikut mendengarkan percakapan.
Beberapa software:
• Secure Shell: pengganti telnet dengan enkripsi
• HTTPS: secure HTTP
Akibat enkripsi, data yang dipertukarkan lebih besar.
4. HTTP - World Wide Web
www HTTP-client meminta dokumen ke server. Dokumen yang diminta dalam format HTML yang mengandung:
• Informasi huruf dan angka
• Informasi berupa gambar atau informasi lain (suara, movie, dsb) untuk disertakan sebagai bagian dari dokumen
• Informasi tentang dokumen lain yang berkaitan.
HTML (HyperText Markup Language) Bahasa formal untuk menyusun dokumen.
HTTP (HyperText Transfer Protocol) Client mengambil (download) dokumen HTML dari server dan memproses dengan browser.
CGI (Common Gateway Interface) Program server yang menghasilkan dokumen yang diberikan kepada client HTTP. HTML on-the-fly
SSI (Server Side Include) Program di dalam server HTTP yang menginterpretasi script dalam dokumen yang menghasilkan dokumen HTML standard untuk diberikan kepada client HTTP
CGI & SSI dapat mengakses ke server database di host yang sama atau terpisah.
Pemanfaatan HTTP:
• Publikasi. Setiap orang dapat mempublikasikan apa saja melalui internet tanpa harus diseleksi oleh pihak lain.
• Pengindeks. Banyaknya publikasi, menuntut adanya mesin pengindeks untuk mempermudah pencarian.
• Transaksi data. Format HTML dan HTTP memungkinkan perekaman data berupa form atau file.
• Interface terhadap akses yang lain. HTTP dimungkinkan sebagai alternatif interface yang lebih mudah untuk berbagai akses internet (FTP, shell, mail, dsb).
Strategi Merancang Sekuriti Jaringan Komputer
Dalam dunia Internet yang telah berkembang sedemikian pesatnya, jumlah para hacker, cracker, dan sebagainya juga semakin meningkat. Kita tidak bisa terus-menerus terlena akan keadaan dan kondisi dimana kita dalam keadaan aman. Apakah kita akan menunggu hingga jaringan kita dirusak oleh mereka? Tentu tidak! Setelah sebuah jaringan komputer kita berfungsi dan terhubung ke jaringan Internet, saat itulah kita harus mulai bersiaga dan memikirkan strategi beserta cara-cara untuk meningkatkan sekuriti jaringan komputer yang kita miliki. Dengan tingkat sekuriti jaringan komputer yang tinggi, user pun akan merasa aman saat bekerja di jaringan komputer yang kita miliki.
Strategi dalam sekuriti jaringan komputer bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengamankan sistem jaringan komputer pada titik-titik yang tepat sehingga lebih efisien. Bila tanpa strategi yang tepat, hasil implementasi strategi tersebut tidak akan menghasilkan tingkat sekuriti yang tinggi disamping terbuangnya sumber daya yang ada akibat tidak tepatnya penempatan dalam jaringan komputer. Dengan strategi tepat, sumber daya yang minimum dapat memberikan hasil yang cukup memuaskan.
Dalam tulisan ini, kita akan mencoba melihat strategi-strategi dasar dalam merancang sekuriti jaringan komputer. Strategi dasar ini bisa dijadikan basis untuk penerapan hingga pengembangan sekuriti sistem.
Hak Akses
Hak akses adalah hak yang diberikan kepada user untuk mengakses sistem. Mungkin hak akses adalah hal yang paling mendasar dalam bidang sekuriti. Dalam strategi sekuriti, setiap objek dalam sistem (user, administrator, software, sistem itu sendiri, dlsb) harus diberikan hak akses yang berguna untuk menunjang fungsi kerja dari objek tersebut. Dengan kata lain, objek hanya memperoleh hak akses minimum. Dengan demikian, aksi objek terhadap sistem dapat dibatasi sehingga objek tidak akan melakukan hal-hal yang membahayakan sekuriti jaringan komputer. Hak akses minimum akan membuat para penyusup dari Internet tidak dapat berbuat banyak saat berhasil menembus sebuah user account pada sistem jaringan komputer. Selain itu, hak akses minimum juga mengurangi bahaya "musuh dalam selimut" yang mengancam sistem dari dalam. Itulah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari strategi ini.
Kerugian yang ada pada strategi hak akses ini adalah keterbatasan akses yang dimiliki user sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada saat user sedang menjalankan tugasnya. Penyelesaian masalah ini bergantung kepada dua hal yaitu segi perangkat dan segi administrator jaringan dan keduanya saling terikat. Seorang administrator jaringan harus pandai-pandai menyiasati rancangan hak akses yang akan diberikan kepada user agar kebutuhan user dapat terpenuhi tanpa harus mengorbankan tingkat sekuriti. Bila perangkat yang dijalankan memiliki keluwesan dalam hal setting, hal ini akan memudahkan tugas administrator. Bila tidak, administrator harus memutar otak untuk menyiasatinya. Bila usaha tersebut telah maksimal dan hasilnya tetap tidak seperti yang diharapkan, ada dua pilihan yang bisa dilakukan yaitu mengganti perangkat atau memberikan pengertian kepada user akan keterbatasan yang ada (biasanya pilihan kedua sulit dilaksanakan ). Mengapa kebutuhan user menjadi begitu penting? Kebutuhan user yang tidak terpenuhi akan dapat menimbulkan efek-efek yang kadangkala sulit diprediksi. Ia mungkin dapat berubah dari user biasa menjadi "musuh dalam selimut".
Lapisan Sekuriti
Lapisan sekuriti adalah seberapa banyak mekanisme sekuriti yang akan digunakan dan tingkatannya. Hal ini juga menjadi pemikiran di bidang sekuriti secara umum. Kita tidak bisa mempertaruhkan seluruh sekuriti jaringan komputer pada satu mekanisme sekuriti saja. Bila satu mekanisme itu gagal melindungi sistem, habislah semua. Oleh karena itu, mekanisme sekuriti harus dibuat lebih dari satu mekanisme. Selain itu, mekanisme-mekanisme tersebut dipasang secara bertingkat/berlapis. Mekanisme sekuriti dapat berupa network security, host/server security, dan human security. Di antara mekanisme tersebut, dapat pula dikombinasikan sesuai dengan keperluan.
Dalam jaringan komputer, network security dapat dibangun dengan beberapa lapisan. Sebagai contoh, kita bisa membangun firewall dengan dua sub-mekanisme yaitu packet filtering dan proxy system. Mekanisme packet filtering pun dapat dipilah-pilah lagi menjadi beberapa bagian, seperti filtering berdasarkan layanan dan protokol. Setelah lapisan pertama di atas, kita dapat pula membangun lapisan mekanisme selanjutnya. Contohnya, kita bisa menerapkan mekanisme autentifikasi pada setiap paket yang diterima.
Saat kita memberikan layanan baik ke dalam maupun ke luar jaringan, host/server yang memberikan layanan menjadi titik penting dalam sekuriti jaringan komputer. Pada host security, komponen pada host/server tersebut terutama perangkat lunak perlu dikonfigurasi dengan hati-hati. Layanan Internet seperti SMTP, NFS, Web Service, FTP, dlsb. hanya boleh memberikan layanan sesuai dengan yang direncanakan. Segi-segi (features) yang tidak utama tidak usah ditampilkan. Sebelum kita tahu pasti tingkat keamanan dari sebuah segi dalam software, sebaiknya tidak kita gunakan. Jika kita terpaksa menggunakan segi tersebut, kita dapat melakukan monitoring yang intensif terhadap segi tersebut.
Human security menyangkut user dan administrator jaringan itu sendiri. Kita dapat memberikan pengarahan tentang sekuriti kepada user dan menanamkan sikap hati-hati ke dalam diri setiap user. Ada baiknya pula bila user-user juga ikut berpartisipasi dalam menjaga dan meningkatkan sekuriti jaringan komputer karena mereka juga bagian dari sistem itu sendiri. Dengan begitu, akan tumbuh rasa memiliki di dalam diri setiap user. Para administrator pun seharusnya lebih berhati-hati dalam bertugas sebab di tangan mereka sekuriti jaringan komputer diletakkan.
Satu Jalur Masuk
Strategi satu jalur masuk adalah cara membuat hanya satu jalan masuk menuju jaringan komputer yang kita miliki. Dengan demikian, hanya satu jalan yang perlu kita awasi dengan penuh dan ketat. Strategi ini mirip dengan membuat benteng. Benteng yang dibangun biasanya hanya akan memiliki sebuah pintu masuk dimana ditempatkan pengawasan yang paling ketat.
Inti dari strategi ini adalah pengawasan terpusat. Kita bisa mencurahkan sebagian besar daya pengawasan ke titik tersebut sehingga penyusup akan kesulitan menembus jalur tersebut. Tentunya strategi ini akan gagal apabila kita memiliki jalur masuk lain. Jika kita ingin menerapkan strategi ini sepenuhnya, usahakan tidak ada jalur masuk lain selain yang akan kita awasi ketat.
Kelemahan strategi ini adalah bila jalur masuk tersebut berhasil ditembus oleh para penyusup, ia akan langsung mengobrak-abrik jaringan komputer kita. Resiko ini dapat dikurangi dengan membuat pertahanan jalur menjadi berlapis-lapis sehingga memaksa para penyusup untuk menghentikan aksinya.
Enkripsi Data dan Digital Signature
Salah satu strategi yang paling sering digunakan dalam sekuriti jaringan adalah enkripsi data dan digital signature. Digital signature menggunakan prinsip seperti tanda tangan manusia pada lembar dokumen dan dilakukan secara digital. Ia menyatakan keabsahan si pengirim data bahwa data yang dikirimkan benar-benar berasal dari si pengirim. Pada saat ini, enkripsi data dapat dilakukan di perangkat lunak maupun di perangkat keras. Berbagai jenis metoda enkripsi data pada tingkat aplikasi telah dikembangkan seperti RSA, MD-5, IDEA, SAFER, Skipjack, Blowfish, dlsb. Dengan strategi ini, transfer data dari dan ke jaringan komputer berlangsung secara konfidensial.
Stub Sub-Network
Stub sub-network adalah sub-jaringan komputer yang hanya memiliki satu jalur keluar masuk sub-jaringan tersebut. Strategi ini digunakan untuk mengisolasi sub-jaringan komputer yang benar-benar memerlukan perlindungan maksimal. Jalur keluar-masuk sub-jaringan tersebut diawasi dengan (bila perlu) lebih ketat daripada strategi satu jalur masuk. Contohnya, data-data rahasia perusahaan yang tersimpan dalam sebuah komputer perlu diakses secara langsung oleh beberapa bagian tertentu. Solusinya tentu saja jaringan komputer. Tetapi salah satu bagian tersebut memerlukan hubungan ke jaringan komputer perusahaan yang telah terhubung ke Internet tanpa harus pindah komputer. Nah, di sinilah strategi stub sub-network diperlukan. Jaringan pengakses data rahasia dirancang hanya memiliki satu jalur masuk melalui komputer yang memiliki akses Internet tersebut. Pengawasan lalu lintas data yang melalui komputer tersebut harus dipantau dengan baik dan dapat pula diberlakukan sistem packet filtering pada komputer tersebut.
Cari Titik Lemah
Sebagaimana bidang sekuriti umumnya, jaringan komputer tidak terlepas dari titik-titik lemah. Titik ini akan lebih banyak tumbuh apabila jaringan komputer yang ada dikoordinir oleh lebih dari satu orang. Jaringan komputer yang besar umumnya berkembang dari jaringan-jaringan komputer yang lebih kecil yang kemudian menggabungkan diri. Selain itu, kadangkala seorang administrator akan mengalami kesulitan bila mengelola sebuah jaringan komputer skala besar seorang diri. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang baik antar tiap administrator agar setiap jaringan yang mereka kelola terjamin sekuritinya.
Dua Sikap Umum
"Dua SikapUmum" tersebut adalah sikap menolak secara umum (prohibitive) dan sikap menerima secara umum (permissive). Sikap menolak secara umum mendefinisikan dengan rinci layanan/paket yang diperbolehkan dan menolak lainnya. Strategi ini cukup aman tetapi kadangkala menimbulkan ketidaknyamanan pada user. Untuk itu, administrator yang berniat menjalankan strategi ini perlu mengetahui dengan rinci kebutuhan user dan seberapa jauh pengaruhnya terhadap sekuriti jaringan pada umumnya. Sikap menerima secara umum mendefinisikan dengan rinci layanan/paket yang ditolak dan menerima lainnya. Strategi ini tidak terlalu dianjurkan oleh para ahli karena dengan strategi ini kita mengambil resiko terbukanya berbagai jalan untuk merongrong sekuriti sistem.
Keanekaragaman
Perangkat lunak dan keras yang ada saat ini memiliki bermacam konfigurasi dan keunggulan. Kita bisa memanfaatkan keanekaragaman perangkat-perangkat ini dalam membangun jaringan komputer kita sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya keanekaragaman perangkat ini, bila terjadi penyusupan terhadap sebuah komputer, ia membutuhkan usaha yang lain untuk menembus komputer yang berbeda. Sebelum kita menggunakan perangkat terutama perangkat lunak, ada baiknya bila kita juga mengetahui sejauh mana tingkat sekuriti yang disediakan oleh perangkat tersebut. Dengan begitu, kita akan memiliki data yang lengkap untuk menentukan kombinasi rancangan sekuriti jaringan komputer kita.
Itulah beberapa strategi dasar yang biasa digunakan dalam sekuriti jaringan komputer. Dari strategi-strategi di atas, para administrator dapat mengkombinasikan strategi-strategi tersebut sehingga memenuhi kriteria yang ditetapkan. Kebijaksanaan tentang sekuriti yang berlaku pada sistem juga bisa ditetapkan dari strategi-strategi yang telah dipilih.
Dalam pengkajian dan penerapannya, sebaiknya kita tidak percaya sepenuhnya terhadap strategi dan mekanisme yang kita buat. Intinya, kita harus selalu melakukan evaluasi terhadap sekuriti sistem yang kita buat atau kelola. Seiring dengan berkembangnya teknik-teknik penyusupan dan belum ditemukannya kelemahan-kelemahan dalam sekuriti sistem yang telah ada, kita harus selalu dalam keadaan siap dan waspada menghadapi aksi-aksi di luar dugaan.
Penutup - Pada akhirnya, salah satu tujuan utama yang perlu diingat dari strategi-strategi di atas adalah membuat para penyusup (hacker, cracker, phreaker, dlsb) "berpikir seribu kali" sebelum menjalankan aksi mereka terhadap sistem jaringan komputer kita. Apabila mereka tetap nekat mencoba, kita hadapkan mereka kepada rintangan dan hambatan yang memerlukan daya upaya yang sangat besar untuk menembus sistem kita sampai mereka menghentikan aksinya.
Daftar Pustaka
1. W.R. Cheswick & S.M. Bellovin, Firewalls and Internet Security, Addison-Wesley Publishing Co., 1994
2. D.B. Chapman & E.D. Zwicky, Building Internet Firewalls, O’Reilly & Associates, Inc., 1995
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar